Site icon Darulfunun El-Abbasiyah

Prof. Achlami: MUI Lampung Menjadi Organisasi Teladan untuk Merekatkan Umat

prof.-achlami:-mui-lampung-menjadi-organisasi-teladan-untuk-merekatkan-umat

Bandar Lampung: MUI Lampung harus menjadi organisasi teladan untuk merekatkan umat. Sebab, MUI merupakan organisasi tempat meleburnya berbagai Ormas Islam di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. Achlami saat memberikan tausiyah Halal Bihalal MUI di Ballroom Hotel Emersia, Minggu (29/5/2022) malam.

Prof. Dr. Achlami, mengatakan, orang yang paling memiliki rasa takut, cemas, adalah hamba Allah yang menjadi pewaris para nabi. Para Nabi tidak mewariskan harta, namun mereka mewariskan ilmu.

Dalam sebuah kisah Abu Hurairah datang ke pasar, lalu dia mengumumkan, wahai para pedagang maukah kalian mendapatkan warisan dari Rasulullah? Segera mereka menuju masjid, karena Rasul sedang membagikan warisan. Namun, saat tiba di masjid mereka tidak menemukan warisan uang, namun hanya menemukan orang yang sedang beribadah. “Warisan tidak mesti harta, sebab warisan ilmu jauh lebih berharga dibandingkan harta, ” kata Achlami.

Menurutnya, jika orang beriman saling menjalin ukhuwah, maka rahmat Allah akan turun. Oleh karena dalam bermasyarakat harus menjauhi saling benci dan menjaga kedamaian.

Maka sebagai umat Islam yang baik kita harus senantiasa mensyukuri nikmat Allah SWT.

Menurutnya, halal bihalal saling memaafkan, karena tidak ada orang yang selalu merasa paling benar. “Menjadi orang yang baik, kemudian suka memberi maaf kepada orang lain, bahkan sebelum dimintai maaf. Sebab dengan memaafkan orang lain menandakan kita memiliki sifat yang mulia, ” ujar Prof.  Achlami.

MUI mengemban amanah untuk merekatkan dan mendamaikan umat. Sebab MUI merupakan wadah semua Ormas Islam.

Prof. Achlami mengungkapkan, meemaafkan orang lain mampu merekatkan umat, seperti disebutkan dalam Surat Al Imran ayat 159.Maka berkat rahmat Allah, Muhammad berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu.

Dia mengingatkan, dalam Surat At Taghabun ayat 14, sesungguhnya diantara pasangan kamu, dan anak-anak kamu ada yang menjadi musuh bagi kamu, maka berhati-hati lah kamukamu terhadap mereka, dan jika kamu memaafkan mereka, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Prof. Achlami mengajak MUI menjadi organisasi teladan, untuk merekatkan semua pihak. Ada tiga pilar untuk saling memaafkan, pertama menjaga sesuatu yang menyakiti orang lain. Kedua, solidaritas atau keperdulian, dengan mencurahkan perhatian atau empati kepada orang lain. Ketiga, bermula manis, berseri, olek karena senyum menjadi sodaqoh.

Sementara itu, Ketua MUI Lampung Prof. Dr. Mohammad Mukri mengatakan, halal bihalal adalah untuk bersilaturahmi, untuk mensyukuri nikmat Allah SWT.

Prof. Mukri mengajak semua pihak di MUI untuk saling menghargai dan menghormati. Sebab, MUI merupakan tempat berkumpul nya semua golongan.

Semua pengurus MUI harus memberikan manfaat dan menebar kebaikan untuk sesama.

Kegiatan ini dihadiri segenap pengurus MUiI dan sejumlah tokoh, antara lain Kakanwik Kemenag Lampung Puji Raharjo, KH Sujadi Sadad, KH. Himyari Hanif. (Uni)

Exit mobile version