Tag: featured

  • Bangunlah, lalu Berilah Peringatan!

    Bangunlah, lalu Berilah Peringatan!

    Wahyu tak memberinya kesempatan untuk menarik napas. Saat beliau baru saja kembali ke rumahnya dalam keadaan menggigil. Tak lama wahyu kembali turun, memanggilnya untuk segera bangkit dari bawah selimutnya, Beliau pun segera bangkit. Tak ada lagi pertanyaan seputar tugas dan tanggung jawab agung yang dibebankan kepadanya berdasarkan wahyu yang pertama kali beliau terima.

    Wahai orang yang berkemul (berselimut)! Bangunlah, lalu berilah peringatan! (QS AI-Muddatstsir: 1-2).

    Beliau pun bangkit, menghadapkan wajahnya kepada Allah dengan hati yang lurus serta berserah diri. Beliau pun segera menyeru kepada Allah dengan hujjah yang nyata, ditopang oleh modal yang amat agung, dan jarang dimiliki manusia berupa akhlak yang utama, kepribadian yang luhur, dan keteguhan yang membaja, “Wahai sekalian kaum Quraisy, katakan kepadaku, jika kuberitahukan bahwa pada permukaan bukit ini ada pasukan berkuda yang siap menyerang, percayakah kalian?”

    “Ya,” jawab mereka. “Belum pernah kami melihat engkau berdusta wahai Muhammad.”

    Rasulullah Saw. kemudian melanjutkan, “Aku adalah utusan Allah bagi kalian.”

    Kata-kata ini pun mengundang berbagai reaksi. Ada yang diam membisu, ada pula yang menyerang membabi buta. Sikap membisu terjadi lantaran mereka masih diliputi kebingungan. Sementara serangan gencar datang dari pembesar mereka, Abu Lahab, seraya membawa kesombongan dan kedunguannya.

    Sejak momentum yang agung itu, perjalanan kafilah Islam pun dimulai. Jumlah pemeluk dan pengikutnya tumbuh dengan amat lambat. Namun, dengan segala kemurnian dan kedalamannya, beberapa orang kemudian mengambil tempat sebagai lokomotif.

    Mereka ada-lah Khadijah, ‘Ali, Abu Bakar, dan Zaid ibn Haritsah. Kemudian disusul dengan para sahabat yang lain: ‘Utsman ibn `Affan, `Abdurrahman ibn ‘Auf, Sa`ad ibn Abi Waqqash, Zubair ibn Awwam, Thalhah ibn Ubaidillah, Bilal, Khabbab, Ibn Masud, `Ammar, Sumayyah, Sa’id ibn Zaid, Fathimah binti Al-Khaththab, dan Mush`ab ibn Umair. []

    Sumber: 10 Episode Teragung Rasulullah SAW/ Penulis: Khalid Muhammad Khalid/ Penerbit: Mizania/ 2015

  • 12 Siswa Lulus PT Melalui Jalur Undangan Tahun 2015

    12 Siswa Lulus PT Melalui Jalur Undangan Tahun 2015

    Informasi dari Bapak Kepala Madrasah : dua belas orang santri Darul Funun el Abbasiyah Padag Japang diterima sebagai mahasiswa undangan di perguruan tinggi negeri di pulau jawa dan sumbar.

    alhamdulillahirabbil alamin, barakallahu fiikum jamian…

    Nama

    PTN/PTS

    Jurusan

    Achmad Nasyori UIN Alauddin Fisika
    Andi Eka Putra UIN Sunan Gunung Jati Tafsir Hadits
    Dina Anggita Putri IAIN Syekh Jamil Jambek Tadris Bahasa Arab
    Fatma Sari IAIN Syekh Jamil Jambek Tadris Bahasa Arab
    Fauza Damris IAIN Syekh Jamil Jambek Tadris Bahasa Arab
    Iva Ulmardiah IAIN Imam Bonjol Sejarah Kebudayaan Islam
    Universitas Negeri Padang PGSD
    Jamilatul Husna IAIN Imam Bonjol Tadris Bahasa Arab
    Maria Susanti IAIN Syekh Jamil Jambek Perbankan Syariah
    Rizki Zakwandi UIN Sunan Gunung Jati Tadris Fisika
    Faizi Riza UIN Sunan Gunung Jati Managemen
    Universitas Negeri Padang PGSD
    Yukim Farida IAIN Imam Bonjol Sastra Arab
    Desi Noviandi Politeknik Payakumbuh
  • ZISWAF Untuk Misi Pengembangan Darul Funun

    ZISWAF Untuk Misi Pengembangan Darul Funun

    Assalamu’alaikum,
    sejak tahun 1875 DFA mengembangkan ZISWAF untuk membangun umat di jalan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat,
    saat ini DFA sedang merintis Lembaga Amal Al-Ikhlas sebagai koordinator ZISWAF.

    Semoga Allah membantu kita dalam mewujudkan niat baik ini, dan semoga diringankan hati dan kaki kita untuk berpartisipasi membangun umat ke arah yang lebih baik.

    .

    Form Donatur
    http://bit.ly/donaturDFA

    donasi panel

  • Hasil Seleksi Penerimaan Siswa Baru MTs TP 2015/2016

    Hasil Seleksi Penerimaan Siswa Baru MTs TP 2015/2016

    No No Pendaftaran Nama Keterangan
    1 13 AINUL RAFIQ LULUS
    2 12 ANDINI PUTRI LULUS
    3 19 AZIZAH LULUS
    4 22 ANNISA NURUL MAIDENDI LULUS
    5 8 DINDA ANDESTI LULUS
    6 15 ELSA FITRIA MAYORI LULUS
    7 33 FHANI ARIYANI LULUS
    8 14 LUSI APRILA ERMAN LULUS
    9 5 TAMARA NOVIANDI P LULUS
    10 20 MUHAMMAD RIVAL LULUS
    11 9 M YAUMUL  ZIKRULLAH LULUS
    12 23 M . ARIF LULUS
    13 16 MARDATILLA YESI LULUS
    14 10 NOFITRA LULUS
    15 27 NATASYA AZZAHRA LULUS
    16 25 RAHMAD ANDESPA . P LULUS
    17 16 RANGGA SUTAWIJAYA LULUS
    18 17 RESITA WULANDARI LULUS
    19 37 THORIQ HERMAWAN LULUS
    20 11 WIR ZARTI AZZAHRA LULUS
    21 24 ZAKRI PERDANA LULUS

    Link lengkap: http://goo.gl/Z5ZrCO

  • Kampanye Pemilihan Pengurus OSIS 2015

    Kampanye Pemilihan Pengurus OSIS 2015

    Kampanye terbuka pemilihan umum OSIS perguruan Darul Funun El-Abbasiyah Padang Jopang…

    Kamis 26 Februari 2015

    Credits: Nasrullah Ul

  • Waqaf Shadaqah Jariyah Milik Utsman bin ‘Affan di Madinah

    Waqaf Shadaqah Jariyah Milik Utsman bin ‘Affan di Madinah

    Oleh : Ustadz Shalahuddin AR Daeng Nya’la (Sumber)

    1185273_10201920384397984_1006842819_n

    Tahukah kalian kalau khalifah ‘Utsman bin ‘Affan adalah salah seorang sahabat nabi yang merupakan seorang pebisnis kaya raya tapi murah hati dan dermawan ternyata memiliki rekening atas namanya di salah satu bank di Saudi??? Tahukah kalian bahwa  beliau juga memiliki hotel atas namanya di dekat Masjid Nabawi, bahkan rekening dan tagihan listrik hotel tersebut masih atas nama beliau .. ???

    Gimana ceritanya hingga beliau memiliki hotel atas namanya di dekat Masjid Nabawi..??

    Diriwayatkan di masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kota Madinah pernah mengalami panceklik hingga kesulitan air bersih. Karena mereka (kaum muhajirin) sudah terbiasa minum dari air zamzam di Makah. Satu-satunya sumber air yang tersisa adalah sebuah sumur milik seorang Yahudi, SUMUR RAUMAH namanya. Rasa airnya pun mirip dengan sumur zamzam. Kaum muslimin dan penduduk Madinah terpaksa harus rela antri dan membeli air bersih dari Yahudi tersebut.

    Prihatin atas kondisi umatnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian bersabda : “Wahai Sahabatku, siapa saja diantara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka akan mendapat surgaNya Allah Ta’ala” (HR. Muslim).

    Adalah Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu yang kemudian segera bergerak untuk membebaskan sumur Raumah itu. Utsman segera mendatangi Yahudi pemilik sumur dan menawar untuk membeli sumur Raumah dengan harga yang tinggi. Walau sudah diberi penawaran yang tertinggi sekalipun Yahudi pemilik sumur tetap menolak menjualnya, “Seandainya sumur ini saya jual kepadamu wahai Utsman, maka aku tidak memiliki penghasilan yang bisa aku peroleh setiap hari” demikian Yahudi tersebut menjelaskan alasan penolakannya.

    Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu yang ingin sekali mendapatkan balasan pahala berupa Surga Allah Ta’ala, tidak kehilangan cara mengatasi penolakan Yahudi ini.

    “Bagaimana kalau aku beli setengahnya saja dari sumurmu” Utsman, melancarkan jurus negosiasinya.

    “Maksudmu?” tanya Yahudi keheranan.

    “Begini, jika engkau setuju maka kita akan memiliki sumur ini bergantian. Satu hari sumur ini milikku, esoknya kembali menjadi milikmu kemudian lusa menjadi milikku lagi demikian selanjutnya berganti satu-satu hari. Bagaimana?”jelas Utsman.

    Yahudi itupun berfikir cepat, “… saya mendapatkan uang besar dari Utsman tanpa harus kehilangan sumur milikku”. Akhirnya si Yahudi setuju menerima tawaran Utsman tadi dan disepakati pula hari ini sumur Raumah adalah milik Utsman bin AffanRadhiyallahu ‘anhu.

    Utsman pun segera mengumumkan kepada penduduk Madinah yang mau mengambil air di sumur Raumah, silahkan mengambil air untuk kebutuhan mereka GRATISkarena hari ini sumur Raumah adalah miliknya. Seraya ia mengingatkan agar penduduk Madinah mengambil air dalam jumlah yang cukup untuk 2 hari, karena esok hari sumur itu bukan lagi milik Utsman.

    Keesokan hari Yahudi mendapati sumur miliknya sepi pembeli, karena penduduk Madinah masih memiliki persedian air di rumah. Yahudi itupun mendatangi Utsman dan berkata “Wahai Utsman belilah setengah lagi sumurku ini dengan harga sama seperti engkau membeli setengahnya kemarin”. Utsman setuju, lalu dibelinya seharga 20.000 dirham, maka sumur Raumahpun menjadi milik Utsman secara penuh.

    Kemudian Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu mewakafkan sumur Raumah. Sejak itu sumur Raumah dapat dimanfaatkan oleh siapa saja, termasuk Yahudi pemilik lamanya.

    Setelah sumur itu diwakafkan untuk kaum muslimin… dan setelah beberapa waktu kemudian, tumbuhlah di sekitar sumur itu beberapa pohon kurma dan terus bertambah. Lalu Daulah Utsmaniyah memeliharanya hingga semakin berkembang, lalu disusul juga dipelihara oleh Pemerintah Saudi, hingga berjumlah 1550 pohon.

    Selanjutnya pemerintah, dalam hal ini Departemen Pertanian Saudi menjual hasil kebun kurma ini ke pasar2.. setengah dari keuntungan itu disalurkan untuk anak-anak yatim dan fakir miskin.. sedang setengahnya ditabung dan disimpan dalam bentuk rekening khusus milik beliau di salah satu bank atas nama ‘Utsman bin Affan, di bawah pengawasan Departeman Pertanian.

    Begitulah seterusnya, hingga uang yang ada di bank itu cukup untuk membeli sebidang tanah dan membangun hotel yg cukup besar di salah satu tempat yang strategis dekat Masjid Nabawi.

    Bangunan hotel itu sudah pada tahap penyelesaian dan akan disewakan sebagai hotel bintang 5. Diperkirakan omsetnya sekitar 50 Juta Riyal Saudi per tahun. Setengahnya untuk anak-anak yatim dan fakir miskin, dan setengahnya lagi tetap disimpan dan ditabung di bank atas nama ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu..

    Subhanallah,… Ternyata berdagang dengan Allah selalu menguntungkan dan tidak akan merugi..

    Ini adalah salah satu bentuk sadakah jariyah, yang pahalanya selalu mengalir, walaupun orangnya sudah lama meninggal..

    Disebutkan di dalam hadits shahih dari Abi Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

    “Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah segala amalannya, kecuali dari tiga perkara: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang mendoakannya”. [HR. Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i]

    Dan disebutkan pada hadits yang lain riwayat Ibnu Majah dan Baihaqi dari Abi Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda.

    إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لاِبْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ

    “Sesungguhnya di antara amalan dan kebaikan seorang mukmin yang akan menemuinya setelah kematiannya adalah: ilmu yang diajarkan dan disebarkannya, anak shalih yang ditinggalkannya, mush-haf yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah untuk ibnu sabil yang dibangunnya, sungai (air) yang dialirkannya untuk umum, atau shadaqah yang dikeluarkannya dari hartanya diwaktu sehat dan semasa hidupnya, semua ini akan menemuinya setelah dia meninggal dunia”.

    Like dan sebarkan tulisan ini, agar manfaat dari informasi ini tidak hanya berhenti pada anda, tapi juga bisa dirasakan oleh orang lain, sekaligus merangkai jaring pahala..!

  • Paskibra MAS Darul Funun Pukau Kakan Kemenag

    Paskibra MAS Darul Funun Pukau Kakan Kemenag

    Sumber: Sumbar-Kemenag Website

    Sarilamak, (Inmas) – Upacara Hari Kesadaran Nasional yang diperingati pada tanggal 17 setiap bulanya merupakan kegiatan yang harus dilaksanakan oleh setiap instansi pemerintahan sesuai dengan instruksi dari Presiden RI, seperti biasanya keluarga besar Kementerian Agama Kantor Lima Puluh Kota memilih untuk memusatkan upacara  Hari Kesadaran Nasional di halaman Kantor Kemenag Lima Puluh Kota di Tanjung Pati, pada kesempatan tersebut siswa-siswi terbaik MAS Darul Funun Padang Japang diamanhkan untuk menjadi pasukan pengibar bendera.

    paskibra-dfa

    Drs.H.Gusman Piliang,MM Kakan Kemenag Lima Puluh Kota yang bertindak sebagai Pembina upacara menyampaikan, apresiasi serta ucapan terimaksih yang setinggi-tingginya kepada anggota Paskibra MAS Darul Funun yang telah sukses mengibarkan bendera dengan baik dan sempurna, saya merasa bangga dengan apa yang telah ditampilakan oleh anak-anak kita dari MAS Darul Funun pada upacara ini, mudah-mudahan kedepanya prestasi seperti ini dapat kita pertahankan dan kita tingkatkan lagi, lebih dalam dijelaskan, atas nama Kepala Kantor saya berharap pada seluruh aparatur Kementeri Agama untuk terus meningkatkan prestasi kerja dan disiplin kerja, hal ini sangat penting untuk terus kita tingkatkan agar kedepanya kita mampu untuk mengejawantahakan Visi dan Misi Kementerian secara lebih baik lagi, yang semuanya merupakan tangung jawab kita sebagai abdi negara.

    Menukuk Alumni IAIN Imam Bonjol ini menyampaikan, harapan yang sama juga saya sampaikan pada keluarga besar MAN Padang Japang yang minggu kemarin berhasil keluar sebagai Juara II Filem Biodokumnter Tingkat SMA/MA Se-Sumatera dan Jawa, kita perlu berbangga diri atas prestasi tersebut tanpa kehilangan rasa syukur pada Zat yang Maha memilki, kedepanya mari kita ukir kembali hamparan prestasi di satuan kerja kita masing-masing, tutup Kakan Kemenag mengakhiri sambutanya.

    Dihubungi terpisah, Drs.H..Adia Putra Kepala MAS Darul Funun menyampaikan, ucapan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan Kantor Kementerian Agama Lima Puluh Kota pada MAS Darul Funun untuk menjadi pelaksana pengibaran bendera pada kegiatan uapacara Hari Kesadaran Nasional, ini merupakan pengalaman pertama bagi kami di Darul Funun, mudah-mudahan penampilan hari ini dapat menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus mengukir prestasi pada level yang lebih tinggi lagi, tutup pak haji penuh harap.

    Paskibra MAS Darul Funun yang tampil memukau seluruh peserta upacara terdiri dari, Jamluddin Haq, Ifloan Dani Hidayat, Widi Setiawan, Gafri, Maria Susianti, Wulandari, Faizi Riza, Distimurhani dan Ahmad Nasyari. Madrasah lebih Baik (APP|j@y)