Blog

  • POSPENAS Tingkat Kabupaten Limapuluh Kota

    POSPENAS Tingkat Kabupaten Limapuluh Kota

    Dalam sebuah kompetisi, semangat adalah salah satu modal dasar untuk maju. Percaya Diri adalah sikap yang akan mengiringi langkah seseorang untuk menggapai apa yang diharapkan dari sebuah kompetisi. Jadi bersemangatlah dalam berkompetisi yang diiringi oleh rasa percaya diri. Jangan kalah sebelum bertanding.

    Sarilamak, (Inmas). Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Limapuluh Kota H. Gusman Piliang pada pembukaan Seleksi Pekan Olah Raga Dan Seni Santri Nasional (POSPENAS) Tingkat Kabupaten Limapuluh Kota. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (30/07) dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Funun El Abbasiyah Padang Japang.

    Dalam arahan dan sambutannya Gusman juga mengatakan bahwa santri Pondok Pesantren harus mampu bersaing dalam segala bidang, bukan hanya dalam bidang agama. Santri Pondok Pesantren adalah mereka yang akan menjadi panutan ditengah-tengah masyarakat. Teruslah kembangkan diri dan potensi yang ada agar tidak canggung dalam bersosialisasi di tengah-tengah masyarakat nantinya.

    Gusman juga menompangkan harapan kepada seluruh peserta seleksi agar menjunjung tinggi sikap sportifitas dalam berkompetisi. Semoga dengan seleksi ini akan lahir santri-santri yang akan mengharumkan nama Kementerian Agama Limapuluh Kota di kancah Provinsi dan Nasional nanti, tutup Gusman.

    Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren H. Zakaria selaku Ketua Panitia Seleksi menyatakan seleksi ini dilakukan guna mencari bibit-bibit yang akan dibawa nanti pada Pospenas Tingkat Propinsi. Seleksi ini sengaja kita angkatkan guna melihat potensi yang ada pada santri kita. Image selama ini yang menunjukan bahwa santri Pondok Pesantren hanya berkutat pada kitab-kitab tak berbaris akan kita tunjukkan disini. Santri Pondok Pesantren juga punya skill yang handal dibidang olah raga dan seni, jelas Zakaria. Menurut putra Tanah Datar ini juga menjelaskan bahwa ada 162 santri yang berebut tiket ke tingkat propinsi dari tiga cabang lomba olah raga dan lima cabang lomba seni. Dari 12 Pondok Pesantren yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota Alhamdulillah semuanya ikut ambil bagian.

    Kita sangat mengapresiasi antusias santri dan para guru kita. Semoga dengan seleksi yang kita adakan akan menelurkan santri-santri yang memilki daya saing yang tinggi dibidang olah raga dan seni, tutup Zakaria.

    Dikutip dari informasi yang disampaikan oleh beberapa panitia ada delapan macam cabang yang diperlombakan yaitu Badminton, Tenis Meja, Takraw, Kalighrafi, Seni Lukis Islami, Pidato Tiga Bahasa, Cipta dan Baca Puisi, dan Stand Up Comedy Islami. Semua peserta yang dinyatakan lulus oleh panitia akan dilakukan pembinaan ulang terlebih dahulu.

    Jika memungkinkan, maka mereka akan ikut berkompetisi nanti pada Pospenas Tingkat Provinsi yang akan digelar pada 8 sampai 10 Agustus 2016 Mendatang di Padang. (Nina)

    https://sumbar.kemenag.go.id/berita/387563/gusman-piliang-buka-pospenas-tingkat-kabupaten-limapuluh-kota

  • Sampai Lampu Kebajikan Berada di Titik Padam

    Sampai Lampu Kebajikan Berada di Titik Padam

    Sebuah riset puluhan tahun, kodefikasi darulfunun oleh atuk2 dan bapak2 kita:
    —-
    sejarah perguruan darulfunun, dimana tidak ada madrasah lain yang menggunakan nama ini di Indonesia, membuktikan secara jelas pemikiran Jamaluddin Al-Afghani dalam pengembangan sekolah pertama, madrasah pertama di Indonesia yang diikhtiar oleh Pemerintah Indonesia sebagai perintis Pengembangan Pendidikan Sains & Agama.
    —-
    saya kutipkan pidato al-afghani untuk memecut semangat kita, perjalanan dan cita-cita ini masih panjang…
    —-
    Puncaknya dalam peresmian Universitas Sains ‘Darul Funun’ di Istanbul, Turki, 20 Februari 1870, Al-Afghani berpidato:

    “Saudara-saudaraku! Bukalah mata baik-baik dan lihatlah pelajaranmu. Bangunlah dari tidur yang melenakan. Ketahuilah bahwa ummat Islam adalah ummat terbaik, yang paling berharga di dunia ini. Mereka sangat hebat dalam kecerdasan, pemahaman, dan kewaspadaan. Mereka pernah dihadapkan pada hal tersulit dalam bekerja dan berusaha. Belakangan ini ummat Islam tenggelam dalam kelalaian dan kebodohan.

    Seperti berada di sudut madrasah dan biara darwis, sampai-sampai lampu kebajikan berada di titik padam; dan ruh pendidikan pun menghilang. Sinar matahari dan cahaya bulan mulai memudar. Beberapa negara-negara Islam berada di bawah dominasi negara-negara lain. Pakaian kehinaan disematkan padanya. Kesucian agama pun mulai dihina. Semua hal ini terjadi akibat kurangnya kewaspadaan, kemalasan, kebodohan dan tidak mau berusaha…. ….

    Sejauh ini, marilah kita belajar semua cabang Sains. Marilah kita tingkatkan derajat kemanusiaan. Marilah kita bebaskan diri dari kebodohan dan sifat kebinatangan…. …

    Jangan sampai kita kehilangan kejayaan masa lalu dan hak-hak generasi mendatang. …

    Kita harus berjalan menuju ke tahap-tahap kebajikan. Marilah kita berusaha untuk meningkatkan kemuliaan agama Islam. Saudara-saudara! kita tidak akan mengambil contoh dari bangsa beradab? Marilah kita lirik prestasi usaha mereka. Karena mereka telah mencapai tingkat tertinggi ilmu pengetahuan….”


    semoga ini menjadi refleksi bagi kita, untuk terus memberikan nafas kepada pendidikan, karena saat ini 2/3 pemuda-pemuda kita terproyeksikan tidak dapat kuliah, karena kursi-kursi hanya setengah kursi tersedia untuk mereka yang lulus SD/MI, dan hanya setengah kursi diperguruan tinggi yang tersedia untuk mereka yang lulus SMA/MA.

    mari kita bangun surau ini kembali, bertahan tegapkan tulang yang rapuh, karena kita yang tertatih saat ini, menjadi pijakan untuk mereka untuk dikemudian hari.


    Arif Abdullah A

  • Seed Research Grant 2016: Membaca Sejarah Lokal Muhammadiyah

    Seed Research Grant 2016: Membaca Sejarah Lokal Muhammadiyah

    Kehadiran Muhammadiyah dengan segala dinamikanya memperkaya perkembangan Islam di Sumatera, selangkah dengan Kaum Tua, Kaum Muda, Sumatera Thawalib, PERTI, dsb..

    Mengajak komunitas cendekiawan lokal untuk berkolaborasi untuk menuliskan Sejarah Lokal Muhammadiyah.

    Peserta dapat berupa individu maupun kolaborasi, penggerak amal Muhammadiyah ataupun saksi dari pegerakan, jika ada yang tertarik berkolaborasi untuk wilayah Sumatera Barat khususnya Kabupaten 50 Kota dan Kotamadya Payakumbuh dapat menghubungi:

    Kontak:
    abe.omar@darulfunun.or.id

    Tim Kolaborator:
    Arif Abdullah A
    Dr.  Afifi Fauzi Abbas (Pembimbing)
    Ketua PDM Muhammadiyah 50 Kota – Dosen STAIN Bukittinggi

    Info:
    http://lp3m.umy.ac.id/post/36?title=Seed+Research+Grant+2016%3A+Membaca+Sejarah+Lokal+Muhammadiyah

    ————————

    MEMBACA SEJARAH LOKAL MUHAMMADIYAH

    LP3M Universitas Muhammadiyah Yogyakarta 2016

    ABSTRAKSI
    Aspek sejarah lokal gerakan Muhammadiyah masih belum mendapatkan tempat yang memadai dalam studi-studi dewasa ini. Padahal, Muhammadiyah adalah sebuah gerakan sosial Islam yang berkembang dan tumbuh dari bawah dan dipelopori oleh aktor-aktor dinamis nan inspiratif yang masih luput dari observasi para peneliti. Untuk itu, membaca sejarah lokal Muhammadiyah atau menelaah gerakan Muhammadiyah dari “pinggiran” menjadi penting  sebagai salah satu upaya memahami pola pertumbuhan gerakan masyarakat sipil di kalangan masyarakat akar rumput. Persebaran gerakan Muhammadiyah di Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan lain-lain memiliki ceritera yang khas nan unik yang boleh jadi akan memberikan inspirasi dan pembelajaran bagi para aktivis, pekerja sosial, dan akademisi dalam mengembangkan organisasi ini di masa yang akan datang.

    TEMA PENELITIAN/TULISAN
    Kajian tentang sejarah lokal Muhammadiyah ini mencakup beberapa aspek, antara lain:
    1.       Perkembangan awal gerakan Muhammadiyah di sebuah daerah.
    2.       Sejarah/biografi  sosial-intelektual dan peran tokoh-tokoh lokal inspiratif dalam mengembangkan gerakan Muhammadiyah/ Aisyiyah.
    3.       Sejarah Dinamika interaksi gerakan Muhammadiyah dengan gerakan Islam lain dan/atau non-Islam di sebuah wilayah.
    4.       Sejarah pertumbuhan lembaga-lembaga sosial atau Amal usaha di sebuah daerah.
    5.       Sejarah  gerakan sosial, dakwah, dan ekonomi Muhammadiyah dalam pemberdayaan masyarakat.

    MEKANISME PENGUSULAN
    Pemilihan usulan penelitian sejarah lokal Muhammadiyah didasarkan padaorisinalitas dan kebaruan (novelty) topik yang diusulkan. Struktur naskah KONSEP USULAN mencakup sebagai berikut: latar belakang (1 hlm), rumusan masalah (0.5 hlm), studi literatur awal (2 hlm), metode penelitian (0.5 hlm), kontribusi kajianyang akan dilakukan (0.5 hlm). Panjang naskah usulan 4 halaman (1.5 spasi).

    KRITERIA PENGUSUL:  peneliti/dosen, penulis  dan aktivis Muhammadiyah.
    TOTAL HIBAH: Rp. 100.000.000,- (seratus juta untuk rupiah) untuk 10 pemenang.

    TIMELINE
    20 Juli: Call for proposal
    3 Agustus: Batas Akhir Pengusulan
    10 Agustus: Pengumuman Pemenang
    15 Agustus: Tandatangan kontrak
    30 September: Review Laporan Kemajuan
    20 Oktober: Perbaikan Naskah
    30 Oktober: Editing & Publikasi
    November: Seminar

    Usulan dikirim melalui email ke: lp3m@umy.ac.id
    Contact person: Budi Nugroho (085868616697)

    Kegiatan ini didukung oleh: Pusat Studi Muhammadiyah dan Perubahan Sosial Politik-UMY; Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah; Majalah Suara Muhammadiyah.

  • Sejarah MAN Padang Japang

    Sejarah MAN Padang Japang

    Sejarah MAN Padang Japang tidak dapat terlepas dari sejarah yang telah menjadi kenyataan, bahwa Madrasah Aliyah Negeri Padang japang berpangkal tolak dari keadaan sejarah Darul Funun El-Abbassiyah yang telah membuktikan kejayaannya masa lalu.

    Darul funun El-Abbassiyah dibangun oleh ayah Syech Abbas Abdullah pada tahun 1854 dengan system Halakah selama 70 tahun tanpa hentinya. Pada tahun 1924 seorang ulama besar Syech Abbas Abdullah , telah menyempurnakan  dan perobahan, dengan system klasikal yang baik dan rapi dengan memasukkan pelajaran umum dan telah menerbitkan media massa berupa majalah EL IMAM AL MUNIR AL BAYAN yang menyiarkan dan mempopulerkan ajaran Islam membasmi Khurafat dan tahyul, serta memajukan sains umum di pondok pesantern dan masyarakat muslim.

    Perkembangan Darul Funun waktu itu  sangat berjaya dan banyak melahirkan ulama-ulama dan pemimpin masyarakat yang menjadi pemimpin islam dan politik dalam masyarakat serta aktif berjuang menuju ketercapaian kemerdekaan Indonesia, mengisi dan membangun negara yang kita cintai.

    Terjadinya perang dunia kedua dan berlanjut dengan penjajahan jepang serta perjuangan fisik setelah merdeka membawa akibat pada perkembangan Darul Funun yang semakin menurun.

    Pada tahun 1968 dengan lahirnya Orde Baru, serta mulai dicanangkannya pembangunan disegala bidang dengan sebutan Era Pembangunan Lima Tahun yang pertama dan diiringi dengan tersusunnya Pelita demi Pelita yang direalisir tahun 1969 maka terbuka pemikiran tokoh-tokoh masyarakat yang dipelopori oleh Buya Fauzi Abbas untuk memperjuangkan pendirian Madrasah oleh pemerintahan yang ditempatkan di Padang Japang.

    Pemikiran tersebut mendorong musyawarah yang melahirkan pembentukan satu badan yang diketuai oleh Buya H. Fauzi Abbas. Dengan melengkapai data-data yang diperlukan, maka diajukan proposal untuk mendirikan Madrasah, maka akhirnya Menteri Agama mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI dengan nomor : No.68/1968 . tanggal 13 April 1968 untuk mendirikan  dua Madrasah yaitu Madrasah Aliyah Negeri dan Madrasah Tsanawiyah Negeri Padang japang yang dikepalai oleh :

    Untuk Madrasah Tsanawiyah dikepalai oleh : AMIRULIS YAKUN
    Untuk Madrasah Aliyah dikepalai oleh : ALMUNIR MARTUNUS, Dt. Paduko Tuan.

    Kedua Madrasah untuk sementara belajar di komplek Darul funun dengan memakai 4 gedung dan 1 kantor. Untuk tenaga pengajar (guru) yaitu terdiri dari guru PNS dan honorer yang dibayar dengan iuran murid sebesar Rp. 200,- setiap bulan.

    Pada tahun 1970  Direktur Direktorat Pendidikan Agama Depertemen Agama RI yaitu bapak Mulya Martosudarso yang didampingi oleh Sekwilda Propinsi Sumatera Barat yaitu bapak Amir Thaib. S.H, meletakkan batu pertama pembangunan kedua Madrasah dengan dana swadaya dari masyarakat.

    Pada tahun 1975 Pemerintah melalui Departemen Agama membangun 5 ruang belajar termasuk kantor dan diresmikan pada tanggal 8 Desember 1975 yang dihadiri oleh segenap lapisan masyarakat kenagarian VII Koto Talago. Gedung ini dipakai oleh Madrasah Aliyah Negeri Padang japang pada tahun 1976.

    Dari tahun 1976 sampai sekarang MAN Padang japang telah berkembang dengan pesat, sehingga sekarang telah tersedia ruang belajar yang memadai, ruang kepala dan kantor tata usaha, ruang majelis guru, labor IPA dan Komputer, perpustakaan serta mushalla dengan data terlampir.

    Sumber: http://manpadangjapang50kota.mysch.id/sejarah/

  • Anak shalih dan amal yang tidak terputus

    Anak shalih dan amal yang tidak terputus

    إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ“

    Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

    Sudah banyak paparan dan sudah jelas sekali tentang dua amalan yang tidak terputus dalam hadits diatas, yakni:

    Shadaqah jariyah – infaq yang memberikan manfaat kepada orang lain, seperti waqaf masjid, pembangunan sekolah, waqaf sumur, rumah yatim, rumah inap, dan lain sebagainya yang menjadi amalan tidak terputus. Salah satu contoh yang dapat disampaikan adalah tentang sumur Raumah yang dibeli oleh sahabat Utsman bin Affan dari seorang Yahudi, yang hingga kini ditumbuhi oleh 1550 pohon kurma sekelilingnya yang kemudian hasilnya sebagian diberikan untuk menyantuni fakir miskin dan anak yatim, dan sebagiannya ditabung atas nama Utsman bin Affan hingga kini.

    Ilmu yang bermanfaat – ilmu yang diajarkan kemudian diajarkan terus kepada orang lain ataupun dimanfaatkan oleh sang pembelajar untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat, sehingga manfaat tersebut menjadi bagian dari amalan yang tidak terputus. Salah satu contoh adalah ilmu ushul fiqih yang disampaikan oleh Imam Syafii, 40 Hadits An-Nawawi, Riyadhus Shalihin, Shahih Muslim, dan juga ilmu kedokteran oleh Ibnu Sina, ilmu kimia oleh Ibnu Rushd, Abbas bin Firnas tentang pesawat terbang, al-Haitam tentang lensa, dan masih banyak lagi.

    Bagaimana dengan anak yang shalih, ada hal menarik yang ingin saya share dengan sahabat sekalian, semoga Allah memberikan barakah kepada mereka yang menyampaikan hikmah ini dan Allah lah yang maha memberikan Hidayah.

    Doa anak yang shalih – bagaimana doa anak yang shalih dapat menjadi amalan yang tidak terputus? menarik jika kita kutip beberapa hadits terkait posisi orang tua terhadap anak-anaknya.

    عن عائشة عن النبي صلى الله عليه و سلم أنه قال ” ولد الرجل من كسبه من أطيب كسبه فكلوا من أموالهم

    “Dari Aisyah dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Anak seseorang itu termasuk jerih payah orang tersebut bahkan termasuk jerih payahnya yang paling bernilai, maka makanlah sebagian harta anak.” (HR. Abu Daud, no.3529 dan dinilai sahih oleh Al-Albani)

    إن من أطيب ما أكل الرجل من كسبه وولده من كسبه

    Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seenak-enak makanan yang dimakan oleh seseorang adalah hasil jerih payahnya sendiri dan anak seseorang adalah termasuk jerih payahnya.” (HR. Abu Daud, no. 3528 dan dinilai sahih oleh Al-Albani)

    عن جابر بن عبد الله أن رجلا قال يا رسول الله إن لي مالا وولدا. وإن أبي يريد أن يجتاح مالي. فقال: - أنت ومالك لأبيك

    Dari Jabir bin Abdillah, ada seorang berkata kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki harta dan anak namun ayahku ingin mengambil habis hartaku.” Rasulullah bersabda, “Engkau dan semua hartamu adalah milik ayahmu.” (HR. Ibnu Majah, no. 2291, dinilai sahih oleh Al-Albani)

    عن عمرو بن شعيب عن أبيه عن جده قال جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه و سلم فقال إن أبي اجتاح مالي. فقال:( أنت ومالك لأبيك ) وقال رسول الله صلى الله عليه و سلم
     ( إن أولادكم من أطيب كسبكم . فكلوا من أموالهم )

    Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakek ayahnya yaitu Abdullah bin ‘Amr bin al ‘Ash, ada seorang yang menemui Nabi lalu mengatakan, “Sesungguhnya ayahku itu mengambil semua hartaku.” Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Engkau dan semua hartamu adalah milik ayahmu.” Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya anak-anak kalian adalah termasuk jerih payah kalian yang paling berharga. Makanlah sebagian harta mereka.” (HR. Ibnu Majah, no. 2292, dinilai sahih oleh Al-Albani).

    عن عائشة-رضي الله عنها- قالت :قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
     إنّ أولادكم هبة الله لكم “يهب لمن يشاء إناثا ويهب لمن يشاء الذكور”فهم وأموالهم لكم إذا احتجتم إليها

    Dari Aisyah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya anak-anak kalian adalah pemberian Allah kepada kalian sebagaimana firman Allah yang artinya, ‘Dia memberikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki anak perempuan dan Dia memberikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki anak laki-laki.” (QS. Asy-Syura: 49).

    Oleh karena itu, maka mereka dan harta mereka adalah hak kalian jika kalian membutuhkannya.” (Shahih, Silsilah Shahihah, no.2564).

    Jika kita hubungkan antara hak orang tua dan doa anak yang shalih jika merujuk hadits yang pertama tentang amalan yang tidak terputus, dapat kita ambil sebuah benang merah yang mencerahkan: anak-anak (yang shalih yang mengingat orang tuanya), yang mengerjakan amalan shadaqah jariyah dan ilmu yang bermanfaat.

    Amalan anak adalah bagian dari amalan orang tuanya, anak yang berwakaf – orang tua mendapatkan bagian, anak yang bersedekah – orang tua mendapatkan bagian, anak yang mengajarkan ilmu yang bermanfaat – orang tua mendapatkan bagian.

    Bagian yang sangat manis disebut dalam hadits diatas, yakni: amalan yang tidak terputus hingga shadaqah jariyah dan ilmu tersebut dimanfaatkan oleh orang lain hingga hari kiamat, dan dipetik hasilnya oleh orang-orang tua yang mendidik anaknya beriman dan beramal shalih.

    Hal ini selaras dengan apa yang dimaksud oleh shalih adalah orang-orang yang beramal shalih, yang memberikan manfaat, sebagaimana dalam surat At-Tin.

    إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ

    kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.
    (at-Tin 6)

    Sehingga salah satu perwujudan rasa sayang kepada orang tua, maka beramal shalihlah, bershadaqah jariyah, dan berikan ilmu yang bermanfaat, sehingga orang tua juga dapat mencicipi manisnya amalan yang tidak terputus yang dijanjikan oleh Allah.

    Dan bagi orang tua maka didiklah anak selain menjadi hamba yang beriman juga menjadi hamba yang beramal shalih, yang memberikan shadaqah dan berebut memberikan manfaat kepada orang lain.

    Bagi anak, maka perbanyaklah amal shalih, bershadaqah, dan memberikan manfaat kepada orang lain, insyaallah menjadi bagian dari amalan yang tidak terputus bagi orang tua. Dimana ada peluang untuk beramal shalih, seolah-olah kita terbayang sedang tergesa-gesa memberikan amalan yang terbaik kepada orang tua.

    Waallahu’alam, Allah lah yang maha berilmu yang memberikan hidayah dan taufik.

  • Santri PonPes Darul Funun Tembus Al Azhar University

    Santri PonPes Darul Funun Tembus Al Azhar University

    Sarilamak, (Inmas)–Tahun 2016 ini Pondok Pesantren Darul Funun El Abbasiyah (DFA) Padang Japang Kabupaten Limapuluh Kota patut berbangga. Debi Noverantes, salah seorang santri ponpes ini berhasil menembus Al Azhar University. H. Adia Putra, Pimpinan Pondok Pesantren DFA tersenyum sumringah ketika menerima berita ini. Berita kelulusan yang baru Senin pagi (13/06) didapat oleh pria mudah senyum ini. Adia mengatakan syukur yang tak terhingga.

    Ini prestasi yang sangat membanggakan bagi kami para majlis guru. Kenapa tidak, setiap tahun selalu ada santri kami yang mencoba masuk ke perguruan tinggi ternama itu, baru kali ini santri kami lulus. Alhamdulillah syukur yang teramat sangat kami ucapkan”, tutur adia dengan mata berkaca-kaca.

    Ia juga menambahkan prestasi ini kita peroleh karena kerjasama yang ikhlas dari santri dan guru. Kami sebagai pimpinan selalu memotivasi guru untuk mentransfer ilmu dengan ikhlas. Jangan hanya mengharapkan gaji atau honor. Mengajarlah dengan ikhlas. Kepada santri kami juga menyampaikan bahwa datang dan belajarlah di pondok pesantren dengan ikhlas agar ilmu menjadi berkah. Alhamdulillah dengan niat yang ikhlas santri kami banyak yang lulus di Perguruan Tinggi ternama baik di Sumatera maupun di Pulau Jawa.

    “Alhamdulillah untuk keberangkatan Debi, yayasan dan pihak pondok pesantren berinisiatif untuk mengumpulkan dana dari kaum muslimin dan muslimat dan telah terkumpul dana 20 juta rupiah. InsyaAllah anak kita akan berangkat dipertengahan Agustus mendatang”, urai Adia.

    H. Zakaria, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren menyatakan selamat kepada Debi Noverantes, yang telah mengharumkan nama Pondok Pesantren Limapuluh Kota. Kami sebagai Kepala Seksi yang membidangi Pondok Pesantren merasa sangat bersyukur. Kita berdoa akan lahir lagi santri Pondok Pesantren yang bisa mengikuti jejak Debi. Kita akan terus mensupport santri-santri kita untuk terus berprestasi, kepada Pondok Pesantren DFA kami ucapkan selamat. Inilah buah kerja keras pimpinan para majlis guru selama ini. Semoga akan menjadi amal pahala di sisi Allah SWT, ucap Zakaria.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Limapuluh Kota H. Gusman Piliang ditemui diruang kerjanya menyampaikan apresiasi kepada Pondok Pesantren DFA atas prestasi siswanya yang patut diacungi jempol.

    “Ini sejarah baru dunia pendidikan di Ponpes DFA. Kita bangga dan bersyukur untuk itu. Kita berharap kepada Debi untuk serius menimba ilmu disana agar berguna bagi pribadinya dan bagi masyarakat. Terkait dengan dana untuk keberangkatan Debi, kami menyarakankan agar yang bersangkutan mengajukan permohonan kepada Baznas Limapuluh Kota dan kita akan merekomendasikannya”, tutur Gusman.

    Debi Noverantes termasuk salah santu santri yang berprestasi di DFA. Ia juga seorang hafizh. Ia pernah mewakili Limapuluh Kota dalam ajang Lomba Musabaqoh Kiraatil Kutub Tingkat Provinsi Sumatera Barat. Berasal dari keluarga kurang mampu tidak menyurutkan semangatnya dalam belajar. Selamat Debi semoga di Perguruan tinggi idamanmu akan terlahir prestasi-prestasi membanggakan. Terkait juga dengan prestasi Pondok Pesantren DFA, untuk tahun pelajaran 2016/2017 dari hasil UN tingkat SMA se Kabupaten Limapuluh Kota DFA memperoleh peringkat III indeks integritas bidang study IPA dan peringkat IV dibidang IPS.(Nina)|DW

  • Bung Karno bersama Syekh Abbas dan Syekh Mustafa

    Bung Karno bersama Syekh Abbas dan Syekh Mustafa

    Syekh Abbas Abdullah, bersama kakaknya, Syekh Mustafa Abdullah, adalah tokoh Islam terkemuka di tanah Minangkabau. Selepas bebas dari pengasingannya di Bengkulu, sekitar tahun 1942, Bung Karno datang ke perguruan Darul Funun El-Abbasiyah, Sumatera Barat, khusus untuk meminta ‘wejangan’ dari mereka mengenai perjuangan bangsa Indonesia.

    Syekh Mustafa Abdullah dan Syekh Abbas Abdullah merupakan murid Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Rahimahullah, ulama asal Indonesia yang menjadi imam, khatib sekaligus guru besar di Masjidil Haram, Mekkah–imam pertama dari kalangan non orang Arab. Mereka adalah tempat bertanya bagi Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang saat itu berbasis di Bukittinggi.

    Ilustrator: VionydazzArt

    http://sukarno.org/bung-karno-bersama-syekh-mustafa-dan-syekh-abbas/

  • Sila Ketuhanan dari Ulama Padang Japang

    Sila Ketuhanan dari Ulama Padang Japang

    Oleh: Jose Hendra

    Sila ketuhanan dari Sukarno dianggap saran dari seorang ulama dari Padang Japang, Sumatra Barat.

    PIDATO Sukarno pada 1 Juni 1945 di depan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), dikukuhkan jadi hari lahir Pancasila. Dia mengajukan lima prinsip sebagai dasar negara Indonesia: Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Perikemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan.

    Konsep Ketuhanan yang ditempatkan pada prinsip kelima oleh Bung Karno akhirnya menjadi sila pertama dengan modifikasi menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa dalam rumusan Panitia Sembilan.

    Menurut Charles Simabura, dosen ilmu tata negara Universitas Andalas, dalam sidang pertama BPUPKI pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945, semua anggota memberi usul. Hampir semua menawarkan konsep Ketuhanan. Menurutnya, konsep Ketuhanan yang diusulkan terutama dari golongan agama lebih kongkret lagi yakni Ketuhanan dan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Pemeluknya.

    Lalu dari mana ide Ketuhanan yang ditawarkan Bung Karno?

    Konsep tersebut bulir dari buah pergaulan Bung Karno dengan para ulama. Sejak muda dia tumbuh dalam lingkungan Sarekat Islam. Saat masa-masa pembuangan, Bung Karno terus berkorespondensi dengan ulama. Misalnya, dengan pendiri Persatuan Islam (Persis) Ahmad Hassan saat dibuang ke Ende. Hingga akhirnya, pada 1942, kata Ketuhanan terpatri dalam benaknya ketika kelak Indonesia merdeka dan membentuk dasar negara adalah sebuah keharusan.

    Adalah Syekh Abbas Abdullah yang memberi wejangan kepada Bung Karno. Kala itu, Bung Karno berkunjung ke Perguruan Darul Funun el Abbasiyah (DFA) di Puncakbakuang, Padang Japang, yang didirikan Syekh Abbas.

    “Bung Karno berkunjung ke madrasah Darul Funun, dengan tujuan meminta saran kepada Syeikh Abbas Abdullah tentang apa sebaiknya bagi negara Indonesia yang akan didirikan kelak, bila kemerdekaan benar-benar tercapai. Dalam hal ini Syeikh Abbas menyarankan negara yang akan didirikan kelak haruslah berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa,” tulis Muslim Syam dalamRiwayat Hidup dan Perjuangan 20 Ulama Besar Sumatera Barat, terbitan Islamic Centre Sumatera Barat tahun 1981.

    Syekh Abbas, yang dikenal dengan sebutan Buya (Syeikh) Abbas Padang Japang, menambahkan kalau hal demikian diabaikan, revolusi tidak akan membawa hasil yang diharapkan.

    Fachrul Rasyid HF, yang turut menulis dalam buku tersebut, mengatakan tidak banyak orang tahu pembicaraan mereka berdua sebelum Syekh Abbas mengungkapkannya tiga hari kemudian. “Di hadapan guru dan siswa DFA, usai salat Jumat di Masjid al-Abbasyiah. Syekh Abbas mengatakan kedatangan Bung Karno ke DFA untuk membicarakan konsep dasar-dasar dan penyelenggaraan negara,” ujar Fachrul menirukan kembali cerita yang dia dapat dari keluarga Syekh Abbas dan masyarakat setempat. “Persisnya, Syekh Abbas menyarankan bahwa negara harus berdasar ketuhanan.”

    Kedatangan Sukarno ke Padang Japang masih menjadi ingatan kolektif masyarakat Padang Japang saat ini. Yulfian Azrial, anggota Masyarakat Sejarawan Indonesia Sumatra Barat, mengatakan, Darul Funun merupakan madrasah yang cukup berpengaruh berkat kebesaran dua syeikhnya, yakni Syeikh Abbas Padang Japang dan Syekh Mustafa Abdullah.

    Kebesaran kedua syekh yang bersaudara ini membuat Sukarno merasa perlu ke Padang Japang, setelah bebas dari pembuangan di Bengkulu. Bukti mesranya hubungan Bung Karno dengan dua ulama tersebut berjejak dalam selembar dokumentasi foto yang diambil Said Son.

    Syekh Abbas dan Syekh Mustafa adalah murid ulama Minangkabau terkemuka di Mekah, Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. Syekh Abbas juga kawan dekat Syekh Abdul Karim Amarullah atau Inyiak Rasul. Bersama Abdullah Ahmad dan beberapa ulama lainnya, Syekh Abbas mendirikan nama madrasah yang sama yakni Madrasah Sumatra Thawalib.

    Tahun 1930, Syekh Abbas mengubah Sumatra Thawalib di Padang Japang menjadi DFA karena menolak bergabung dengan Persatuan Muslimin Indonesia (Permi). Syekh Abbas sendiri kala itu bukan sekadar ulama melainkan juga panglima jihad Sumatra Tengah. Pasukan jihad ini didirikan DFA sebagai basis perjuangan menghadapi Belanda. Anggotanya adalah Hizbul Wathan dan Laskar Hizbullah.

    Sementara sekolah tetap menjadi basis menggapai dan mengisi kemerdekaan.

    “Wajar Sukarno menemui Syekh Abbas karena dia bukan saja ulama tapi panglima perang,” tukas Fachrul, wartawan senior di Sumatra Barat.

    Dikatakannya, perjumpaan Sukarno dengan Syekh Abbas hanya sebentar. Datang sekitar jam satu siang lalu balik sekitar sorenya. Bung Karno sendiri berada di Padang ketika era transisi dari Belanda ke Jepang. Dia berada di Sumatra Barat selama lima bulan, dari Februari 1942 hingga Juli 1942.

    http://historia.id/agama/sila-ketuhanan-dari-ulama-padang-japang

     

  • Pidato Al-Afghani dalam Peresmian Universitas Sains

    Puncaknya dalam peresmian Universitas Sains ‘Darul Funun’ di Istanbul, Turki, 20 Februari 1870, Al-Afghani berpidato:

    “Saudara-saudaraku! Bukalah mata baik-baik dan lihatlah pelajaranmu. Bangunlah dari tidur yang melenakan. Ketahuilah bahwa ummat Islam adalah ummat terbaik, yang paling berharga di dunia ini. Mereka sangat hebat dalam kecerdasan, pemahaman, dan kewaspadaan. Mereka pernah dihadapkan pada hal tersulit dalam bekerja dan berusaha. Belakangan ini ummat Islam tenggelam dalam kelalaian dan kebodohan.

    Seperti berada di sudut madrasah dan biara darwis, sampai-sampai lampu kebajikan berada di titik padam; dan ruh pendidikan pun menghilang. Sinar matahari dan cahaya bulan mulai memudar. Beberapa negara-negara Islam berada di bawah dominasi negara-negara lain. Pakaian kehinaan disematkan padanya. Kesucian agama pun mulai dihina. Semua hal ini terjadi akibat kurangnya kewaspadaan, kemalasan, kebodohan dan tidak mau berusaha…. ….

    Sejauh ini, marilah kita belajar semua cabang Sains. Marilah kita tingkatkan derajat kemanusiaan. Marilah kita bebaskan diri dari kebodohan dan sifat kebinatangan…. …

    Jangan sampai kita kehilangan kejayaan masa lalu dan hak-hak generasi mendatang. …

    Kita harus berjalan menuju ke tahap-tahap kebajikan. Marilah kita berusaha untuk meningkatkan kemuliaan agama Islam. Saudara-saudara! kita tidak akan mengambil contoh dari bangsa beradab? Marilah kita lirik prestasi usaha mereka. Karena mereka telah mencapai tingkat tertinggi ilmu pengetahuan….”

    Pidato Al-Afghani yang penuh dengan retorika tentang kedudukan dan peranan sains tersebut telah membangunkan ummat Islam dari tidur panjangnya dan mendapat sambutan hangat dari pendiri Darul Funun. Selanjutnya, Tahsin, penasehat Darul Funun meminta Al-Afghani memberikan kuliah di universitas tersebut sepanjang bulan Desember 1870. Ia menyampaikan kuliah bertajuk “The Progress of Sciences and Arts” dengan bahasa Turki sebagai bahasa pengantarnya.

    Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/charisdewantara/menilik-pemikiran-sains-al-afghani_54f759a7a3331115348b46d5

  • Infaq 32 Set Kursi Meja Sekolah

    Infaq 32 Set Kursi Meja Sekolah

    Seiring masuknya tahun ajaran 2016/2017, dan bertambahnya jumlah siswa yang masuk.

    Saat ini perguruan memfasilitasi 299 siswa, bertambah 32 siswa dari tahun sebelumnya. Berdasarkan rapat komite madrasah terkait keperluan pengembangan fasilitas sekolah untuk tahun ajaran baru ini, alhamdulillah ruang kelas masih dapat diatasi tersedia dari perubahan peruntukan ruangan yang ada, tetapi keperluan akan bangku dan kursi masih memerlukan bantuan dari shalihin dan shalihat sekalian.

    Kami membuka peluang berinfaq – waqaf untuk keperluan set kursi-meja belajar siswa sebesar 32 x 290rb, berjumlah total 9 jt 280rb.

    semoga amal ini dijadikan shadaqh jariyah oleh Allah, bi idznillah.

  • Qanaah

    Suri tauladan kita Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah mengajarkan kepada kita bagaimana kita harus bersikap terhadap harta, yaitu menyikapi harta dengan sikap qana’ah (kepuasan dan kerelaan). Sikap qana’ah ini seharusnya dimiliki oleh orang yang kaya maupuan orang yang miskin.

    Adapun wujud qana’ah yaitu merasa cukup dengan pemberian Allah, tidak tamak terhadap apa yang dimiliki manusia, tidak iri melihat apa yang ada di tangan orang lain dan tidak rakus mencari harta benda dengan menghalalkan semua cara, sehingga dengan semua itu akan melahirkan rasa puas dengan apa yang sekedar dibutuhkan.

    Tentang sikap qana’ah, Ibnu Qudamah dalam Minhajul Qashidin menyampaikan hadits dalam Shahih Muslim dan yang lainnya, dari Amr bin Al-Ash Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

    قَدْ أفْلَحَ مَنْ أسْلَمَ وَرُزِقُ كَفَا فًا، وَ قَنَّعَهُ اللهُ بِمَا آتَاهُ

    _Beruntunglah orang yang memasrahkan diri, dilimpahi rizki yang sekedar mencukupi dan diberi kepuasan oleh Allah terhadap apa yang diberikan kepadanya_
    (Diriwayatkan Muslim, At-Tirmidzi, Ahmad dan Al-Baghawy)

  • Tadarus Alquran

    Bulan Ramadhan adalah bulan Al Qur’an, dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di setiap bulan Ramadhan tadarus Al Qur’an bersama malaikat Jibril ‘alaihissalam. Ibnu Abbas berkata:

    كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau bertambah kedermawanannya di bulan Ramadlan ketika bertemu dengan malaikat Jibril, dan Jibril menemui beliau di setiap malam bulan Ramadhan untuk mudarosah (mempelajari) Al Qur’an” (HR. Al Bukhari).

  • Puasa dan Syafaat

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَىْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِى فِيهِ. وَيَقُولُ الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِى فِيهِ. قَالَ فَيُشَفَّعَانِ

    “Puasa dan Al-Qur’an itu akan memberikan syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat nanti. Puasa akan berkata,’Wahai Tuhanku, saya telah menahannya dari makan dan nafsu syahwat, karenanya perkenankan aku untuk memberikan syafaat kepadanya’. Dan Al-Qur’an pula berkata,’Saya telah melarangnya dari tidur pada malam hari, karenanya perkenankan aku untuk memberi syafaat kepadanya.’Beliau bersabda, ‘Maka syafaat keduanya diperkenankan.’”
    (HR. Ahmad, Hakim, Thabrani, periwayatnya shahih sebagaimana dikatakan oleh Al Haytsami dalam Mujma’ul Zawaid)

  • Maaf & berbuat salah

    Maaf & berbuat salah

    إن الله تجاوز لي عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه

    Sesungguhnya Allah telah memaafkan ummatku yang berbuat salah karena tidak sengaja, atau karena lupa, atau karena dipaksa
    (HR Ibnu Majah, 1675, Al Baihaqi, 7/356, Ibnu Hazm dalam Al Muhalla, 4/4, di shahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah)

    ***

    Meminta maaf itu dapat dilakukan kapan saja dan yang paling baik adalah meminta maaf dengan segera, karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput. Sehingga mengkhususkan suatu waktu (misalnya di awal Ramadhan) untuk meminta maaf dan dikerjakan secara rutin setiap tahun bukanlah kaidah yang tepat karena tidak dituntunkan sebagai amalan yang disunnahkan.

  • Rentang Waktu Berpuasa

    Yang dimaksud dengan khaythul abyadh  adalah fajar shadiq atau fajar kedua karena berwarna putih dan melintang di ufuk seperti benang. Adapun fajar kadzib atau fajar pertama itu bentuknya seperti dzanabus sirhan (ekor serigala). Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

    الفجر فجران: فأما الفجر الذي يكون كذنب السرحان فلا يحل الصلاة ولا يحرم الطعام، وأما الفجر الذي يذهب مستطيلا في الأفق فإنه يحل الصلاة و يحرم الطعام

    “Fajar itu ada dua: pertama, fajar yang bentuknya seperti ekor serigala, maka ini tidak menghalalkan shalat (shubuh) dan tidak mengharamkan makan. Kedua, fajar yang memanjang di ufuk, ia menghalalkan shalat (shubuh) dan mengharamkan makan (mulai puasa)”
    (HR. Al Hakim, Al Baihaqi, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’).

  • Pedang Para Nabi

    Pedang Para Nabi

    by: Zico Pratama Putra

    Beberapa bulan lalu saya dan istri berkesempatan berkunjung ke Topkapi Palace, Istanbul, Turki. Kunjungan kami ini terasa spesial berhubung kami disana disambut oleh seorang ustadz muda yang suara qiraatnya mirip syekh Mishari Rasyid, sdr. Tarmidzi Al-Khudriyyi. Beliau mahasiswa Indonesia jurusan agama di univ. Istanbul.

    Topkapi Palace adalah kediaman banyak Sultan, saksi dari kunjungan banyak raja dan duta yang mengunjunginya selama berabad-abad. Namun, apa yang membuat istana itu begitu istimewa bukan hanya bekas penghuninya, tetapi Peninggalan Suci, yang meliputi barang-barang pribadi dari Nabi shalallahu alaihi wa sallam. Digali dari kamar yang paling pribadi dan tersembunyi dari istana, semua peninggalannya dikumpulkan di sini untuk pertama kalinya, termasuk jenis yang jarang dipamerkan untuk kunjungan sehari-hari. Dari tongkat dari Nabi Musa AS sampai Jubah Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam, yang semuanya adalah Peninggalan Suci yang dilindungi Dinasti Utsmani di Istana Topkapi.

    Kita bisa melihat sejumlah Quran, mulai dari Quran tertua milik Sayyidina Utsman. Konon ini adalah Quran yang beliau baca menjelang wafatnya, dan masih terdapat bercak darah pada halaman yang beliau baca ketika hari beliau terbunuh). Lalu ada banyak koleksi Quran dari abad ke abad, baik yang masih berupa fragmen maupun satu koleksi lengkap.

    Namun yang lebih menarik perhatian saya adalah beberapa koleksi dari Nabi-nabi terdahulu. Yes, nabi2 terdahulu, alaihimussalam. How come?!!

    Topkapi menyimpan -dalam ruang khusus- peninggalan nabi, diantaranya adalah Tongkat nabi Musa AS, Sorban Nabi Yahya AS, Pedang Nabi Daud AS, dan potongan lengan kanan Nabi Yahya AS. Semua ini merupakan koleksi paling kontroversial menurut saya. Bagaimana mungkin barang sejarah -yang pelakunya berusia lebih dari 2000 tahun- tapi masih terjaga sampai sekarang???!! Masa sorban yang kain begitu bisa awet? Apalagi pedang nabi Daud yang menurut Museum memperkirakan beliau hidup seribu tahun sebelum masehi. Lebih keterlaluan lagi, ada satu item yang lebih tua…. Panci makan nabi Ibrahim AS. Betul-betul humor yang keterlaluan menurut saya.

    Sayang, pada kunjungan yang berharga ini saya tidak didampingi tour guide yang biasanya akan menjelaskan dengan detil kisah-kisah setiap item. Diawal saya menyayangkan dan meragukan otentisitas item2 tersebut dan menuduh Dinasti Ustmani macam2. Apalagi sebagian pedang-pedang tersebut berlapis emas dan berukir tulisan arab. Padahal khan tulisan arab saat itu belum seperti tulisan arab hari ini. Bagaimana barang-barang bersejarah ini didapat? Begini kisahnya….

    Ketika Sultan Salim kembali dari kunjungannya ke Mesir (1517), ia ke Istanbul dengan membawa Peninggalan Suci dari perbendaharaan negara Mamluk, Kekhalifahan Abbasiyah, dan Hijaz Emirat.

    Sultan Salim I mulai mengumpulkan Peninggalan Suci di Istana Topkapi, dan penerusnya melanjutkan tradisi ini sampai awal abad kedua puluh. Sultan mengumpulkan peninggalan Nabi dan Tokoh Muslim besar lainnya, serta barang-barang dari situs keagamaan yang dihormati. Pada awal abad kesembilan belas dan kedua puluh, perhatian utama mereka adalah demi melindungi peninggalan dari kerusakan potensial oleh kaum Wahabi. Mereka pikir, Wahabi akan menuduh penjagaan terhadap barang-barang bersejarah tersebut merupakan kemusyrikan, sehingga benda-benda sejarah ini dikirim ke Istanbul untuk perlindungan dan perawatan. Selama Perang Dunia I, ketika sedang mempertimbangkan penyerahan Madina, wali kota Fahreddin Pasha, mengirim sejumlah hadiah berharga yang telah dijaga selama berabad-abad ke Istanbul, bersama dengan beberapa Peninggalan Suci.

    Sebagian besar terjaga di Istana Topkapi Treasury Collection. Saat ini, ada 605 item yang terdaftar di Museum Topkapi Palace Divisi Peninggalan Suci. Selain itu, ada banyak benda yang dapat dianggap Peninggalan Suci disimpan di divisi treasury. Sebetulnya Kesultanan Utsmaniyah tidak menghubungkan apapun terkait kesucian ke objek material; namun, mereka sadar bahwa barang-barang milik Rasulullah memiliki barakah tersendiri.

    Tahsin OZ, ahli purbakala Tutki, menulis sebagai berikut dalam bukunya Emanat-i Mukaddes [The Sacred Relic] yang diterbitkan pada tahun 1953: ” Peninggalan Suci ini dikumpulkan berkat berbagai manifestasi takdir sejarah selama berabad-abad. Harta ini diteruskan ke Turki sepotong demi sepotong dengan upaya berlandaskan iman dan kadang-kadang dengan keberuntungan. Hal ini jelas bahwa bahwa mereka bukan hanya mengumpulkan dan melindungi benda-benda suci dengan ikatan agama dan cinta, tetapi juga berharga dalam standar dunia artistik dan historis. Perawatan dan penghormatan untuk perlindungan benda-benda sakral sejauh ini sangat tak terhingga. Selama kami ada, tugas suci ini akan dilakukan dengan cinta, rasa peduli, dan demi kehormatan. ”

    Jadi barang-barang bersejarah tersebut bukan dibikin2 oleh para sultan utsmani, tetapi punya akar sejarahnya masing-masing.

    Perhatian saya tertuju pada potongan tangan kanan Nabi Yahya dan terutama pedang Nabi Dawud AS. Tapi pada kesempatan ini biar saya ulas saja tentang pedang ini dahulu.

    Menurut sejarah, Rasulullah memiliki sejumlah pedang yang umumnya tidak pernah beliau gunakan. Tentu sebagiannya beliau bawa dalam perang, cuma saya belum pernah baca dalam sirah bahwa beliau pernah gunakan untuk membunuh orang, kecuali pernah sekali sabetannya melukai musuh dengan luka ringan.

    Tercatat, ada 9 pedang yang dimiliki Rasulullah, dan masing-masing memiliki nama. Diantara pedang tersebut, adalah pedang Al-Battar dan pedang Hatf. Kedua pedang ini merupakan rampasan perang dari bani Qainuqa. Pedang Al-Battar ini disebut “Pedang para nabi ‘, dan di pedang memiliki ukiran tulisan Arab yang berbunyi: ‘Dawud, AS, Sulaiman AS, Nabi Musa, AS, Harun AS, Nabi Yusuf, Nabi Zakaria AS, Yahya AS, Nabi Isa, Nabi Muhammad’.

    Gambar ukiran nama-nama para nabi di dalamnya: Di dalam ada juga gambar dari Daud memenggal kepala Jalut, orang yang memiliki pedang ini pada awalnya. Dalam pedang ini terdapat tulisan yang diidentifikasi sebagai tulisan Nabataean. Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk bilah dengan panjang 101 cm. Dikabarkan bahwa inilah pedang Nabi Isa yang akan digunakan kemudian ketika ia turun ke bumi lagi untuk mengalahkan Dajjal. Wallahu A’lam

    Tulisan pada bilahnya ini bertanggal 880 H (1475 M) yang dibawa bersama dengan pedang nabi Dawud dari Mesir. Ditulis satu setengah abad sebelum Kesultanan Ustmani menaklukkan Mesir, berisi 33 baris yang menjelaskan bagaimana Daud mengalahkan Jalut dengan pedang. Tetapi kita dapatkan riwayat bahwa Nabi Daud menumbangkan Jalut dengan ketapelnya, bukan dengan pedang. Boleh jadi Jalut roboh dan tewas dengan ketapel, lalu Nabiyullah Daud penggal kepalanya dengan pedang itu. Baris tersebut juga menjelaskan bagaimana pedang itu diwariskan dari generasi ke generasi, mulai dari Nabi Yusuf, lalu kepada Harun, lalu bagaimana pedang ini juga digunakan ketika orang-orang majusi berusaha merusak kubur rasulullah SAW.

    Pedang ini diwariskan melalui tangan para raja dan terakhir hingga tangan raja Muqawqis, penguasa Mesir saat itu. Menariknya, bait tulisan dari pedang itu tidak hanya menampilkan ramalan penaklukan Mesir oleh Ustmani, tetapi juga menyatakan bahwa di masa depan, pedang Dawud ini akan diserahkan kepada Ustmani lalu kepada Nabiyullah Isa Al Masih pada akhirnya. Bahasa yang digunakan pada tulisan itu agak kabur dan agak sulit dipahami.

    Terjemahnya sbb: Ali bin Abi Thalib berkata: Aku temukan pedang dan bilah ini pada simpanan Muqawqis, Penguasa Mesir. Ada tulisan didalamnya oleh Daud dalam bahasa Syria (kuno) dan Hebrew (Aramaic?). Dikatakan : Ketika Jalut menjadi penguasa zalim, aku membuat pedang dan panah sebagaimana yang telah Allah ajarkan kepadaku. Allah berikan aku kemenangan. Ciri pedang itu sbb: disatu sisinya ada gambar seseorang dengan pedang dan tangan satunya memegang kepala. Satu sisinya lagi ada gambar seseorang duduk diatas mimbar. Satu gambar menggambarkan Jalut yang kupenggal dan gambar lelaki di mimbar adalah Sulaiman. Pedang ini akan sampai kepada Nabi Yusuf. Darinya, akan beralih ke Sultan Sanjar. Ketika beliau wafat, maka wilayahnya akan dikuasai. Lalu para firaun akan muncul dan memerintah Mesir dengan Zalim.

    Allah akan menyembunyikan pedang ini darinya. Dan dia akan sampai ke tangan Asiyah, istri firaun. Asiya adalah wanita beriman. Lalu ia akan diwariskan kepada Musa, yang akan ia wariskan kepada Harun. Dari Harun diwariskan ke Nabi Yusya’, lalu kepada Malik, lalu raja Shemun, lalu raja Helbum, lalu raja Hubr, ke Ehram, ke Raja Defnu, ke Raja Lahud, ke Raja Maimun, ke raja Darut, ke raja Melc, ke Raja Ranan, lalu ke raja Syits. Ini akan terus diwariskan kepada para raja hingga sampai kepada Nabi Zakaria, lalu Yahya, lalu kepada Isa.

    Ini akan dihadiahkan kepada Nabi Muhammad, yang akan digunakannya untuk berperang. Setelah Rasulullah, maka akan digunakan Abu Bakar, yang nantinya diwariskan kepada anaknya, Muhammad. Ali bin Abi Thalib akan menunjuk Muhammad bin Abu bakar sebagai gubernur Mesir. dst…. Turki percaya pada waktunya nanti, Imam Mahdi akan datang ke Istanbul dan meminta atribut2 tersebut, yaitu bendera perang Rasulullah dan pedang para nabi ini, sebagaimana disebutkan dalam hadits bahwa Imam Mahdi akan berperang dengan sejumlah barang tersebut.

    Tentu saja narasi diatas debatable, setidaknya saya pernah tanyakan pandangan ustadz kami di Madinah, lalu beliau tanyakan kepada syekh beliau disana. Syekh beliau meragukannya.

    Wallahu A’lam.

  • Memperindah Islamnya

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    إِذَا أَحْسَنَ أَحَدُكُمْ إِسْلَامَهُ فَكُلُّ حَسَنَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ لَهُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ وَكُلُّ سَيِّئَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ لَهُ بِمِثْلِهَا

    “Jika salah seorang dari kalian telah memperindah Islamnya, maka setiap kebaikan yang diamalkannya akan dicatat baginya dengan sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus lipat. Dan setiap kejelekan yang ia kerjakan akan dicatat baginya satu kejelekan semisalnya”.

    ***

    Ibnu Rajab berkata tentang hadits di atas : “Pelipatgandaan kebaikan dengan sepuluh kali lipat pasti terjadi. Sedangkan tambahan yang lebih dari itu tergantung pada kebaikan nilai Islam seseorang, dan keikhlasan niatnya, serta urgensi dan keutamaan amalan tersebut”.

    (Shahih Al Bukhari (Fathul Bari: 1/100 hadits no: 42), Shahih Muslim : 1/118 no: 129).

  • Beasiswa Turki S1 S2 S3

    Beasiswa Turki S1 S2 S3

    Türkiye Scholarships.
    Beasiswa ini disediakan Pemerintah Turki setiap tahun. Apa saja peluangnya? Melalui skema terbaru 2016 Türkiye Scholarships. Pelamar internasional (selain Turki) bisa melanjutkan studi S1, S2, maupun S3 melalui beasiswa Turki 2016 – 2017 tersebut. Negeri kebab ini menyediakan beasiswa penuh melalui Türkiye Scholarships untuk kuliah di universitas-universitas terbaik yang ada di Turki.
    Beasiswa Pemerintah Turki 2016 mencakup tunjangan bulanan sebesar 600 TL (± Rp 2,7 juta) bagi penerima beasiswa S1 Turki, 850 TL (± 3,8 juta) per bulan untuk beasiswa S2 Turki, dan 1.200 TL (± 5,4 juta) buat penerima beasiswa S3 Turki. Selain tunjangan bulanan, Beasiswa Turki juga menanggung semua biaya kuliah, akomodasi cuma-cuma, tiket pesawat PP ke Turki, asuransi kesehatan, serta kursus bahasa Turki selama satu tahun sebelum perkuliahan dimulai.
    Yang menarik dari Beasiswa Turki 2016 ini adalah pelamar tidak perlu mengajukan aplikasi terpisah untuk mendaftar ke universitas. Mereka menggunakan sistem tunggal. Ketika mendaftar beasiswa secara online, Anda juga sudah bisa mendaftar langsung ke universitas yang diminati menggunakan formulir aplikasi yang sama.
    Kebanyakan program studi yang ditawarkan menggunakan bahasa Turki. Tapi, jangan khawatir ada juga program yang menggunakan bahasa pengantar Inggris, Arab, atau Perancis. Pelamar hanya perlu memastikan mereka memiliki sertifikat kemampuan bahasa yang diakui internasional untuk memilih program tersebut, seperti TOEFL dan IELTS. Kemungkinan besar pelamar juga akan dimintai nilai tes GRE, GMAT, atau SAT.
    Sebelum mengirim aplikasi, sebaiknya Anda sudah mengetahui bahasa pengantar yang digunakan tersebut ketika memilih program. Tentunya, dengan bekal kursus bahasa Turki selama setahun itu juga akan membantu.
    Persyaratan: 
    Program sarjana:
    1. Merupakan warganegara selain Turki (mereka yang berkewarganegaraan Turki sebelumnya tidak dapat mendaftar)
    2. Tidak terdaftar sebagai mahasiswa di universitas Turki pada jenjang studi yang dilamar
    3. Telah lulus atau bakal lulus dari SLTA
    4. Berusia di bawah 21 tahun (lahir setelah 01-01-1995)
    5. Memperoleh setidaknya (nilai) yang ditentukan (90 persen untuk ilmu kedokteran, 70 persen untuk program sarjana lainnya) nilai rata-rata, nilai ijazah, nilai ujian nasional atau ujian internasional.
    6. Memiliki kesehatan yang baik
    Program pascasarjana:
    1. Merupakan warganegara selain Turki (mereka yang berkewarganegaraan Turki sebelumnya tidak dapat mendaftar)
    2. Tidak terdaftar sebagai mahasiswa di universitas Turki pada jenjang studi yang dilamar
    3. Meraih gelar sarjana atau master paling lambat 30 Juli 2016
    4. Berusia di bawah 30 tahun untuk program master (lahir tidak lebih awal dari 01-01-1986)
    5. Berusia di bawah 35 tahun untuk program doktor (lahir tidak lebih awal dari 01-01-1981)
    6. Memperoleh IPK setidaknya 75 persen
    7. Memiliki kesehatan yang baik
    Dokumen aplikasi: 
    Program sarjana:
    1. Aplikasi online
    2. Salinan ijazah SLTA atau dokumen yang menjelaskan bahwa calon merupakan siswa tingkat akhir
    3. Salinan transkrip nilai SLTA
    4. Salinan identitas diri yang sah (paspor, KTP, atau akte kelahiran)
    5. Foto ukuran paspor
    Program pascasarjana:
    1. Aplikasi online
    2. Salinan ijazah sarjana atau master atau dokumen yang menjelaskan bahwa kandidat merupakan mahasiswa sarjana/master tingkat akhir
    3. Salinan transkrip nilai sarjana atau master
    4. Salinan identitas diri yang sah (paspor, KTP, atau akte kelahiran)
    5. Foto ukuran paspor
    Pendaftaran: 
    Pengajuan Beasiswa Pemerintah Turki 2016 dilakukan secara online melalui laman Türkiye Scholarships:
    Buatlah akun terlebih dahulu melalui laman tersebut pada bagian “Apply Now”. Isi formulir registrasi, kemudian periksa email untuk aktivasi. Selanjutnya Anda sudah bisa log in kemudian mengajukan aplikasi online berdasarkan dokumen aplikasi yang diminta.
    Perlu diperhatikan, sebaiknya sebelum mendaftar Anda terlebih dahulu menemukan jurusan dan perguruan tinggi yang tepat untuk studi. Silakan dilihat di kolom yang tersedia.
    Pendaftaran online dibuka 29 Februari – 31 Maret 2016. Silakan daftar lebih awal sebelum deadline berakhir. Bagi kandidat yang lolos seleksi administratif, akan mengikuti tahap wawancara yang akan diberitahukan melalui email yang didaftarkan. Wawancara tersebut dapat dilakukan melalui telepon atau internet. Masalah teknis pendaftaran lainnya bisa menghubungi Türkiye Bursları Call Center : 0850 455 0 982 atau cek melalui laman Türkiye Scholarships.
  • Beasiswa Masyarakat Berprestasi

    Beasiswa Masyarakat Berprestasi

    Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi

    Program Beasiswa Unggulan dalam negeri dan luar negeri merupakan upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia baik bagi guru, pegiat sosial, seniman, siswa/mahasiswa berprestasi dan atlet peraih medali olimpiade Internasional, Juara tingkat nasional dan internasional bidang sains, teknologi, seni budaya, dan olah raga, guru berprestasi dalam berbagai bidang, pegawai/karyawan yang berprestasi dan mendapatkan persetujuan dan direkomendasikan oleh atasannya, serta pegiat sosial.
    Prioritas utama program Beasiswa Unggulan diperuntukan bagi mahasiswa untuk melanjutkan studi pada jenjang pendidikan Sarjana (S1), Magister (S2), dan atau Doktor (S3) pada perguruan tinggi minimum terakreditasi B dan program studi terakreditasi A.  Registrasi dilakukan secara online di buonline.beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id
    Persyaratan Jenjang S1
    1. Pendaftaran melalui buonline.beasiswaunggulan.Kemendikbud.go.id
    2. Usia Maksimal 22 Tahun.
    3. Status Mahasiswa Baru/On-Going maksimal semester 3.
    4. Akreditasi Program Studi A, minimal Perguruan Tinggi terakreditasi B.
    5. Nilai tujuan dalam negeri
      1. Nilai rata – rata rapot pendaftar baru minimal 8.0 (Sekolah Negeri atau Swasta).
      2. IPS pendaftar On-Going minimal 3.00 (Perguruan Tinggi Negeri) atau 3.25 (Perguruan Tinggi Swasta)
    6. Nilai tujuan luar negeri
      1. Nilai rata – rata UN pendaftar baru minimal 8.5 (Sekolah Negeri atau Swasta).
      2. IPS pendaftar On-Going minimal 3.25 (Perguruan Tinggi Negeri) atau 3.50 (Perguruan Tinggi Swasta)
    7. Kemampuan Bahasa tujuan dalam negeri TOEFL minimal 450 atau IELTS 5.0
    8. Kemampuan Bahasa tujuan luar negeri TOEFL minimal 500 atau IELTS 5.5
    9. Kelengkapan berkas:
      1. Surat penerimaan di perguruan tinggi (LoA Unconditional);
      2. Ijazah dan Transkrip nilai pendidikan terakhir;
      3. Kartu Tanda Mahasiswa dan Kartu Hasil Studi bagi mahasiswa On-Going;
      4. File proposal rencana studi (alasan mengambil prodi yang dipilih dan rencana tugas akhir);
      5. KK/KTP/Passport;
      6. Surat rekomendasi dari institusi terkait (Perguruan Tinggi asal atau tujuan).
    Persyaratan Jenjang S2
    1. Pendaftaran melalui buonline.beasiswaunggulan.Kemendikbud.go.id
    2. Usia Maksimal 32 Tahun.
    3. Status Mahasiswa Baru/On-Going maksimal semester 3.
    4. Akreditasi Program Studi A, minimal Perguruan Tinggi terakreditasi B.
    5. Nilai tujuan dalam negeri
      1. IPK pendaftar Baru minimal 3.00 (Perguruan Tinggi Negeri) atau 3.25 (Perguruan Tinggi Swasta)
      2. IPS pendaftar On-Going minimal 3.00 (Perguruan Tinggi Negeri) atau 3.25 (Perguruan Tinggi Swasta)
    6. Nilai tujuan luar negeri
      1. IPK pendaftar Baru minimal 3.25 (Perguruan Tinggi Negeri) atau 3.50 (Perguruan Tinggi Swasta)
      2. IPS pendaftar On-Going minimal 3.25 (Perguruan Tinggi Negeri) atau 3.50 (Perguruan Tinggi Swasta)
    7. Kemampuan Bahasa tujuan dalam negeri TOEFL minimal 450 atau IELTS 5.0
    8. Kemampuan Bahasa tujuan luar negeri TOEFL minimal 500 atau IELTS 5.5
    9. Kelengkapan berkas:
      1. Surat penerimaan di perguruan tinggi (LoA Unconditional);
      2. Ijazah dan Transkrip nilai pendidikan terakhir;
      3. Kartu Tanda Mahasiswa dan Kartu Hasil Studi bagi mahasiswa On-Going;
      4. File proposal rencana studi (alasan mengambil prodi yang dipilih dan rencana tugas akhir);
      5. KK/KTP/Passport;
      6. Surat rekomendasi dari institusi terkait (Perguruan Tinggi asal atau tujuan).
    Persyaratan Jenjang S3
    1. Pendaftaran melalui buonline.beasiswaunggulan.Kemendikbud.go.id
    2. Usia Maksimal 37 Tahun.
    3. Status Mahasiswa Baru/On-Going maksimal semester 3.
    4. Akreditasi Program Studi A, minimal Perguruan Tinggi terakreditasi B.
    5. Nilai tujuan dalam negeri
      1. IPK pendaftar Baru minimal 3.00 (Perguruan Tinggi Negeri) atau 3.25 (Perguruan Tinggi Swasta)
      2. IPS pendaftar On-Going minimal 3.00 (Perguruan Tinggi Negeri) atau 3.25 (Perguruan Tinggi Swasta)
    6. Nilai tujuan luar negeri
      1. IPK pendaftar Baru minimal 3.25 (Perguruan Tinggi Negeri) atau 3.50 (Perguruan Tinggi Swasta)
      2. IPS pendaftar On-Going minimal 3.25 (Perguruan Tinggi Negeri) atau 3.50 (Perguruan Tinggi Swasta)
    7. Kemampuan Bahasa tujuan dalam negeri TOEFL minimal 450 atau IELTS 5.0
    8. Kemampuan Bahasa tujuan luar negeri TOEFL minimal 500 atau IELTS 5.5
    9. Kelengkapan berkas:
      1. Surat penerimaan di perguruan tinggi (LoA Unconditional);
      2. Ijazah dan Transkrip nilai pendidikan terakhir;
      3. Kartu Tanda Mahasiswa dan Kartu Hasil Studi bagi mahasiswa On-Going;
      4. File proposal rencana studi (alasan mengambil prodi yang dipilih dan rencana tugas akhir);
      5. KK/KTP/Passport;
      6. Surat rekomendasi dari institusi terkait (Perguruan Tinggi asal atau tujuan).

    Bidang Kajian yang diselenggarakan secara reguler diprioritaskan:

    1. Manajemen Pendidikan
    2. Kurikulum dan Pedadogi
    3. Manajemen dan Kebijakan Pendidikan
    4. Perfilman
    5. Seni Pertunjukan
    6. Seni Musik
    7. Kebudayaan
    8. Perpustakaan
    9. Arkeologi (Permuseuman)
    10. Teknologi Informasi,
    11. Kebijakan Publik
    12. Pariwisata
    13. Industri Kreatif
    14. Teknologi Pangan
    15. MIPA
    16. Serta bidang lain yang menjadi prioritas nasional.
    Komponen Beasiswa Dalam Negeri
    1. Biaya Pendidikan
    2. Biaya Hidup
    3. Biaya Penelitian
    4. Biaya Buku
    5. Biaya Wisuda
    6. Biaya Asuransi

    Komponen Beasiswa Luar Negeri

    1. Biaya Pendidikan
    2. Biaya Hidup
    3. Biaya Visa
    4. Biaya Penelitian
    5. Biaya Buku
    6. Biaya Tunjangan Kedatangan
    7. Biaya Asuransi
    8. Biaya Transport Tujuan Studi

    Waktu Pendaftaran dan Proses Seleksi

    Adapun waktu pelaksanaan program Beasiswa Unggulan bagi Masyarakat Berprestasi adalah:
    Batch 1
    • Pembukaan  : 6 Januari 2016
    • Penutupan : 31 Mei 2016
    • Pengumuman seleksi administrasi : 30 Juni 2016
    • Pengumuman seleksi wawancara : Akan diberitahukan kemudian
    Batch 2
    • Pembukaan : 27 Juni 2016
    • Penutupan : 31 Agustus 2016
    • Pengumuman seleksi administrasi : 30 September 2016
    • Pengumuman seleksi wawancara : Akan diberitahukan kemudian
    1. Seleksi, dilaksanakan secara administrasi dan wawancara :
      • Seleksi administrasi Pendaftar yang telah mengajukan usulan beasiswa secara online dilakukan validasi dan verifikasi oleh Biro PKLN untuk dinyatakan lulus seleksi administrasi. Pada tahap ini adalah pendaftar yang berkasnya telah dinyatakan lengkap sesuai dengan ketentuan pendaftaran Beasiswa Unggulan.
      • Seleksi wawancara dan validasi Peserta yang lulus seleksi pendaftaran online akan mengikuti seleksi wawancara dan diwajibkan membawa seluruh data asli sesuai dengan data yang digunakan saat pendaftaran online.
    2. Pengumuman Hasil Seleksi yang lulus akan diumumkan email atau sms kepada masing – masing peserta. Bagi yang tidak lulus dapat melihat status kelulusannya pada akun masing – masing.

    Hak

    1. Dinyatakan sebagai peserta Beasiswa Unggulan berdasarkan surat keputusan Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri.
    2. Mendapatkan beasiswa berdasarkan komponen dan besaran beasiswa yang ditetapkan oleh kepala biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri.
    3. Mendapatkan layanan administrasi dan pembinaan yang dilakukan oleh Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri
    4. Mendapat pembekalan dan pembinaan non akademis (bimbingan teknis).

    Kewajiban

    1. Melaksanakan kewajiban perkuliahan sesuai ketentuan yang diberlakukan oleh perguruan tinggi hingga selesai.
    2. Menyelesaikan studinya tepat pada waktunya.
    3. Menyerahkan fotokopi ijasah dan transkrip nilai dan tugas akhir dalam bentuk softkopi setelah menyelesaikan studi.
    4. Melaporkan kemajuan akademik yang dapat dikirim secara online. Didalam laporan akademik yang paling utama dilaporkan adalah perolehan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dengan rincian mata kuliah yang diambil, kendala studi yang dihadapi, rencana kegiatan di semester/tahun yang akan datang, hal-hal lain yang berkaitan dengan studi atau Beasiswa Unggulan.

    Sanksi

    Pemberian Beasiswa Unggulan dihentikan apabila penerima Beasiswa Unggulan:
    1. Melebihi batas masa belajar yang ditetapkan;
    2. Tidak menepati perjanjian beasiswa;
    3. Menerima beasiswa lain yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara atau sumber lain yang sah dan tidak mengikat dalam komponen yang sama;
    4. Terlibat tindak pidana;
    5. Terlibat penyalahgunaan narkotika, obat terlarang, dan zat adiktif.

    Evaluasi dan Pelaporan

    Kegiatan evaluasi dilakukan untuk mengetahui perkembangan mahasiswa selama mengikuti proses perkuliahan dan dilakukan minimal sekali dalam setahun bagi semua mahasiswa penerima Beasiswa Unggulan, baik dalam maupun luar negeri. Mereka harus melaporkan hal-hal yang berkaitan dengan akademiknya dan hal-hal lainnya. Kegiatan evaluasi juga dilakukan di beberapa program studi penyelenggara Beasiswa Unggulan di dalam negeri.
    Semua penerima Beasiswa Unggulan wajib mengirimkan LAPORAN AKADEMIK yang dikirimkan secara online melalui website Beasiswa Unggulan. Evaluasi juga dapat dilakukan secara kunjungan langsung kepada peserta Beasiswa Unggulan dimana studi oleh tim evaluasi yang telah ditetapkan. Pembayaran beasiswa tahap selanjutnya akan diproses setelah penerima Beasiswa Unggulan mengirimkan laporan akademik.
    Lebih lengkap:
  • Perpisahan dengan siswa kelas IX

    Perpisahan dengan siswa kelas IX

    Sarilamak,(Inmas)-Serentetan pagelaran Seni Islam ditampilkan pada acara Perpisahan dengan siswa kelas IX dibeberapa Madrasah dan Pondok pesantren di Kabupaten Limapuluh Kota. Tak ketinggalan Pondok Pesantren Darul Funun El Abbasiyah Padang Japang Kecamatan Guguak.

    Perpisahan yang dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Limapuluh Kota H. Gusman Piliang mendapat apresiasi dari berbagai pihak. baik dari Gusman sendiri, orang tua, majlis guru dan komite. Dalam sambutan nya Gusman mengapresiasi pagelaran yang disuguhkan oleh siswa kelas VII sampai XII. Pagelaran seni bernuansakan Islam. Inilah yang harus kita pertahankan. Mewujudkan segala macam perilaku yang mencerminkan bahwa kita adalah siswa madrasah sekaligus santri Pondok Pesantren yang berakhlaqul Karimah.

    Lebih lanjut Gusman menjabarkan bahwa Pondok Pesantren tidak boleh kalah dengan madrasah. Pada Dasarnya Ponpes dan madrasah adalah satu kesatuan sebagai sebuah lembaga pendidikan. Pondok Pesantren sendiri harus selalu dikembangkan dan dihidupkan di tengah-tengah masyarakat.Kementerian Agama sebagai Leading Sector akan selalu memberikan bimbingan dan motifasi dalam kemajuan pondok pesantren di Limapuluh Kota, tutup Gusman.

    Dari sejumlah madrasah dan Pondok Pesantren yang menggelar perpisahan dengan siswanya Gusman selalu menyempatkan hadir. Darul Funun sendiri adalah kali kedua yang dikunjungi Gusman dalam menghadiri perpisahan setelah sehari sebelumnya di MTsN Dangung-Dangung.

    Pada kesempatan yang sama Putra Kubang ini juga menyerahkan Piagam Penghargaan dan bonus kepada santri tahfizh yang telah mencapai target.Adia Putra, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Funun El Abbasiyah Padang Japang dalam sambutannya menyamapaikan pada tahun pelajaran 2015/2016 sebanyak 63 santri dari tingkat Tsanawiyah dan 24 orang santri dari tingkat Aliyah telah melaksanakan Ujian Nasional. Satu kebanggaan bagi kami warga Ponpes Darul Funun adalah bahwa pada tahun 2016 Ponpes ini adalah satu-satunya madrasah yang mendapat bimbingan dan pengelolaan dari Kementerian Agama secara khusus.

    Mencapai ini semua tidaklah mudah. Segala usaha dan kerja sama dari berbagai pihak telah menjadikan ponpes ini dilirik oleh masyarakat. Untuk itu kami selaku pimpinan mengucapkan terima kasih. semoga dengan segala usaha dan upaya kita akan mengantarkan Pondok Pesantren kearah yang lebih baik, pungkas pria yang sudah memasuki masa purna bakti ini.

    Satu hal yang menghidupkan pagelaran perpisahan di Ponpes Darul Funun El Abbasiyah adalah sesi dimana santri, orang tua dan majlis guru disandingkan dan saling memberi maaf. Moment yang cukup menguras air mata bagi para tamu yang hadir.(Nina)|Mira

    https://sumbar.kemenag.go.id/berita/366841/gusman-piliang-hidupkanlah-nuansa-pondok-pesantren-di-tengah-tengah-masyarakat

  • Bagaimana Kebiasaan Terlambat Shalat Membuat Tidak Produktif

    Bagaimana Kebiasaan Terlambat Shalat Membuat Tidak Produktif

    Ditranslasikan oleh: Arif Abdullah A
    Pranala asli: http://productivemuslim.com/chronically-late-for-salah
    Penulis: @AbuProductive on Twitter | ProductiveMuslim on Facebook

    “Allahu Akbar… Allahu Akbar…”

    Saya mendengar adzan melalui jendela di kantor dan juga melihat reminder di laptop; ini waktunya shalat dzuhur.”

    Beberapa menit sebelumnya, baru saja merasa kerja saya ada progres dan saya tidak mau momen tersebut hilang. Sehingga saya membatin, ok masih ada 20 menit lagi sampai qomat. Biarkan saya selesaikan, dan sampai waktunya, insyaallah.”

    25 menit kemudian, saya tahu shalat sudah dimulai dan saya tergesa-gesa untuk mengirimkan email terakhir sebelum bergegas untuk cepat berwudhu dan bergabung dalam saf shalat. Dan saya terlambat, LAGI!!”

    Dan ini bukan hanya tentang shalat dzuhur, tapi semua shalat 5 waktu: terlambat shubuh karena saya lambat, terlambat dzuhur karena kerja dan kuliah, terlambat magrib karena waktu pulang, terlambat isya’ karena makan malam!

    Dan setiap saya terlambat, saya kecewa, dan bertekad “ok, ini terakhir kalinya saya lambat shalat!” dan ternyata? untuk waktu shalat berikutnya, saya masih juga terlambat. Faktanya, saya adalah salah satu makmum yang memang selalu terlambat setiap pergi shalat ke masjid/mushalla.

    Pada awalnya, saya menganggap enteng hal ini. Bahkan, saya terjebak dalam jebakan klasik dari setan dan mengatakan pada diri saya: alhamdulillah, setidaknya saya shalat dan di masjid! masyaallah, berapa banyak yang tidak pergi ke masjid ataupun tidak shalat sama sekali! Tapi perlahan saya menyadari, keterlambatan ini mempengaruhi karakter saya, dia mempengaruhi mental produktif saya.

    Kenapa sering terlambat shalat buruk buat kita?

    Ketika kita sering terlambat untuk shalat, hal ini menjadi gambaran yang tepat tentang kondisi dan karakter kita, bahwa kita tidak terlalu disiplin, tidak berkemauan kuat, kurang integritas dimana kita seharusnya berada tepat waktu memenuhi janji paling penting pada hari tersebut, dan mungkin kita tidak dapat diandalkan.

    Tidak ada yang suka untuk menyatakan diri bahwa mereka tidak dapat diandalkan ataupun kurang disiplin, tetapi actions speak louder than words, dan terlambat shalat adalah rambu pertama kalau kita terperosok lebih dalam terlambat di segala hal.

    قالُ الحَسنُ البَصري:

    إذَا هَانَت عَليكَ صَلاتك فَمَا الذي يَعـزُ عَليـكْ ؟!!

    .بقدر ماتتعدل صلاتك تتعدل حياتك

    ألم تعلم أن الصلاة اقترنت بالفــلاح …

    “حي على الصــــــــلاة حي على الفـــلاح”،

    ، فكيف تطلب من الله التوفيق وأنت لحقه غير مجيب

    Al-Hasan Al-Basri raḍyAllāhu 'anhu (may Allāh be pleased with him) berkata:

    “Jika shalat menjadi prioritas kita yang terakhir, kemudian apa yang menjadi prioritas pertama kita? Sebanyak usaha kita memperbaiki shalat kita, hidup kita akan berangsur membaik. Tidakkah kita tahu jika shalat berbanding lurus dengan kesuksesan: ‘menuju Shalat, menuju sukses’. Bagaimana kita bisa meminta pertolongan Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) untuk sukses, ketika kita tidak memberikan hak Allah?”

    Jika kita merasa kenapa rezki kita terlambat, terlambat menikah, dalam karir, dalam kesembuhan, lihatlah shaat kita: apakah kita suka menunda-nunda?

    Kenapa kita menunda untuk shalat?

    Ketika kita mencoba merenungi lebih dalam dan bertanya dalam diri kita kenapa kita SELALU terlambat, dia bersumber kepada 3 alasan spiritual dan 3 alasan praktis:

    Alasan Spiritual

    1. Kurang memahami tentang Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He)
    2. Kurang mengetahui bagaimana Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) menghadiahkan shalat kepada ummat Nabi Muhammad, melalui Isra’ dan Mi’raj).
    3. Tidak paham tentang hubungan shalat dan rizki.

    Alasan Praktis

    1. Meremehkan proses menuju shalat hanya memerlukan waktu sebentar.
    2. Suka menunda-nunda
    3. Menikmati terburu-buru

    Bagaimana berlepas diri dari kebiasaan terlambat dalam shalat?

    Terbiasa terlambat dalam shalat adalah sebuah pola kebiasaan dan ketika kita mengetahui bagaimana pola kebiasaan ini terbangun, kita bisa membuat improvisasi kecil dalam kehidupan sehari-hari dan pola pikir kita, membangun sebuah pola baru yang membantu kita untuk shalat tepat pada waktunya setiap saat. Berikut beberapa cara yang dapat membantu:

    1. Mengambil alih masalah, menyadari bahwa ini adalah masalah yang perlu di perbaiki.
    2. Memahami keterlambatan menjadi masalah pada keimanan kita.
    3. Mencatat manfaat dari shalat pada waktunya
    4. Mengambil waktu pada saat azan
    5. Menargetkan sampai 5-15 menit lebih awal
    6. Mengkalkulasikan waktu kita
    7. Menyimpang barang-barang pada tempat yang jelas
    8. Memanfaatkan jam shalat, baik jam dinding ataupun applikasi dalam gadget kita
    9. Membuat perencanaan hidup kita diantara waktu shalat, bukan sebaliknya.
    10. Jangan membiarkan ataupun meletakkan sesuatu antara diri kita dan shalat.

    Tips in action

    “Allahu Akbar… Allahu Akbar…”

    Saya mendengar adzan melalui jendela di kantor dan juga melihat reminder di laptop; ini waktunya shalat dzuhur.

    Saya berhenti mengerjakan segala aktifitas, ada 30 menit untuk beres-beres, bersiap untuk berwudhu dan melangkahkah kaki ke masjid. Saya sampai 10 menit awal, shalat sunnah, berdoa dan membaca Al-Quran. Saya shalat berjamaah di shaf pertama, dan duduk sebentar setelah shalat untuk berdzikir, dan kemudian shalat sunnah. Saya kembali ke kantor dengan segar, semangat baru dan siap untuk bekerja produktif kembali.

    Sungguh sangat berbeda dari keterburu-buran sebelumnya, dan terlambat shalat.

     

    Final note

    Ini adalah hal yang selalu teringat dalam fikiran untuk pergi shalat lebih awal: Nabi Muhammad ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) mengajarkan kita bahwa pada hari akhir ketika penghuni surga memasuki surga, dan penghuni neraka memasuki neraka, ada hari khusus setiap minggu (hari jumat menurut mayoritas hadits), ketika penghuni surga akan dipanggil Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He). Pada hari itu, kita akan duduk bershaf dan berdialog dengan Allah  subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He). Dan yang poin yang menarik adalah: Seberapa dekat kita dengan Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) pada hari tersebut, pada shaf mana kita duduk, bergantung pada seberapa awal kita pergi untuk shalat berjamaah.

    Dari ‘Alqamah: “Saya pergi bersama Abdullah pada hari (shalat) Jumat, dan menjumpai tiga orang yang sampai terlebih dahulu. Dia berkata: yang keempat, dan yang keempat tidak jauh. Saya mendengar Nabi berkata: “pada hari kebangkitan manusia akan berkumpul dekat dengan Allah berdasarkan pada seawal mana mereka datang ketika hari (shalat) Jumat, yang pertama, kedua, dan ketiga”, kemudian beliau berkata: yang keempat, dan yang keempat tidak jauh” [Ibn Majah]

    Mereka yang selalu berusaha untuk mendapatkan shaf pertama di masjid dalam shalat berjamaah akan menjadi yang terdekat dengan Allah pada hari tersebut. Sekarang mari berfikir seperti ini: Jika sepanjang minggu, kita mencoba mempraktekkan shalat 5 waktu diawal dan tepat waktu, bukankah untuk lebih mudah untuk datang awal untuk berjamaah?

    Bukankah tidak ada yang lebih nikmat selain menjadi lebih dekat kepada Allah.

    Semoga Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) menjadikan kita semua termasuk mereka yang berada di depan dalam dunia ini dan hari kemudian.

  • Sekolah LN: Aberdeen Scootland

    Sekolah LN: Aberdeen Scootland

    Persiapkan dirimu, jika kesempatan serupa datang tahun depan.

    Inggris termasuk negara yang memiliki populasi muslim terbesar dan negara yang ramah dengan muslim, kita dengan mudah dapat menjumpai komunitas muslim lokal ataupun mendapatkan daging halal.

    Di kesempatan yang sama, ada banyak majlis-majlis ilmu islam yang diisi oleh orang-orang kompeten.

    —–

    Sekolah ke LN, Aberdeen Skotlandia.

    Persiapkan diri dari skrg, tahun lalu pendaftaran dibuka pada bulan april.

    Bagi yang ingin melanjutkan studi ke LN putra/inya yg baru lulus SMA, SMK, atau sederajat.

    University of Aberdeen (univ no.3 tertua di Scotland dan no.5 tertua di UK) membuka kesempatan beasiswa program undergraduate khusus untuk calon mahasiswa dari India, Thailand, Malaysia dan INDONESIA Deadline 29 April.

    Full scholarship termasuk travel, tuition fee dan stipend (uang bulanan).

    Info detil silakan diunduh dari link berikut:
    http://www.abdn.ac.uk/funding/details.php?funding_id=300

    Summary

    The University of Aberdeen and HSBC are looking for fresh talent through a new scholarship scheme worth £99,000 over 4 years.

    Description

    Ever thought you would make a fantastic international student in the UK?

    Are you from India, Indonesia, Thailand or Malaysia* ?

    Are you the first member of your immediate family to attend university?

    Do you need financial support to allow you to pursue a university education? Have you been offered a place at the University of Aberdeen starting in September 2016?

    If you have answered “Yes” to all these questions, the University of Aberdeen and HSBC are offering you the chance to win a fully funded undergraduate Scholarship for the University of Aberdeen worth £99,000 over four years, which includes tuition fees, travel and maintenance (stipend) costs.

    Eligibility

    Indian, Indonesian, Thai or Malaysian nationals, who are normally resident in the relevant country i.e. India, Indonesia, Thailand or Malaysia, and classified as paying international students fees, commencing a full time undergraduate degree at the University of Aberdeen in September 2016 are eligible to apply.

    Applicants must have received a conditional or unconditional offer at the University of Aberdeen starting in September 2016. Only those who have made Aberdeen their first (firm) choice will be considered. Students need to be year 1 entrants. Advanced entrants are not eligible.

    Preference will be given to those applicants who have not studied in the UK before.

    A full list of eligible subject areas can be found with the application form. Applicants for Medicine are not eligible to apply.

    Full terms and conditions attached below.

    Criteria

    Send us a completed application and a short video clip up to a maximum of 1 minute long – and do make sure it is no longer than 1 minute or the video won’t be accepted – telling us what a university degree, particularly from the University of Aberdeen, would mean to you. You can decide on the best way to tell us your story but remember it cannot be any longer than a minute.

    You also need to include a copy of your passport, one academic reference and a copy of your high school transcript to date.

    We need to receive your video clips, application form and all supporting documentation by 29 April 2016, so time to start working on those video clips!

    Application Procedure

    To be considered for the Sir Thomas Sutherland Scholarship you must:

    1. Return the application form, with all sections completed
    2. Submit a video clip of a maximum of 1 minute in duration
    3. Include a copy of your passport
    4. Include one academic reference
    5. Include a copy of your high school transcript to date

     

  • Kesempatan Studi Universitas Al-Azhar Mesir

    Kesempatan Studi Universitas Al-Azhar Mesir

    Kabar baik bagi pencinta Al-Azhar telah diterbitkan. Informasi sudah didapatkan, dan pertanyaan-pertanyaan mulai muncul di kepala, salah satunya tahapan-tahapan yang harus dilalui hingga kaki benar-benar berdiri di Universitas Al-Azhar Mesir. Tahapan ini perlu untuk dipahami dan dicermati agar tidak salah arah dan langkah dalam menjalani proses demi proses ke Universitas Islam tertua tersebut. Berikut tahapannya secara berurutan:

    Cek berkas & update tahapan seleksi:
    http://maba.waag-azhar.or.id/index.php

    1. Daftar Seleksi. Masing-masing peserta seleksi harus mendaftarkan diri secara online melalui laman website ini atau Diktis.kemenag.go.id tanpa diwakilkan. Jangan Lupa untuk mencetak kartu peserta. Masa perndaftaran online ini dibuka dari tanggal 7 Mei sampai dengan 15 Mei 2016. Setelah tanggal tersebut secara otomatis formulir online tertutup
    2. Menyerahkan Berkas Seleksi. Peserta wajib menyerahkan berkas yang dibutuhkan yaitu: Kartu Peserta, Fotokopi Ijazah atau surat keterangan lulus, dan Pas Foto 3×4 2 lembar. Jangan lupa untuk membawa kartu identitas, boleh KTP, kartu santri, kartu pelajar, dan SIM. penyerahan dilakukan pada tanggal 16 s.d. 18 Mei 2016 (Ralat)
    3. Mengikuti Seleksi. Masing-masing peserta wajib mengikuti seleksi dan tidak dapat diwakilkan oleh siapapun. Seleksi dilaksananakan tanggal 19 Mei 2016 di sembilan kampus Islam terkemuka di Indonesia. Tidak ada seleksi susulan.
    4. Lulus Seleksi. Untuk mengikuti tahapan selanjutnya, masing-masing Calon mahasiswa baru Al-Azhar harus lulus seleksi tanpa terkecuali apakah itu program beasiswa maupun program non Beasiswa atau lazim disebut program Mandiri. Hasil seleksi sendiri akan diumumkan pada tanggal 30 Mei 2016.
    5. Menyiapkan Berkas Pendaftaran Universitas. Setelah dinyatakan lulus, masing-masing peserta sesegera mungkin menyiapkan berkas yang wajib diserahkan. Berkas-berkas yang dimaksud “ lihat menu Pemberkasan” adalah: Paspor Asli, Akta Asli, Fotokopi Ijazah dan transkrip nilai yang telah dilegalisir, Pasphoto 4×6 20 lembar, dan lain-lain.
    6. Pendaftaran Pemberkasan. Bagi peserta yang lulus seleksi diharuskan mendaftarkan pemberkasan secara online pada laman ini, yaitu pada menu “Formulir Pemberkasan”. Data yang dimasukan adalah data terperinci yang tidak boleh keliru seperti pilihan jurusan fakultas di Al-Azhar, dan data-data yang sifatnya individual lainnya. Formulir tidak perlu dicetak. Pendaftaran dapat dilakukan dari tanggal 1 s.d. 15 Juni 2016, dan telah (Diperpanjang hingga 23 Juni 2016).
    7. Penyerahan Berkas dan Administrasi. Masing-masing peserta menyerahkan berkas dan administrasi pendaftaran ke Kantor IAAI Indonesia baik secara langsung maupun melalui jasa pengiriman kilat JNE atau TIKI. Penyerahan bisa dilakukan sendiri-sendiri maupun secara kelompok. Bagi kelompok harus datang langsung tidak boleh dikirimkan. Penyerahan berkas ini dijadwalkan tanggal 16 s.d. 25 Juni 2016 dan masih dapat berubah.
    8. Pengambilan Visa. Paspor yang telah mendapatkan visa pelajar dapat diambil langsung di kantor IAAI Indonesia. Jadwal pengambilan Visa disesuaikan dengan jadwal Kedutaan Mesir di Jakarta.
    9. Calon mahasiswa yang telah mengurus peberkasan, administrasi dan visa nya akan segera diberangkatkan mulai minggu kedua bulan Agustus hingga akhir Agustus 2016 dengan maskapai Egypt Air.
    10. Mengikuti seleksi Tahdid Mustawa di Markaz Lughah. Calon mahasiswa yang telah sampai di Cairo akan mengikuti seleksi tahdid mustawa yang jadwalnya masih dalam pembicaraan.
    11. Tahapan Akhir. Selamat anda telah menjadi Al-Azhary. Pada tahap ini anda merupakan agen dan duta Indonesia di tanah Mesir yang mempunyai tugas untuk belajar dan mengukir prestasi. Setelah lulus nantinya, anda akan kembali ke Indonesia dan menjadi duta Al-Azhar yang mengedepankan sikap moderasi Islam.