Tag: sapi

  • Wapres RI Serahkan Qurban Sapi Limosin 940 Kg Melalui MUI

     

     JAKARTA—Wakil Presiden (Wapres) RI KH Ma’ruf Amin pada Hari Raya Idul Adha kali ini menyerahkan hewan qurban sebanyak 18 ekor sapi dan tujuh ekor kambing di beberapa masjid dan organisasi masyarakat (ormas).

    Salah satunya, Wapres Ma’ruf menyerahkan seekor sapi berjenis limosin seberat 940 kg kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat melalui Sekretariat Wakil Presiden, pada Sabtu (9/7/2022).

    Wapres Ma’ruf menyampaikan, menyembelih hewan qurban merupakan pelaksanaan tuntunan agama sebagai wujud kepatuhan dan ketaatan kepada Allah SWT.

    Selain itu, lanjut dia, berqurban juga mengandung dampak sosial yang positif karena dagingnya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

    “Qurban dapat menjadi bukti kepekaan sosial bagi kita untuk berbagi dan peduli kepada sesama apalagi pasca pandemi seperti sekarang ini,” ungkap Wapres dalam tayangan video, Sabtu (09/07/2022).

    Untuk itu, kata Wapres, menyembelih hewan qurban hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan), bahkan ada ulama yang mewajibkan karena besarnya manfaat yang dihasilkan.

    “Umat Islam sangat dianjurkan setidak-tidaknya sebagai sunnah muakkadah untuk menyembelih qurban. Bahkan di antara ulama ada yang mewajibkan untuk menyembelih qurban,” tuturnya

    Dikonfirmasi secara terpisah, Ketua Panitia Qurban MUI Pusat, KH Rofiqul Umam Ahmad, menyampaikan terima kasih atas penyerahan hewan qurban dari Wapres  Ma’ruf Amin untuk disalurkan kepada masyarakat melalui MUI.

    “Insya Allah kami akan menunaikan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya,” paparnya. (A Fahrur Rozi, ed: Nashih)

  • Cacing Pita di dalam Sapi, berbahayakah?

    Cacing Pita di dalam Sapi, berbahayakah?

    Segera setelah hewan qurban disembelih dan organ dalam dikeluarkan (evisceration), dokter hewan bertugas memeriksa kondisi HATI dan LIMPA hewan kita. Mereka memastikan apakah ada tanda2 penyakit hewan berbahaya, seperti penyakit ANTHRAX. (Jazakallah kepada tim dokter hewan yang istiqomah bertugas).

    Namun adakalanya kita sendiri melihat ada cacing pada hati sapi, kita menyebutnya cacing pita. Cacing yg bentuknya tipis memanjang seperti pita tersebut memang sering berkeliaran di rongga2 hati sapi. Sebagai orang awam, kadang kita menganggapnya berbahaya, padahal tidak. Bahkan ada yg ketakutan dan menganggapnya seolah-olah sama dgn cacing pita babi yg sangat berbahaya itu…

    Ini kalau ingin lihat video cacing pita BABI (http://animal.discovery.com/tv-shows/monsters-inside-me/videos).

    Namun, sifat cacing pita sapi (Taenia saginata) maupun cacing hati sapi (Fasciola hepatica) sangat berbeda dengan cacing pita babi (Taenia solium). Perbedaannya:

    a. Cacing pita sapi menjadikan tubuh sapi sebagai tempat persinggahan pertama dan terakhir. Sebaliknya, cacing pita babi menjadikan tubuh babi sebagai tempat persinggahan pertama dan masih bisa bermigrasi di tempat yg lain (seperti manusia).

    b. Ukuran cacing pita sapi besar dan bisa dilihat dgn mata telanjang (lebar 0,2-0,7cm & panjang 2-7cm). Kalau cacing pita babi itu sangat kecil, bahkan telurnya mikroskopis (tidak bisa dilihat tanpa mikroskop).

    c. Dengan direbus, cacing hati sapi akan langsung MATI dan AMAN dikonsumsi. Namun, kalau cacing pita babi tidak akan mati meski dimasak hingga mendidih. Jika kita mengkonsumsi daging babi yg tercemar telur cacing pita, di dalam tubuh ia menetas kemudian berkembang biak. Jika ia bertelur (ribuan), telur yg mikroskopis tadi bisa ikut aliran darah kemana-mana, bahkan bisa ke otak. Maka tidak heran kalau ada konsumen babi yg mengeluhkan rasa sakit luar biasa di kepalanya.

    Na’udzubillaahi min dzaalika…

    Semoga bermanfaat…
    Allaahu a’lam bish-showwab

    http://www.stanford.edu/class/humbio103/ParaSites2001/taeniasis/solium2.html

    Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P
    Sumber: http://kibar-uk.org/2012/09/22/cacing-pita-di-dalam-sapi-berbahayakah/