Site icon Darulfunun El-Abbasiyah

Ulang Tahun dan Permintaan Maafku

Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas
Ciputat, 15 Febuari 2022,
Pukul 05.54 WIB.

Berdasarkan kalender masehi, aku ulang tahun hari ini. Banyak orang yang menyampaikan kepadaku, ucapan selamat berbahagia. Di satu sisi aku senang, tapi disisi lain aku takut dan ketakutan. Apa yang membuat aku takut? Karena lewat peristiwa ulang tahun ini, disitu ada isyarat bahwa waktu bagiku untuk hidup di dunia ini tinggal tersisa sedikit lagi.

Dulu ketika aku masih muda, aku sangat takut mati, tapi sekarang bukan kematian lagi yang menakutkanku, tapi bagaimana nasibku nanti setelah kematian itu tiba, itulah yang sangat mengerikan dan menghantui diriku, karena kalau apa yang aku lakukan sepanjang hayatku lebih banyak buruknya daripada baiknya menurut tuhan, maka alamat diriku akan celaka dan binasa, karena berarti sengsara dan deritalah yang akan aku alami dan akan aku hadapi.

Dosa kepada tuhan mungkin akan bisa aku hapus kalau aku bertobat dan minta ampun secara bersungguh-sungguh kepadaNya. Tapi dosa kepada sesama, inilah yang akan bisa membuat diriku menjadi manusia yang muflis dan terpuruk serta bangkrut sebangkrut-bangkrutnya.

Karena hal demikian, akan bisa membuat pahala dan kebaikan yang aku perdapat menjadi tergerus sehingga tidak mustahil tidak ada lagi amal kebajikanku yang tersisa karena semua telah diambil oleh orang lain yang kepadanya aku pernah berbuat dosa, bahkan untuk menutupinya aku terpaksa dan harus mengambil dan memanggul dosa-dosa mereka sebagai penebus kesalahanku kepadanya.

Aku benar-benar tidak mau hal itu terjadi menimpa diriku. Untuk itu, dalam kesempatan ulang tahunku sekarang ini, aku ingin menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak tanpa menyebut nama dan gelarnya, agar aku nanti di akhirat sana tidak terbebani oleh hal-hal yang sebenarnya bisa aku urus dan selesaikan ketika aku masih hidup dan ada di dunia ini.

Adapun tentang hal-hal yang menyangkut dosa dan kesalahan orang lain kepadaku, sebesar apapun kesalahan yang mereka perbuat terhadapku, maka pintu maafku jauh lebih besar dan lebih luas dari itu. Karena semuanya telah terlebih dahulu aku maafkan.

Akhirnya, sebagai seorang hamba aku berdoa, semoga kita semua bisa hidup senang dan bahagia. Tidak hanya ketika kita ada di dunia ini saja, tapi juga ketika kita semua nanti sudah ada di akhirat sana, di tempat dimana kita harus mempertanggung jawabkan semua yang kita lakukan kepada Allah SWT. Dzat yang maha kuasa yaitu tuhan dari seluruh alam semesta.

Akhirnya aku berharap semoga taufik dan hidayah serta ‘inayah dan ridhoNya selalu ada bersama kita.

Aamiin, Aamiin, Aamiin, Ya Robbal ‘Alamiin.

Exit mobile version