Tag: Depag

  • Kolaborasi Memperkuat Sistem Zonasi Sekolah

    Konsep pendidikan menengah Nasional tidak hanya disusun dari dengan konsep zonasi saja tetapi juga didukung oleh beberapa konsep lainnya seperti: Dana BOS untuk semua siswa tak terkecuali dari sekolah negeri ataupun swasta, sertifikasi guru yang juga tidak terkecuali untuk guru yang mengajar di sekolah negeri ataupun swasta, bantuan pembangunan yang juga diperuntukkan khususnya nya di daerah, tak terkecuali sekolah negeri ataupun swasta seperti pesantren, dan dukungan-dukungan lain dari sistem yang lainnya, seperti kartu sosial.

    Sehingga kita perlu melihat secara luas bagaimana potensi konsep ini dikembangkan lebih lanjut sehingga dapat memberikan fasilitas pendidikan yang layak lebih baik kepada siswa didik masyarakat yang lebih luas, dan yang perlu ditekankan dalam konsep ini adalah pemerataan pendidikan ertinya pendidikan bukan lagi milik kaum elite orang pintar ataupun orang kaya.

    Konsep zonasi ini perlu kita dukung dan juga kita tindak lanjut I secara internal mahupun external institusi sekolah sehingga upaya ini tidak terputus ataupun terkendala di tengah jalan sehingga tujuan dari program sekolah ini dapat memaksimalkan dengan baik.

    Ada beberapa hal yang perlu di pertimbangkan untuk memperkuat konsep zonasi ini yakni:

    Pertama, perlu melibatkan semua sekolah.

    Perlu dipahami oleh semua pihak, bahwa sistem sekolah di Indonesia terdiri dari dua macam yakni, kurikulum Dikbud dan kurikulum Depag, pada umumnya kedua kurikulum ini sama baiknya, walaupun di beberapa kondisi sedikit memberatkan siswa yang menggunakan kurikulum Depag.

    Perlu diketahui juga bahawa sekolah di Indonesia secara umum terdiri dari sekolah negeri yang dikelola oleh pemerintah dan sekolah swasta yang dikelola baik oleh masyarakat institusi perusahaan ataupun yayasan.

    Untuk menjadikan rupanya semua pihak ini berkolaborasi dan sama-sama dapat dimanfaatkan dandy optimalkan untuk mencapai tujuan dan misi pendidikan Nasional tentunya hal ini akan dapat lebih mudah dilaksanakan.

    Adalah baik jika rupanya zonasi ini juga didukung oleh data sekolah swasta di daerah tersebut. Sehingga calon siswa didik pun memiliki cukup alternatif.

    Kedua, integrasi data Dikbud dan Depag.

    Tidak dapat dipungkiri sejak beberapa periode ini database dari sekolah tidak dapat dijadikan acuan, bahkan informasi database yang ada justru kalah dari database yang disediakan secara terbuka yakni oleh Google Map.

    Ketiga, merumuskan kategori sekolah yang berkembang di Indonesia

    Ada banyak jenis sekolah selain status negeri ataupun swasta, diantaranya sekolah yang memiliki muatan lokal keagamaan lebih banyak seperti agama Kristian, agama Hindu, agama Buddha. Ataupun sekolah yang memfasilitasi asrama.

    Dengan adanya kategori di atas sebetulnya lebih mudah untuk pihak sekolah menjadikan konsep Jonas ini sebagai panduan bahawa mereka tidak dapat menolak rekomendasi anak calon anak didik yang berasal dari zonasi mereka.

    Keempat, fokus kepada kemampuan anak didik, menghaluskan penilaian

    Jika kita melihat sistem yang dikembangkan oleh negara-negara maju seperti finlandia, di mana mereka menghilangkan sistem ranking atau lebih tepatnya menghaluskan konsep kompetisi untuk tidak terlihat vulgar sehingga bisa menjaga mentalitas anak untuk tetap positif walaupun memiliki kesulitan dalam perkembangannya.

    Signifikan dengan upaya di atas adalah menghapus sistem tinggal kelas kerana keterbatasan kemampuan anak didik, ataupun secara lebih luas juga kemampuan financial orang tua. Indikasi lari hal tersebut adalah sekolah menerima siswa berdasarkan usia bukan berdasarkan kemampuan ataupun ijazah rapor sekolah.

    Di negara maju berdasarkan pengalaman penulis, perlu juga dilakukan simplifikasi baik dalam seragam atribut mahupon birokrasi, sehingga kita secara umum dapat memahami bahawa pendidikan adalah proses yang harus dilalui bukan sebagai tantangan ataupun rintangan yang memiliki potensi gagal untuk dilalui.

    Kelima, pemerataan biaya pendidikan

    Dengan adanya bos dan juga sertifikasi guru sebetulnya sudah dapat menjadi tolok ukur bah biaya minimum operational sekolah yang di tanggung oleh negara.

    Anggaran ini sebenarnya dapat juga di tambah oleh pemerintah daerah hingga pemerintah desa, sehingga dana untuk setiap anak menjadi lebih banyak, ia akan memudahkan sekolah untuk memberikan pendidikan.

    Untuk mempermudah akuntabilitas dana bantuan tersebut dijaminkan oleh pemerintah daerah hingga pemerintah desa  dan diperuntukkan ke individu tersebut walaupun penyerahannya kepada pihak sekolah, seperti bantuan yang dilakukan oleh pihak pemberi beasiswa.

    Jika upaya ini dilakukan kita harapkan upaya pemerataan pendidikan dan memberikan akses sekolah kepada seluruh golongan masyarakat akan dapat tercapai. Karena tantangan global sebagai negara masyarakat begitu competitive, yang menjadikan kita perlu mengevaluasi cara dan pendekatan pendidikan kita selama ini.

    Semoga apa yang kita usahakan bersama-sama ini dapat memberikan nilai tambah dan meningkatkan daya saing anak didik untuk meneruskan pendidikan yang lebih tinggi yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi besar pada pengembangan sumber daya manusia secara Nasional.

  • Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke 70

    Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke 70

    Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke 70, untuk Limapuluh Kota dipusatkan di lapangan Perguruan Darul Funun Padang Japang komplek Pesantren yang juga sarat nilai sejarah.

    Sarilamak, InmasKementerian Agama telah menunjukan eksistensinya selama 70 tahun sejak dilahirkan pada 3 Januari 1946, dimana untuk pertama kalinya di nahkodai oleh Menteri Agama almarhum Haji Mohammad Rasjidi.

    Kelahiran Kementerian Agama merupakan hasil dari sidang Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang menghendaki pada negara Indonesia yang merdeka urusan Agama ditangani oleh satu Kementerian tersendiri. Upacara peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke 70, untuk Limapuluh Kota dipusatkan di lapangan Perguruan Darul Funun Padang Japang komplek Pesantren yang juga sarat nilai sejarah. Upacara dihadiri H. Iryanis, S. H Asisten Administrasi Umum Kab. Bupati Limapuluh Kota, Kapolres, Kajari, Ketua PN, Ketua PA dan Kepala SKPD di Lingkungan Pemda Lima Puluh Kota, tampak juga hadir para pesiunan PNS Kemenag serta tokoh masyarakat Lima Puluh Kota.

    Bertindak sebagai inspektur upacara Iryanis membacakan sambutan tertulis Menteri Agama menyampaikan,Kementerian Agama hadir sebagai penjelmaan cita-cita dan kepribadian bangsa Indonesia yang religius. Eksistensi Kementerian Agama merefleksikan hadirnya negara untuk member jaminan terhadap kehidupan beragama dan kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk Memeluk agamanya dan untuk beribadat sesuai keyakinan yang dianutnya.

    Peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama membawa pesan kepada kita semua untuk bersama-sama mewujudkan supremasi nilai-nilai ke-Tuhanan dan keagamaan sebagai spirit pembangunan bangsa yang tidak dapat tergantikan. Sesuai dengan tema, Meneguhkan Revolusi Mental Untuk Kementerian Agama yang Bersih dan Melayani.

    Dihubungi setelah pelaksanaan upacara, H.Gusman PiliangKakan Kemenag Limapuluh Kota didampingi Drs. Ifkar, M. Ag Kasubag TU dan H. Safrijon Ketua Pelaksana HAB ke 70 menyampaikan, apresiasi serta ucapan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan upacara ini sehingga berjalan dengan penuh hikmat, tertib dan meriah.

    Terkhusus saya sampaikan apresiasi kepada keluarga besar Perguruan Darul Funun Padang Japang, yang pada tahun ini diamanahkan sebagai tuan rumah pelaksanaan upacara, menukuk disampaikan, saya mengajak seluruh aparatur Kemenag untuk dapat menghayati sekaligus mengamalkan pesan moral dari tema HAB tahun ini, dengan harapan seluruh capaian prestasi yang telah kita pahat bersama, pada masa yang akan datang perlu kita tingkatkan bersama.

    Mudah-mudahan peringatan HAB tahun ini tidak hanya menjadi kegiatan serimonial yang kering subtansi, simpul Bapak pengemar olah raga ini. Upacara berjalan dengan penuh hikmat, pengibaran bendera merah putih dilaksanakan tim Pakisbra MAS Darul Funun, Tim Korsik MAN Padang Japang, dalam rangkaian upacara HAB ke 70 juga diserahkan secara simbolis penghargan Satya Lencana Satya bagi PNS yang telah mengabdi 10, 20 dan 30 tahun, serta beasiswa dari UPZ Kemenag Lima Puluh Kota kepada peserta didik dari berbagai Madrasah Lima Puluh Kota. (APP/Rina)

    https://sumbar.kemenag.go.id/berita/318961/asisten-iii-inspektur-hab-ke-70-limapuluh-kota