Blog

  • Ketua MUI Pidato tentang Pemberdayaan Ekonomi Muslimah Indonesia di PBB

    NEW YORK — Ketua Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Dr Amany Lubis menghadiri Persidangan Commission on The Status of Women (CSW) ke-61 di New York mulai Senin (13/3/2017) sampai Jumat (24/3/2017).

    Acara tersebut dibuka di General Assembly Hall dengan menghadirkan pembicara dari berbagai negara di seluruh dunia.
    “Keberangkatan delegasi Indonesia ke New York adalah mewakili organisasi untuk menjadi narasumber pada sesi yang dilakukan oleh organisasi non pemerintah yang telah berafiliasi kepada ECOSOC, yakni badan otonom di PBB yang menghimpun banyak ormas dari semua negara anggota PBB,” kata Prof Amany, Kamis (23/3).

    Screenshot_6

    Menurut Prof Amany, sidang CSW ke-61 adalah perhelatan akbar perempuan sedunia. “Sebagaimana sidang sebelumnya, kali ini ditetapkan suatu tema yang terkait semua perempuan di seluruh pelosok dunia,” katanya.

    Prof Amany mengatakan, tahun ini Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) melalui CSW menaruh perhatian penuh terhadap masalah pemberdayaan ekonomi perempuan di era perubahan kondisi dunia kerja.

    Pada kesempatan itu, Prof Amany selaku pimpinan International Muslim Women’s Union (IMWU) cabang Indonesia memimpin sesi sidang IMWU. Beliau menyampaikan makalah berjudul “The Economic Empowerment of Muslim Women in Indonesia: From Local Efforts to National Support.”

    Prof Amany menjelaskan, globalisasi dan perubahan ruang kerja perempuan menjadikan perempuan harus mampu menemukan solusi bagi penguatan ekonominya. “Alquran mendorong manusia untuk berbisnis (surah al-Jumu’ah 10), tidak ada unsur eksploitasi (al-Nisa’ 29), dan transaksi yang bebas dari kecurigaan dan penipuan (al-Baqarah 282),” kata Prof Amany menjelaskan.

    Prof Amany juga menambahkan bahwa kini banyak upaya komunitas Muslimah menerapkan prinsip ekonomi profetik yang mendorong pemberdayaan ekonomi umat, seperti pengololaan dan hasil dari koperasi, Baitul Maal Wattamwil (BMT), Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta sukuk dan pasar modal berdasarkan prinsip syariah.

    Terkait hasil CSW ke 61, terdapat perubahan yang mencolok dalam draft documen CSW 61 dibanding sidang sebelumnya. “Perubahan yang mencolok adalah tentang legalisasi pekerja seksual dan pengakuan terhadap LGBT sebagai pemberian hak terhadap orang-orang yang terpinggirkan secara sosial dan ekonomi,” ujar Prof Amany. (Azhar/Din)

  • Ketua Umum MUI: Tidak Perlu Demo-demo Lagi, Sudah Cukup!

    Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH. Ma’ruf Amin, meminta agar umat Islam tidak ikut aksi 313, Jum’at (31/03) di Jakarta. Menurut beliau, aksi tersebut tidak lagi diperlukan karena presiden sudah berdialog dengan berbagai kelompok dan mendengarkan aspirasi umat Islam.

    “Kalau menurut saya, kalau besok itu seharusnya kita sudah tidak perlu lagi demo-demo itu sebenarnya. Sudah cukup. Sudah terdengar keinginan-keinginan itu,,” ungkap Kiai Ma’ruf Kamis (30/03) di Istana Merdeka, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat pasca bertemu Presiden Joko Widodo.

    Selain itu, menurut Kiai Ma’ruf, komunikasi intensif Presiden dengan berbagai pihak akan menghilangkan gejolak umat selama ini. “Presiden sekarang itu terus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak, insyaallah kalau menurut saya selesai mendengarkan apa yang dikemukakan Presiden saya kira nantinya akan hilanglah gejolak-gejolak,” ucap Kiai Ma’ruf.

    Kiai Ma’ruf menambahkan bahwa pertemuan presiden dengan berbagai pihak tersebut merupakan keinginan umat selama ini. Mengingat hal tersebut sudah dijalankan presiden, maka aksi seperti ini tidak perlu ada lagi. “Menyapa semua pihak. Yang kita harapkan itu,” tutur Rais Am Syuriyah PBNU ini.

    Kalaupun nanti aksi 313 tetap berlangsung, Kiai Ma’ruf meminta agar aksi berjalan tertib, santun, dan fokus pada masalah utama. “Sampaikan sajalah kalau besok itu dengan tertib dengan santun, jangan ada ke mana-mana, melebar ke mana-mana,” ujar Kiai Ma’ruf.

    Kiai Ma’ruf juga mewanti-wanti supaya aksi tidak menjadi upaya mengganti pemerintahan yang sah. Bagi Kiai Ma’ruf, tindakan seperti itu kurang cermat dan tidak tepat. “Upaya untuk mengganti pemerintahan, itu saya kira itu tidak tepat,” ungkapnya.

    Hal tersebut disampaikan, lantaran Kiai Ma’ruf ingin keutuhan negara ini tetap terjaga. “Negara ini keutuhannya harus dijaga, saya memang mengharapkan seperti itu” tutup Kiai Ma’ruf. (Azhar)

  • Seminar Film Islami Asean Rekomendasikan Optimalisasi Film Sebagai Penguat Karakter Bangsa

    JAKARTA– Seminar dan Workshop Film Islami Asean yang dihelat Komisi Pembinaan Seni Budaya Islam Majelis Ulama Indonesia (KPSBI-MUI) merekomendasikan pihak terkait baik pemerintah, sineas, dan insan perfilman menjadikan film sebagai sarana penguatan karakter generasi bangsa yang berakhlakul karimah.

    Tampil sebagai narasumber dalam kegiatan yang berlangsung di Balai Sidang Utama, Kemetrian Agama RI Jl MH Thamrin Jakarta Pusat, akhir pekan lalu, Sabtu (25/3) yaitu Helvy Tiana Rosa (Penulis dan Produser Film), Syed Nur Faiz Khalid bin Syed Ibrahim (Direktur Les’ Copaque Production Malaysia), Dr Zefri Arif (Seniman dan Dosen Universitas Brunei Darussalam), Dr Lukmanul Hakim M.Si (Direktur LPPOM-MUI), dan Dr Amirsyah Tambunan (Wasekjen MUI).

    Kang Abik, sapaan akrab Habiburrahman El-Shirazy, mengatakan film menggabungkan semua jenis kesenian. Peluang dakwah di aspek ini masih sangat terbuka. Indonesia membutuhkan para sineas yang tampil dengan perspektif dan latar belakang keagamaan kuat. Animo masyakat terhadap film karya dalam negeri memang tengah menguat. Sayangnya jika dibandingkan dengan genre-genre percintaan dan horor, film-film keislaman masih sangat sedikit. “Ini membutuhkan sinergi dan dikungan berbagai pihak, termasuk MUI,” kata Ketua Bidang Pembinaan Seni dan Budaya Islam MUI yang populer lewat dua karya monumentalnya ‘Ayat-Ayat Cinta’ dan ‘Ketika Cinta Bertasbih’ itu.

    Helvy menambahkan, dakwah melalui media film sangatlah efektif. Hal ini terbukti dengan banyak kasus perubahan seseorang usai menonton film-film bergenre dakwah. Helvy menyebutkan contoh antara lain seorang kakak yang kebetulan guru mengaji yang selama tujuh tahun berkeinginan dan mendorong kuat adiknya berhijab tidak membuahkan hasil. Namun, hidayah tersebut justru datang setelah sang adik menyaksikan sebuah film bertemakan dakwah dan akhirnya memutuskan berhijab dengan sendirinya. “Lihatlah bagaimana peran film sebagai perantara hidayah,” kata penulis yang melejit lewat karyanya ‘Ketika Mas Gagah Pergi’ itu.

    Untuk segmentasi serial anak-anak, Syed Faiz, mengatakan film animasi ‘Upin-Ipin’ sukses memberikan edukasi kepada anak-anak tentang nilai-nilai universalitas Islam. Film ini berhasil mengambil peran sebagai media dakwah, bukan hanya untuk kalangan Muslim, melainkan juga masyarakat non-Muslim. Banyak adegan film ini menginspirasi anak-anak dalam kehidupan sehari-hari mereka. “Ada anak non-Muslim cina, yang biasa menonton film ‘Upin-Ipin’ menegur kedua orang tuanya agar membaca doa ketika hendak makan,” kata dia.

    Wakil Sekjen MUI, Amirsyah Tambunan, mengatakan acara yang dihadiri perwakilan para pegiat film dari negara tetangga dan para nominator film pendek, peserta Lomba Film Pendek Antar Pesantren se Indonesia itu, diharapkan dapat meningkatkan kualitas perfilman Islam di Indonesia. Kualitas dalam arti adegan-adegan di dalam film Islam itu harus seusai dengan syariat Islam. Bagaimanapun berdakwah lewat film tidak lagi bisa dianggap sebelah mata. “Dakwah dengan seni sangatlah penting,” tutur dia. (IM/Nashih)

  • Jejak Umat Islam di Kota Madrid

    Wilayah Madrid telah dihuni sejak zaman kuno. Kota yang dikenal sebagai ibu kota Spanyol itu berasal dari pemukiman kecil orang-orang Romawi yang dibangun di tepi Sungai Manzanares yang disebut Matrik. Pada akhir periode Visigothic (abad ke-7), pemukiman ini banyak ditinggalkan oleh penghuninya. Hanya terdapat sebuah desa kecil di sana. Barulah
  • Kalimat Yang Baik Yang Menguatkan (Motivasi)

    Kalimat Yang Baik Yang Menguatkan (Motivasi)

    Hari itu, KH. Hasyim Asy’ari kedatangan tamu agung, Panglima Besar Jenderal Soedirman. Sang Jenderal yang sedang sakit tetap bersikukuh untuk sowan kepada Mbah Hasyim demi mendapatkan taujih/arahan dan doa dalam berjuang membela negara.

    Memasuki pelataran rumah, Yusuf Hasyim muda (putra KH. Hasyim Asy’ari) menyambut dengan hangat sang jenderal tersebut.

    “Pak Dirman, saya mau ikut berperang bersama Anda,” ucap Yusuf Hasyim.
    “Pemuda yang hebat dan pemberani!” jawab Pak Dirman, tanpa mengiyakan ataupun menolak keinginan Yusuf Hasyim.

    Barulah setelah bertemu Mbah Hasyim, Jenderal Soedirman menyampaikan keinginan Yusuf Hasyim tersebut kepada sang Ayahanda. Mbah Hasyim tersenyum, lalu berkata,

    “Bukan hanya Yusuf, seluruh santriku dan bahkan aku sendiri pun siap bergabung bersama.”

    Mendengar kata-kata Mbah Hasyim, Pak Dirman sontak merasa mendapat suntikan obat dan dorongan semangat. Seketika Pak Dirman bangkit dan berdiri tegap. Lenyaplah sakitnya.

    Terlepas dari keyakinan banyak orang bahwa itu adalah salah satu karomah Mbah Hasyim, benar-benar terbukti bahwa kalimah thayyibah (ucapan yang baik) bisa menjadi kekuatan motivasi bagi siapa pun yang mendengarnya. Menyejukkan, menenteramkan, menenangkan, menegarkan, membangkitkan semangat, menggelorakan darah juang, dan menjadi obat bagi siapa saja yang membutuhkan.

    Rasulullah Saw bersabda:

    « لاَ عَدْوَى ، وَلاَ طِيَرَةَ ، وَيُعْجِبُنِى الْفَأْلُ » . قَالُوا وَمَا الْفَأْلُ قَالَ « كَلِمَةٌ طَيِّبَةٌ

    “Tidak dibenarkan menganggap penyakit menular dengan sendirinya (tanpa ketentuan Allah) dan tidak dibenarkan beranggapan sial. Sedangkan al-fa’lu membuatku takjub.” Para sahabat bertanya, “Apa itu al-fa’lu (optimistis)?” Beliau menjawab, “Yaitu kalimat yang baik.” (HR. Bukhari no. 5776 dan Muslim no. 2224).

  • Inilah Para Juara Festival Film Santri 2017

    JAKARTA – Panitia Lomba Film Pendek Islami tingkat Pesantren se-Indonesia menetapkan sejumlah pemenang di tiga kategori yaitu sutradara terbaik, penulis skenario terbaik, dan film terbaik.

    Festival Film Santri 2017
    Ketua Umum MUI Dr. KH Ma’ruf Amin bersama Tim Film Santri Terbaik 2017

    Pengumuman dan penganugerahan apresiasi tersebut setelah melalui tahap seleksi administratif dari 118 film pendek dari berbagai pesantren dan boarding school di berbagai penjuru Indonesia, antara lain Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.

    kang abik
    Kang Abik, Ketua Dewan Juri dan Ketua Komisi Seni Budaya MUI

    Panitia lomba film pendek mengundang 10 nominator terbaik untuk mengikuti Malam Anugerah Pemenang Lomba Film Pendek Islami Antar pessantren se-Indonesia yang diselenggarakan Sabtu, 25 Maret 2017.

    Malam Anugerah yang diadakan di Auditorium KH M Rasjidi, Kementerian Agama RI Jl MH Thamrin, Jakarta melibatkan juri-juri ternama yaitu Habiburrahman El Shirazy, Dani Sapawie, dan Embie C Noor.

    Hadir dalam Malam Anugerah Pemenang Lomba Film Pendek Antarpesantren se-Indonesia, jajaran ulama dan umrah. Tampak Ketua Umum MUI, KH Ma’ruf Amin, Menkominfo, Rudiantara, Menteri Agama yang diwakili Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah, Abdul Djamil, dan sejumlah tokoh lainnya termasuk insan senior perfilman, Dedy Mizwar.

    Berikut ini daftar lengkap para pemenang Lomba Film Pendek Islami Antar pesantren se-Indonesia 2017 yang digelar MUI:

    Festival Film Santri 2017
    Pemenang Kategori Sutradara Terbaik bersama Menkominfo Rudiantara (tengah), Dirjen Haji Prof Abdul Jamil (kanan) dan Ketua MUI bidang Budaya KH Sodikun (kiri)

    A. Kategori Sutradara Terbaik
    – Terbaik I
    Nama : Sinta Wina Maryani Asal : Pondok Pesantren Zaiunul Hasan, Genggong, Probolinggo, Jawa Timur.
    Film : ‘Diary Santri’
    – Terbaik II
    Nama : Zaira Rizqiany Firdaus Asal : Perspektive of Sineas SMK Al Wafa, Bandung, Jawa Barat
    Film : ‘Jujur = Pintar’

    -Terbaik III
    Nama : Zafran Nabil Fauzan Asal : Raru Production Pondok Pesantren Modern Rahmatul Asri, Enrekang, Sulawesi Selatan
    Film : ‘96’

    Pemenang Kategori Film Terbaik Menerima Piagam dari Ketua Umum MUI
    Pemenang Kategori Film Terbaik Menerima Piagam dari Ketua Umum MUI

    B. Kategori Film Terbaik
    -Film Terbaik I
    Judul : ‘Diary Santri’
    Karya : Pondok Pesantren Hasan, Genggong, Probolinggo, Jawa Timur
    -Film Terbaik II
    Judul : ‘A Light’
    Karya : Pondok Pesantren Al Ikhlas Putri, Kuningan, Jawa Barat
    -Film Terbaik III
    Judul : ‘Alif’
    Karya : Pondok Pesantren Nurul Huda, Pring Sewu, Lampung

    Syahdan Asmara, Penulis Skenario Terbaik
    Syahdan Asmara, Penulis Skenario Terbaik

    C. Kategori Penulis Skenario Terbaik

    – Penulis Skenario Terbaik I
    Nama : Syahdan Asmara
    Asal : Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Banyuwangi, Jawa Timur
    Film : ‘Anna Dofatul Minal Iman’.

    -Penulis Skenario Terbaik II
    Nama : M Ardianysah
    Asal : Pondok Pesantren Al Taqwa, Depok, Jawa Barat
    Film : ‘Singa-singa Peradaban’

    -Penulis Skenario Terbaik III
    Nama : Siti Nur Hikmah
    Asal : MTS Miftahul Khaer, Babakan, Sukabakti, Curug, Tangerang
    Film : ‘Tabungan Masa Akhir’.

    (IM/Nashih)

  • Motivasi dari Rektor Universitas M. Natsir Dr. Muslim Suardi. M. Si

    Motivasi dari Rektor Universitas M. Natsir Dr. Muslim Suardi. M. Si

    Alhamdulillah, Rektor Universitas M. Natsir, Bapak Dr. Muslim Suardi. M. Si, Apt. berkenan memberikan motivasi kepada siswa MA kelas XII Darul Funun.

    Semoga apa yang disampaikan memberikan manfaat dan menjadi dorongan semangat untuk terus berprestasi.

  • Liko Pontren Cup Perdana Sukses, Ponpes Darul Funun Abasyiah Juara Umum

    Liko Pontren Cup Perdana Sukses, Ponpes Darul Funun Abasyiah Juara Umum

    Sarilamak (Inmas)–Kejuaran Bulu Tangkis antara santri tingkat Kabupaten Limapuluh Kota dengan label Pontren Cup I Liko Tahun 2017 dihelat dari tanggal 20-23 Maret 2017 berlangsung meriah dengan menyuguhkan pertandingan sengit setiap partai yang dimaiankan di Auala megah Kemenag Limapuluh Kota.

    Memasuki babak final Kamis (23/3) Pondok Pesantren Darul Funun Abasyiah keluar sebagai juara umum Liko Pontren Cup I Tahun 2017. Gelar juara umum didapat setelah pasangan ganda putra PP Darul Funun mejuarai nomor ganda putra, serta juara II pada ganda campuran. Atas raihan prestasi tersebut PP darul Funun berhak untuk membawa pulang piala bergilir Kakan Kemenag Lima Puluh Kota yang diserahkan Jumat (24/03).

    Ifkar Kasubag TU Kemenag Limapuluh Kota didampingi H. Zakaria Kasi Pd Pontren Kemenag Lima Puluh Kota disela-sela pemberian hadiah menyampaikan, apresiasi dan rasa bangga atas suksesnya pergelaran Liko Pontren Cup I Tahun 2017 yang digagas Seksi Pd. Pontren. Saya bangga karena kegiatan ini murni di sponsori oleh para pengiat Pondok Pesantren.

    Hal ini merupakan bukti nyata bahwa kebersamaan mampu melahirkan inovasi yang baik untuk terwadahnya kreativitas serta minat santri/wati, jelas alumni PGA Payakumbuh ini. Kedepanya saya berharap kegiatan Liko Pontren Cup dapat diteruskan untuk tahun-tahun selanjutnya, ini merupakan tradisi baru yang perlu dipertahankan serta ditingkatkan baik pada aspek kualitas maupun kwantitas, simpul kandidat Doktor IAIN Imam Bonjol Padang ini.

    Hal senada disampaikan Zakaria Kasi Pd. Pontren Kemenag Limapuluh Kota, atas nama panitia saya menyampaikan ucapan terimakasih yang setinggi-setingginya kepada para donator yang telah mewakafkan materi, tenaga serta waktu untuk suksenya turnamen bergensi ini. Dijelaskan pula ide dasar kejuaran Liko Pontren Cup merupakan upaya untuk mencari serta terfasilitasinya talenta-talenta muda berbakat yang menjamur di Pondok Pesantren.

    Saya yakin bahwa para santri/wati memiliki berbagai kreativitas dalam berbagai bidang yang mereka tekuni, oleh sebab itu tugas kita semua ialah meyediakan wahana penyaluran kreativitas tersebut, kejuaran ini merupakan salah satu dari media tersebut, pungkas Bapak mudah senyum ini.

    Data yang dipublikasikan oleh bagian humas Panitia Liko Pontren Cup I 2017 berikut daftar pemenang kejuaran yang untuk pertama kalinya baru bergulir tahun ini. Ganda Putra juara I pasangan Ramadan dan Arda Hafizul dari PP Darul Funun, juara II Riki Lamen dan M.Al Amin dari PP Al-Kautsar, juara III pasangan Ainal Yaqin dan M.Efendi dari PP Assadiyah.

    Untuk Ganda Putri, juara I Desi Nurfia Fatimah dan Dwi Putri Amelia dari PP AL-Manar, juara II Ringga Restu Oktavia dan Kintan Puji Rahayu dari PP MTI Tabek Gadang, juara III pasangan Siti Hanifah dan Rahmi Gumita Putri dari PP Syech.Adimin Ar-Radji. Sedangkan di nomor ganda campuran, PP Al-Makmur Tungkar meraih jauara I melalui pasangan Riorahmat dan Annisa, pasangan Rahmatul Wahid dan Hafizah Alkairiyah dari PP Darul Funun keluar sebagai juara II, juraa III dikunci pasangan Joni Hidayat dan Maya Paramita dari PP MTI Tabek Gadang. Selamat terus berprestasi (APP/Rina)

    Sumber: https://sumbar.kemenag.go.id/berita/476661/liko-pontren-cup-i-2017-ponpes-darul-funun-abasyiah-juara-umum

  • Darul Funun Raih Juara Umum Pondok Pesantren Cup 1 se-Kabupaten Limapuluh Kota

    Darul Funun Raih Juara Umum Pondok Pesantren Cup 1 se-Kabupaten Limapuluh Kota

    Alhamdulillah…!!!

    Selamat kepada para atlit yang bersumbangsih menjadikan Pesantren Darul Funun menjadi juara umum kejuaraan olah raga Pondok Pesantren Cup 1 se-Kabupaten Limapuluh Kota.

    Mens sana in corpore sano.
    Didalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat.

  • MUI, Ormas Islam, dan Kapolri Lakukan Dialog tentang Penanganan Problem Keumatan

    JAKARTA – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengunjungi Kantor Pusat MUI Jalan Proklamasi 51, Menteng, Jakarta Pusat. Kedatangan Kapolri untuk berdialog mengenai kebhinekaan dengan Dewan Pertimbangan MUI dan perwakilan ormas Islam.

    Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof Din Syamsuddin mengatakan model Rapat Pleno MUI mulai Januari adalah dialog. “Sesuai keinginan sejak januari lalu (rapat pleno dewan pertimbangan MUI) mengambil bentuk dialog dengan penyelenggara negara khususnya umara (pemimpin). Pada bulan Maret ini adalah dialog ketiga bersama Kapolri,” kata Prof Din Syamsuddin, Selasa (21/3/2017).

    Dalam dialog bertema “Meneduhkan Kondisifitas Umat” itu, Kapolri menyebutkan masalah besar yang mengancam kebhinekaan di negara ini adalah kesenjangan ekonomi.

    “Masalah kaya dan miskin masih cukup tinggi. Sistem kita masih piramida. Sedikit high class, low class masih banyak, midle class masih berkembang,” kata Jenderal Tito.

    Bila kesenjangan tersebut tidak ditangani dengan baik, Kapolri melanjutkan, perpecahan bisa terjadi. “Low class bila tidak ditangani, mereka bisa bereaksi. Apalagi ketika low dan high class berbeda ras dan agama,” ujarnya.

    Kapolri juga menyampaikan bahwa pada tahun 2030, perekonomian Indonesia menempati urutan empat besar dunia. Syaratnya, keamanan dan politik harus stabil.

    “Indonesia menjadi negara dengan posisi ekonomi terbesar ke empat di dunia, pendapatan per kapitanya juga menjadi lebih baik. Catatannya, Indonesia mampu menjaga stabilitas politik dan kemanan. Bila tidak terjadi, masyarakat yang dirugikan adalah kelas bawah,” kata Kapolri.

    Di akhir pertemuan, setelah berdialog dan tanya jawab dengan Dewan Pertimbangan MUI dan perwakilan ormas Islam, Kapolri mencetuskan ide untuk mengadakan dialog antargolongan membahas perekonomian.

    Dialog tersebut bertujuan meredam potensi konflik horizontal sekaligus menebas kesenjangan perekonomian antara kelas atas dan kelas bawah.

    “Perlu ada dialog bagaimana keturunan dan pengusaha pribumi, sehingga bisa membuat skema yang menguntungkan semua pihak. Terutama membesarkan masyarakat pribumi Islam,” ujarnya. (Azhar/Din)

  • Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Utsman bin Affan

    Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Utsman bin Affan

    Dia adalah laki-laki yang hebat. Memiliki nama besar dalam sejarah dunia. Namun capaiannya tidak banyak dikisahkan. Tidak seperti Abu Bakar dan Umar bin al-Khattab radhiallahu ‘anhuma. Bukan berarti capaiannya kalah mentereng dari kedua pendahulunya. Dialah juga pahlawan dalam arti sebenarnya.

    Nasab

    Dialah Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu. Utsman bin Affan adalah salah seorang yang paling pertama menerima Islam, beriman kepada Nabi ﷺ, dan mendukung perjuangan beliau ﷺ. Disebutkan bahwasanya Utsman bin Affan adalah laki-laki keempat yang menerima dakwah Islam.

    Utsman lahir dari klan Umayyah, kabilah kaya dan terkemuka dari suku Quraisy. Ia memiliki status sosial dan ekonomi yang tinggi, namun ia seorang laki-laki sederhana dan rendah hati. Ketika ayahnya meninggal, sang ayah meninggalkan warisan besar untuk Utsman. Ia diwariskan bisnis keluarga. Bisnisnya terus berkembang, hingga ia menjadi salah seorang terkaya di Mekah.

    Pribadi Yang Mulia

    Laki-laki Quraisy ini dikenal dengan gelaran Dzun Nurain, pemilik dua cahaya. Karena ia menikahi dua orang putri Rasulullah ﷺ. Yang pertama Ruqayyah. Setelah Ruqayyah meninggal, Utsman dinikahkan Nabi ﷺ dengan putrinya Ummu Kultsum. Ummu Kultsum juga meninggal di masa hidup Nabi ﷺ.

    Dia melakukan dua kali hijrah, yang pertama ke Habasyah. Di sana ia sukses dalam berbisnis. Namun, dua tahun kemudian ia kembali ke Maekah. Dan kemudian turut serta hijrah ke Madinah.

    Pada saat Perang Badar, istri Utsman, putri Nabi ﷺ, Ruqayyah, menderita sakit parah. Utsman tinggal di Madinah untuk menemani istrinya yang sakit. Karena itulah ia tidak turut serta dalam Perang Badar. Pelajaran bagi kita, seorang tokoh besar dan berpengaruh di masyarakat, Utsman bin Affan, setia menemani istrinya di hari terakhir. Ia adalah seorang laki-laki baik yang penuh kasih dan manusia penyayang. Sesampainya kabar kemenangan kaum muslimin di Badar, saat itu pula Ruqayyah telah meninggal dan telah dimakamkan.

    Utsman bin Affan terkenal dengan sifat malu dan kemurahan hati yang tak berujung. Diriwayatkan, bahwa Nabi Muhammad ﷺ berbaring di rumahnya sementara bagian dari kaki beliau terlihat. Abu Bakar meminta izin untuk masuk, beliau mengizinkannya dan berbicara dengannya. Kemudian Umar bin al-Khattab meminta izin masuk, beliau juga mengizinkannya dan berbicara kepadanya. Lalu Utsman bin Affan meminta izin masuk, lalu Nabi ﷺ duduk dan merapikan pakaiannya. Utsman pun diizinkan masuk dan beliau berbicara kepadanya.

    Ketika Utsman pergi, Ummul Mukminin Aisya radhiallahu ‘anha bertanya, “Abu Bakar datang Anda tidak bergerak. Umar datang Anda tidak juga bergerak, tapi ketika Utsman datang, Anda duduk dan merapikan pakaian Anda?”

    Nabi ﷺ menjawab, “Apakah aku tidak merasa malu dengan seorang laki-laki yang para malaikat merasa malu?” (Sahih Muslim, hadis: 2401). Betapa agung dan terhormat laki-laki ini, bahkan para malaikat surga pun menaruh penghormatan khusus padanya.

    Kedermawanan Menantu Rasulullah ﷺ

    Kemurahan hati dan kedermawanannya, terus tiada henti. Ia merasa bahagia menghabiskan sejumlah besar kekayaannya untuk membantu umat Islam.

    Tak beberapa lama setelah kaum muslimin hijrah ke Madinah, mereka mengalami kesulitan air. Dan mereka sangat membutuhkan sumber air minum. Sementara itu, hanya ada satu sumur di sekitar mereka. Sumur itu dimiliki oleh seorang pria Yahudi. Si Yahudi menjual air kepada kaum muslimin dengan harga yang begitu tinggi. Kondisi hidup pun kian sulit.

    Nabi Muhammad ﷺ memotivasi para sahabatnya, siapa yang dapat membeli sumur milik si Yahudi (Sumur Ruma), kemudian mendermakannya untuk kaum muslimin. Imbalannya adalah sebuah rumah di surga.

    Utsman bin Affan yang pertama maju. Dia mendekati si Yahudi, mencoba membeli sumur. Awalnya Yahudi itu menolak tawaran Utsman. Kemudian Utsman menawarkan membeli setengahnya. Satu hari menjadi milik Utsman, dan hari berikutnya menjadi miliki si Yahudi. Begitu seterusnya. Yahudi itu pun menerima tawaran Utsman. Pada hari giliran Utsman, ia memberikan air gratis untuk semua orang. Dan di hari berikutnya, tak ada yang datang untuk mengisi air. Sumur itu pun tak menghasilkan uang lagi untuk laki-laki Yahudi itu. Akhirnya, si Yahudi menjual setengah sisanya kepada Utsman.

    Utsman bin Affan memberikan air sumur tersebut secara gratis kepada masyarakat. Hingga hari ini, air sumur tersebut masih digunakan.

    Berulang kali, kemurahan hati Ustman menjadi berkah bagi kaum muslimin di masa-masa sulit. Pernah terjadi kemarau panjang di masa kekhalifahan Umar bin al-Khattab. Satu tahun penuh tak juga turun hujan. Tanaman layu dan mati. Masyarakat ditimpa bencana kelaparan. Lalu datang sebuah kafilah dengan 1.000 onta yang sarat dengan biji-bijian dan perlengkapan. Barang-brang kebutuhan itu baru saja tiba dari Suriah. Semuanya adalah milik Utsman bin Affan.

    Para pedagang dan pembeli cepat-cepat bernegosiasi dengan Utsman. Menawar dan membeli barang-barangnya untuk untuk melepaskan diri dari lilitan kesulitan. Mereka menawar, membeli biji-bijian dengan keuntungan 5%, tapi tawaran mereka ditolak sang pemilik. Kata Utsman, ada tawaran yang lebih baik dari yang mereka berikan. Barangnya sudah ditawar dengan keuntungan sepuluh kali laba. Para pedagang dan pembeli merasa putus asa dengan tawaran Utsman. Mereka tidak sanggup membayar lebih dari penawar yang telah Utsman sebutkan. Sejurus kemudian, Utsman bagikan gratis barang-barang dagangannya. Allah lah yang akan membalasnya sepuluh kali lipat bahkan sampai tujuh ratus kali lebih. Utsman distribusikan seluruh persediaan biji-bijian tersebut kepada orang-orang miskin, gratis!

    Dalam hukum ekonomi, saat permintaan naik, maka harga barang pun akan naik. Namun itu tidak berlaku bagi Utsman, saat permintaan masyarakat naik karena terdesak dan sangat butuh akan bahan pangan, saat itu pula ia turunkan harga. Ia bagikan secara cuma-cuma. Dan ia jadikan momen tersebut untuk ‘berniaga’ dengan Allah ﷻ. Perdagangan yang tak akan rugi.

    Utsman juga pernah menginfakkan harta 1000 dinar untuk membiayai pasukan di masa-masa sulit (jaisyul usrah). Jika satu dinar sama dengan 2,3 juta. Maka satu kali infak tersebut, Utsman mengeluarkan uang 2,3 Milyar. 2,3 Milyar di zaman itu, berbeda nilainya dengan zaman sekarang. Di zaman itu nilai uang jauh lebih tinggi dibanding sekarang. hingga Rasulullah ﷺ bersabda,

    مَا ضَرَّ ابْنَ عَفَّانَ مَا عَمِلَ بَعْدَ الْيَوْمِ.

    “Tidak membahayakan bagi Utsman apa yang dia kerjakan setelah hari ini.” Beliau mengucapkannya berulang-ulang. (HR. Ahmad).

    Capaian di Masa Kekhalifahan

    Ketika Umar bin Al-Khattab terbunuh, dia menunjuk sebuah komite yang terdiri dari enam orang. Komite tersebut bertugas memilih siapa di antara mereka yang menjadi khalifah setelah Umar. Komite tersebut beranggotakan: Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan, Abdur Rahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqas, az-Zubair bin Awwam, dan Thalhah bin Ubaidillah. Setelah dua hari bermusyawarah dan setelah memastikan pendapat kaum muslimin di Madinah, pilihan pun dibuat, lima anggota komite dan kaum muslimin Madinah berjanji setia (baiat) kepada Khalifah Ketiga, Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu.

    Capaian Utsman bin Affan dalam masa pemerintahannya tentu tidak bisa diringkas dalam beberapa paragrap saja. Tapi setidaknya kita tahu sebagian dari jasa besarnya. Di masanya, Islam tersebar ke Barat hingga wilayah Maroko, ke Timur hingga ke Afghanistan, dan ke Utara hingga sampai Armenia dan Azerbaijan. Ia menerapakan kebijakan yang lebih longgar, tidak seketat di zaman pendahulunya, Umar bin al-Khattab.

    Selama paruh pertama pemerintahannya, dunia Islam menikmati perdamaian internal, ketenangan, dan kemakmuran ekonomi.

    Kontribusi paling menonjol di masa kekhalifahan Utsman adalah penyeragaman bacaan Alquran. Karena populasi muslim tersebar di wilayah yang luas, banyak orang dari budaya lain di negeri nan jauh yang masuk Islam, kebutuhan untuk menyeragamkan bacaan Alquran pun tak bisa ditawar. Alquran dibaca dengan dialek dan bahasa yang sama. Saat itu, hanya tersisa satu copy Alquran yang dibukukan di masa kekhalifahan Abu Bakar. Mushaf tersebut disimpan di kediaman Ummul Mukminin Hafshah radhiallahu ‘anha, putri Umar bin Al-Khattab.

    Utsman bin Affan meminta Alquran tersebut kepada Hafsah untuk diduplikasi. Kemudian membentuk tim yang terdiri dari: Zaid bin Tsabit, Abdullah bin az-Zubair, Sa’ad bin al-Ash, dan Abdurrahman bin al-Harits. Merekalah yang ditugaskan untuk menyalin Alquran.

    Setelah selesai, salinan asli dikembalikan ke Hafsah. Sementara salinan yang baru dikirim ke berbagai negara Islam yang baru. Alquran tersebut dijadikan pedoman untuk membaca, belajar, menghafal, dan mengajarkan Alquran.

    Prestasi besar lainnya adalah Utsman membuat angkatan laut muslim pertama. Ekspedisi militer muslim di laut berlayar untuk pertama kalinya di bawah kekhalifahan Utsman. Pasukan tersebut dipimpin oleh Muawiyah bin Abi Sufyan radhiallahu ‘anhu.

    Utsman bin Affan adalah sosok yang tak habis untuk diceritakan dan dikagumi. Untuk lebih mengenal beliau, silahkan membaca artikel-artikel kisahmuslim.com yang lain, yang memuat tentang beliau, Dzun Nurain, Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu.

    Oleh Nurfitri Hadi (@nfhadi07)

    Read more http://kisahmuslim.com/5470-pahlawan-tanpa-tanda-jasa-utsman-bin-affan.html

  • Wakil MUI Ikuti Coaching Pembuatan Video Pendek untuk Gencarkan Dakwah Digital

    Bogor – Perwakilan Komisi Informasi Dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (Infokom MUI) mengikuti kegiatan Coaching Pembuatan Video Pendek Kebimasislaman Rabu s.d Jumat (22-24/03/2017) bertempat di The High Land Park Resort, Desa Sukajadi, Tamansari, Bogor, Jawa Barat.

    Penyelenggara kegiatan tersebut, Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam Kementrian Agama, juga mengundang beberapa perwakilan media Islam dan mitra straregis, seperti MUI, NU, Muhammadiyah dan Media Islam Online. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan literasi dan dakwah digital dalam bentuk video pendek.

    Pelatihan ini dipandu oleh Tim Film Maker Muslim yang telah sukses membuat video-video pendek bergenre Islam sebagai sarana dakwah di masyarakat.

    Dalam sambutan pembukaannya, Kepala Bagian Humas, Data, dan Informasi Ditjen Bimas Islam, Alatief, mengatakan “dalam era modern ini, dakwah dengan video pendek lebih banyak diminati masyarakat, khususnya para kawula muda yang sangat aktif di media sosial”, ujarnya.

    Sementara itu, sekretaris Ditjen Bimas Islam, Prof. Dr. Muhammadiyah Amin, M.Ag juga mengatakan “Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, sangat senang dengan kegiatan yang sangat luar biasa ini”, “tolong jika ada acara ini kabarkan ke saya terlebih dahulu” tambah Lukman.

    Acara Coaching ini adalah acara ketiga yang diselenggarakan Bimas Islam Kemenag bersama Media Islam, sebelumya adalah pelatihan fotografi, kemudian jurnalistik.

    Pelatihan yang berlangsung selama 3 hari ini di isi sebagian besar dengan praktek lapangan, yang diujung pertemuan, masing-masing tim yang terdiri dari tiga orang harus mampu membuat video pendek bergenre dakwah Islam kemasyarakatan.

    Peserta coaching juga diminta untuk membuat film pendek dengan tema kebimasislaman, diantaranya, Ayo Memakmurkan Masjid, Tips Menghindari Aliran Sesat, Pensewasaan Usia Nikah, dan Menjaga Kemurnian Islam. (im/iit/mui)

  • Seorang Anak Menjual Rumahnya Demi Bayarkan Utang Ayah

    Hampir semua cerita tentang orang Arab, khususnya Arab Saudi, yang sampai kepada kita adalah tentang hal-hal negatif. Kata “Puncak”, “malas”, “kasar”, “perang” adalah sesuatu yang dijejalkan di benak kita. Sehingga ketika mendengar kata “Arab” rekam memori kita langsung menalar hal-hal buruk. Sampai kita pun rasa-rasanya tak rela Islam itu dari
  • Pelajaran dari Wafatnya Abu Thalib (3/3)

    Dalam peristiwa wafatnya Abu Thalib, ada empat tokoh besar yang duduk bertemu. Dua orang di antaranya telah kita uraikan di tulisan sebelumnya. Banyak pelajaran yang kita dapati dan kaji dari keduanya. Pelajaran yang bisa kita adaptasi dengan realita kekinian. Berikutnya, tokoh ketiga adalah paman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu
  • Dari Pemeluk Hindu Hingga Menjadi Profesor Hadits Universitas Islam Madinah

    Dari Pemeluk Hindu Hingga Menjadi Profesor Hadits Universitas Islam Madinah

    Karya legendaris Prof. Dhiyaurrahman Azmi di bidang hadis akan memasukkannya pada level yang sama dengan para ulama klasik.

    Saat ini, kita banyak mendengar kisah orang-orang kembali kepada fitrah mereka, memeluk Islam. Hal ini patut kita syukuri. Tapi hanya ada beberapa orang yang berasal dari kegelapan agama leluhur mereka setelah menerima cahaya Islam berhasil menghadirkan pengaruh dan kontribusi yang luar biasa untuk kemajuan pengetahuan keislaman. Jika kita melihat warisan hebat yang ditinggalkan oleh mualaf seperti Muhammad Asad, Maryam Jamilah, Dr. Maurice Bucaille, Muhammad Pickthall, Michael Wolfe, dan Pamela Taylor, pencapaian mereka benar-benar menakjubkan. Saat ini, ada tokoh yang luar biasa yang mungkin melampaui para pendahulunya. Ia adalah Prof. Muhammad Dhiya ur-Rahman Azmi. Ia memberi kontribusi yang sangat besar dalam kajian ilmu hadits. Sebuah pencapaian yang layak dikenang dan menjadi bagian dari sejarah peradaban Islam.

    Islam Tak Mengenal Kasta Sosial

    Muhammad Dhiya ur-Rahman Azmi dulu bernama Banke Laal. Lahir tahun 1943 dalam sebuah keluarga Hindu di desa Bilarya Ganj. Sebuah desa yang terletak di Kecamatan Azamgarh, India. Saat memeluk Islam usianya 18 tahun. Konsep kesetaraan dan keadilan yang ditawarkan Islam telah membuatnya terkesan. Menurutnya, hal itu merupakan keistimewaan dan humanisme yang hanya ada pada Islam. Alasan ini pula yang menyebabkan banyak orang-orang di anak benua India memeluk Islam. Mereka ingin lepas dari sekat-sekat kasta. Dan mendapatkan kebebasan bertindak sesuai dengan cita-cita dan kehendak mereka.

    Di India ada beberapa organisasi yang memfasilitasi perpindahan agama. Kegiatan organisasi ini dikenal dengan Ghar Wapsi. Sebuah kegiatan yang difasilitasi organisasi Hindu India untuk memfasilitasi perpindahan agama seorang non-Hindu ke agama Hindu. Di masyarakat Islam India, tidak didapatkan aktivitas semacam ini. Tidak ada donasi atau bantuan materi yang didapat bagi mereka yang baru saja memeluk Islam. Sisi baiknya, seseorang yang memeluk Islam benar-benar menyambut perintah Allah dan lahir dari niat yang tulus. Jika ingin menjadi seorang muslim, hal yang harus Anda lakukan adalah memahami pesan hakiki dari Islam itu sendiri.

    Dijauhi Keluarga dan Hijrah Mendalami Islam

    Setelah memeluk Islam, kedua orang tua dan keluarga dekatnya memboikot Syaikh Muhammad Dhiyaurrahman Azmi. Ia pun hijrah ke Pakistan untuk mendalami agama. Ia belajar agama di Madrasah yang bekerja sama dengan Jamiah Islamiyah. Kemudian melanjutkan studi S1 di Universitas Islam Madinah (Jamiah Islamiyah Madinah), Arab Saudi. Di tempat ini, ia menjadi lulusan pertama yang pernah beragama Hindu.

    Tidak berhenti hanya di tingkat sarjana, Syaikh Dhiyaurrahman melanjutkan studi pasca sarjananya (S2) ke King Abdul Aziz University di Mekah, yang kemudian dikenal dengan Ummul Qura University. Gelar doktornya ia dapatkan dari Universitas al-Azhar, Kairo.

    Kepakarannya di bidang hadits adalah sesuatu yang diakui khalayak. Universitas Islam Madinah mengakuinya dengan mengangkatnya sebagai guru besar (profesor) di Fakultas Hadits kampus tersebut. Bahkan Kerajaan Arab Saudi sendiri menghadiahinya kewarga-negaraan Arab Saudi sebagai bentuk terima kasih atas kontribusi yang ia berikan dalam kajian ilmu hadits.

    Syaikh Dhiyaurrahman tidak membatasi aktivitasnya hanya di bidang akademik semata. Ia juga aktif ambil bagian dalam bidang administratif. Seperti bergabung dengan Liga Muslim Dunia (Muslim World League) di Mekah. Dan juga menjadi dekan Fakultas Hadits Universitas Islam Madinah hingga pensiun. Setelah pensiun, ia diangkat menjadi pengajar di Masjid Nabawi oleh Departemen Urusan Masjid Nabawi pada tahun 2013.

    Sumbangan Terhadap Peradaban Islam

    Banyak karya tulis telah dibuat oleh Profesor Dhiyaurrahman Azmi. Ia menulis puluhan buku tentang berbagai topik penting dalam Islam. Tapi yang paling istimewa adalah karya monumentalnya berupa ensiklopedia hadits. Ia beri judul karyanya itu dengan al-Jami’ al-Kamil fi al-Hadits ash-Shahih ash-Shamil. Karya istimewanya ini adalah kumpulan hadits-hadits shahih yang tersebar di berbagai buku-buku klasik.

    al-Jami al-Kamil fi al-Hadits ash-Shahih asy-Syamil, karya monumental Prof. Muhammad Dhiyaurrahman Azmi

    Buku al-Jami’ al-Kamil fi al-Hadits ash-Shahih ash-Shamil terdiri dari 20 jilid lebih buku tebal. Yang berisi sekitar 16.000 Hadis. Memuat tentang berbagai permasalahan: akidah, hukum, ibadah, biografi Nabi, fikih, tafsir Alquran, dan masih banyak lagi. Orang-orang akan mengingat Syaikh Prof Muhammad Dhiyaurrahman Azmi dan berterima kasih padanya atas usahanya meneliti hadits. Mengumpulkannya sehingga mudah untuk dipelajari dan dibaca para pecinta hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Usahanya ini menjadi bukti bagaimana ia meneladani usaha Imam al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, at-Turmudzi, an-Nasai, dan Imam Malik dalam meneliti dan mengumpulkan hadits.

    Karya legendaris lain yang merupakan kesungguhan Prof. Azmi adalah “Encyclopedia of the Qur’an Glorious” dalam bahasa Hindi. Umat Islam pernah berkuasa selama sekitar 800 tahun di India, sayangnya tak banyak buku yang tersedia dalam bahasa asli mereka yang menjelaskan menjelaskan makna Alquran. Memberikan pencerahan tentang nilai-nilai kemanusiaan yang diberitakan Alquran.

    Ensiklopedia unik yang ditulis oleh Prof. Azmi ini, mengeksplorasi lebih dari 600 topik bahasan. Buku ini merupakan buku pertama (pionir) yang ditulis tentang tema ini dalam bahasa Hindi. Dalam waktu sangat singkat, buku ini sudah dicetak sebanyak delapan kali di India. Karena respon umat yang bagus terhadap buku ini, edisi bahasa Urdu dan India pun segera dicetak pula. Bisa dikatakan, buku ini adalah salah satu buku terbaik dalam kajian Alquran. Pembahasan diurutkan berdasarkan susunan abjad. Di dalamnya juga dimuat foto dan peta tempat-tempat yang masyhur.

    Penelitiannya dalam menempuh pendidikan juga merupakan penelitian yang menarik. Tesis Master-nya berjudul Abu Hurairah fi Dhau-i Marwiyatihi: Dirasatun Muqaranatun fi Miati Haditsin min Marwiyatihi adalah bentuk pembelaan terhadap sahabat Nabi, Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu. Ia membantah tuduhan yang dibuat oleh beberapa orang yang mempertanyakan keaslian hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Sedangkan disertasinya adalah penelitian terhadap kitab Aqdhiyatu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

    Dalam bukunya Dari Ganga ke Zamzam dalam bahasa Urdu, Prof. Azmi menceritakan kisah keislamannya dan banyaknya kesulitan yang harus ia hadapi. Tentu buku ini juga menarik untuk dibaca. Kemudian karyanya yang istimewa tentang studi perbandingan agama, Dirasat al-Yahudiyah wa al-Masihiyah wa al-Adyan al-Hind juga mendapat apresiasi yang tinggi. Buku ini dijadikan acuan materi pembelajaran tingkat yang lebih tinggi di universitas-universitas di Arab Saudi. Saat ini, Prof. Azmi terlibat dalam proyek penulisan studi perbandingan agama Hindu, Budha, Jainisme, dan Sikhisme yang akan segera diterbitkan pula.

    Penutup

    Tidak ada yang menyangka, seorang anak laki-laki yang terlahir di sebuah keluarga Hindu di kemudian hari menjadi guru hadits di Universitas Islam Madinah dan pengajar di Masjid Nabawi. Profesor Azmi merupakan orang yang istimewa. Perjalanannya hidupnya mengajarkan kita bahwa kehidupan ini bagaikan roda yang berputar. Seseorang bisa di berada di putaran bawah menghadapi kesulitan. Kemudian berada di bagian atas menikmati kesuksesan. Seseorang harus berusaha menyelesaikan putaran kesulitan yang ia hadapi sampai ia berhasil membuktikan kepada dunia -dengan izin Allah-, ia mampu berkontribusi untuk peradaban.

    Kesederhanaan memiliki peran penting dalam pembentukan karakter. Karena kesederhanaan mampu menahan seorang untuk berbuat yang tidak semestinya ia lakukan. Kesederhanaan juga menjadi perisai yang menghalangi sifat sombong. Kesederhanaan adalah kunci untuk kesalehan dan baiknya perbuatan. Kesederhanaan, sopan santun, dan kerendahan hati begitu tampak pada sosoknya.

    Prof. Azmi adalah figur yang membuat kita teringat dengan kebenaran sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

    النَّاسُ مَعَادِنُ كَمَعَادِنِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ خِيَارُهُمْ فِي الْجَاهِلِيَّةِ خِيَارُهُمْ فِي اْلإِسْلاَمِ إِذَا فَقُهُوا وَالْأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ

    “Manusia ibarat barang tambang berharga seperti tambang emas dan perak. Orang yang mulia pada masa jahiliyah, akan menjadi orang yang mulia juga dalam Islam apabila ia paham agama. Ruh ibarat pasukan yang dikumpulkan, ia akan bersatu jika serasi dan akan berselisih jika tidak serasi”. (HR Muslim).

    Sumber:

  • Kyai Hasyim, Produk Lokal Berkelas Global

    Untuk kesekian kalinya, umat Islam dan bangsa Indonesia berduka. Kamis jam 06.15 (16/3) di kediamannya, Malang, Al-Mukarram Dr. KH. Hasyim Muzadi, mantan Ketua Umum PBNU dua periode (1999 -2009) berpulang ke haribaan Allah Swt, menyusul pendahulunya, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Air mata pun mengalir mengiringi kemuliaan jenazah sosok humanis ke peristirahatan terakhirnya, di pemakaman keluarga, Komplek Pesantren Mahasiswa Al-Hikam, Kukusan Beji, Depok.

    Beberapa jam, bahkan beberapa menit setelah informasi kewafatannya menyebar luas, bermunculan berbagai ragam kesaksian publik di media sosial baik dalam bentuk infografis maupun tulisan pendek dari beberapa tokoh dan masyarakat umum tentang sosoknya yang fenomenal. Rerata kesaksiannya seputar profilnya sebagai ulama mumpuni yang memiliki kedalaman ilmu, kelihaian retorik, dan sense of humor yang tinggi. Almarhum juga digambarkan sebagai tokoh pejuang keragaman yang konsisten memegangi prinsip dengan sifat-sifat lembutnya khas NU. Sehingga tidak heran jika Ketua Umum PBNU saat ini, KH. Said Agil Siraj, menyebut almarhum sebagai orang yang pantas menggantikan posisi Gus Dur sebagai Ketua Umum PBNU saat itu.

    Dari sekian banyak ulasan di media, satu hal yang cukup menarik dari sosok alumni Gontor ini adalah kontribusinya terhadap harmoni dan kedamaian dunia. Kyai Hasyim sangat dikenal di dunia internasional. Bahkan saat serangan WTC 11 September 2001, dimana Amerika mengarahkan telunjuknya kepada dunia Islam, dan menangkap serta menghukum kelompok-kelompok Islam yang diduga terlibat dalam serangan tersebut, Kyai Hasyim berani mengatakan bahwa bukan Islam yang jadi problem, tetapi sekelompok kecil orang yang memiliki ideologi keras untuk merusak citra Islam.

    Sebagaimana dimuat di laman www.nu.or.id (NU Online), kiprah Hasyim tersebut sangat nampak. Meski posisi Islam moderat Indonesia luput dari tuduhan atas peristiwa WTC, hal tersebut bukan berarti persoalan berhenti sampai di situ. Dalam kontek ini, Kyai Hasyim mengambil peran penting untuk memberi pemahaman tentang masyarakat Islam Indonesia kepada dunia internasional. Menurutnya, dunia internasional dipandang perlu mengetahui Islam di Indonesia yang tidak setuju agama dijadikan dasar tindak kekerasan. Sehingga, Kyai Hasyim memandang penting untuk membangun komunikasi dengan dunia luar secara intensif, tak terkecuali dengan Negeri Paman Sam.

    Atas inisiatifnya tersebut, Kyai Hasyim lalu diminta datang ke AS untuk menjelaskan bagaimana pemahaman masyarakat Islam Indonesia terhadap agamanya. Dia kemudian memaparkan secara jelas dan tegas terkait peta dan struktur Islam.

    “Saya gambarkan kepada pemerintah publik AS bahwa umat Islam di Indonesia itu pada dasarnya moderat, bersifat kultural, dan domestik. Tak kenal jaringan kekerasan internasional,” ujar Kyai Hasyim seperti dikutip oleh NU Online.

    Begitu pula terkait kelompok hard liners (garis keras), Kyai Hasyim menyarankan agar AS tidak menggunakan sikap respresif. Solusi yang ditawarkannya yaitu melalui pendekatan sosio-kultural. Pendekatan pendidikan, kultural, dan social problem solving masih lebih tepat dan mengena daripada dengan cara-cara kekerasan. Karena kekerasan akan menimbulkan benci dan dendam yang pada akhirnya dapat memperbesar kekerasan baru yang tidak pernah selesai. Dengan demikian, gerakan-gerakan kekerasan atas nama agama dan Tuhan secara perlahan akan dapat diatasi atau bahkan hilang.

    Bukan sampai di situ, Kyai Hasyim juga terlibat aktif dalam Konferensi Dunia Agama untuk Perdamaian (World Conference on Religion for Peace/WCRP) ke 8 yang berlangsung di Kyoto, Jepang. Dalam event tersebut, Kyai Hasyim terpilih sebagai salah satu dari 9 presiden WCRP. WCRP merupakan organisasi lintas agama yang menghimpun tokoh-tokoh berbagai agama dari seluruh dunia dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia. Pada pertemuan di Kyoto, hadir 600-an tokoh ragam agama dari 100 negara di dunia. WCRP sendiri didirikan pada 1970 dan saat ini berpusat di markas PBB New York.

    Beberapa program WCRP adalah menghentikan perang, mengakhiri kemiskinan dan melindungi bumi. Mereka telah berupaya untuk membantu upaya rekonsiliasi di Irak, menjadi mediator dalam perang antar suku di Sierra Leone serta membantu jutaan anak yang terinfeksi virus HIV di Afrika. Kyai Hasyim dipilih karena perannya dalam pengembangan perdamaian baik di tingkat nasional maupun internasional. PBNU telah menggelar International Conference of Islamic Scholar (ICIS) pada 2004 dan 2006 yang dihadiri peserta dari 53 negara. PBNU juga membantu resolusi konflik di Thailand Selatan.

    Melihat peran Kyai Hasyim di atas cukup lah menggambarkan bahwa almarhum termasuk tokoh yang sangat diperhitungkan dunia. Tentu masih banyak peran-peran lain beliau, seperti dalam dunia pendidikan, pertemuan para tokoh sufi dunia, dan lain-lain. Yang menjadi pertanyaan adalah, bukankah Kyai Hasyim hanyalah seorang tokoh yang dilahirkan dari pendidikan dalam negeri (lokal)? Kenapa “produk lokal” justru mampu berekspansi ke kancah global? Bukankah tidak sedikit “produk-produk” global, lulusan-lulusan universitas terkenal di Amerika, Eropa atau negara maju “hanya” menjadi tokoh lokal, bahkan tidak menjadi siapa-siapa?

    Pertanyaan tersebut cukup menggelitik mengingat oleh sebagian kita masih meragukan “produk-produk” lokal untuk bisa tampil di dunia internasional. Ya, Kyai Hasyim merupakan salah satu pengecualian. Meskipun beliau dididik murni di dalam negeri, misalnya mulai dari MI, MTs, MA, Pesantren Gontor, pesantren salafiyah NU, dan IAIN, faktanya beliau justru menjadi tokoh dalam bidang kerukunan dan perdamaian dunia. Kira-kira faktor pendukung apa saja yang menjadikan Kyai Hasyim mampu berkiprah di dunia internasional. Ada beberapa faktor menurut hemat saya, diantaranya:

    Pertama, kapasitas pribadi yang mumpuni, baik secara intektual, emosional, maupun spiritual. Siapapun akan menjadi apapun semuanya terpulang pada kapasitas dirinya. Kyai Hasyim yang dibesarkan murni dari pendidikan lokal mampu membuktikan bahwa “kedisinian” tidak menjadi penghalang untuk menembus batas prestasi level dunia. Anak pesantren yang dulunya hanya belajar ngaji kitab kuning dan mengarungi wisdom pesantren bisa menjadi “amunisi” dalam menaklukkan bentangan dunia yang sangat luas. Plus Kyai Hasyim pernah digembleng di pesantren Gontor untuk mendalami bahasa Arab dan Inggris sebagai modal penting kesuksesannya kelak, dan menjadi jendela bagi cakrawala kebesarannya hingga akhir hayatnya.

    Kedua, sejak muda, Kyai Hasyim adalah aktifis organisasi. Di lingkungan NU pernah menjadi ketua ranting hingga memegang posisi puncaknya sebagai ketua PBNU. Demikian juga secara politik posisi beliau pernah menjadi anggota parlemen dari partai PPP, bahkan pernah menjadi Cawapres Megawati, meski tidak berhasil, dan sampai hembusan nafasnya yang terakhir beliau masih menjabat sebagai anggota Wantimpres. Keaktifannnya di Ormas dan di Parpol menjadikan dirinya makin matang dalam pandangan, sikap, dan perilaku sosialnya. Di lingkungan NU, Kyai Hasyim adalah tipe organisatoris yang handal, memiliki sikap disiplin dan pemahaman yang bagus dari sisi manajemen. PBNU di tangannya mengalami perubahan besar, khususnya dalam penataan manajerial yang sebelumnya kurang tertata di zaman Gus Dur. Dari sinilah bagaimana Kyai Hasyim mampu merancang, menyusun, memenej, memimpin, dan mengambil peran dalam berbagai problem solving keummatan, sehingga mengantarkannya sebagai sosok tangguh dan sukses.

    Ketiga, jabatan puncak selama dua periode sebagai Ketua Umum PBNU, Organisasi Masyarakat (Ormas) terbesar dengan jumlah anggotanya sekitar 70 juta orang, tidak dapat dipungkiri yang dapat membuka jalan lempang kariernya di dunia internasional. Sebagai pemimpin tertinggi dari jamaah Nahdhiyyah yang tersebar di seluruh pelosok nusantara dan mungkin terbesar di dunia, menjadi sosok penting, baik dalam ranah sosial, politik, ekonomi, baik lokal, nasional, maupun internasional. Ormas Nahdlatul Ulama (NU), adalah Ormas Islam yang paling seksi secara politik, sehingga daya magnetnya cukup tinggi. Siapapun yang memegangi pimpinan puncak akan menjadi daya pikat dari banyak golongan, termasuk dunia internasional yang berkepentingan, baik dalam dunia pendidikan, maupun kedamaian dan kerukunan. Politik nasional tidak akan pernah melupakan peran Ormas besar NU, selain tentu saja Muhammadiyah. Demikain juga di kancah internasional, NU sangat diperhitungkan karena dapat berkontribusi memberikan gagasan dan perannya untuk harmoni dunia.

    Keempat, corak paham dan keberagamaan Kyai Hasyim adalah jalan Nahdliyyah, yaitu Islam jalan tengah, Islam yang menjunjung tinggi moderasi, Islam rahmatan lil ‘alamin. Model Islam nusantara ala NU yang diperjuangkan Kyai Hasyim telah membuktikan bahwa agama dapat berdialog dengan tradisi, sehingga agama tidak dalam posisi berseberangan atau berhadapan dengan kultur masyarakatnya. Pandangan Islam yang membawa rahmat yang diusung Kyai Hasyim di level lokal dan interrnasional seakan menjadi penawar di tengah berkecamuknya perang antara agama dan politik di negara-negara Timur Tengah. Dunia Islam merindukan Islam ramah, bukan Islam marah, yang ditunjukkan oleh umat Islam Indonesia. Tingginya ancaman terorisme di level lokal, regional, dan internasional, Islam ala Indonesia yang dijaga ketat oleh NU dan Muhammadiyah mengantarkan Kyai Hasyim sering tampil di level dunia untuk menjelaskan tentang Islam damai seperti pengalaman Indonesia.

    Berdasarkan keempat hal tersebut, dapat ditarik garis tegas bahwa kenapa Kyai Hasyim yang murni “produl lokal” pada akhirnya mampu berbicara di kancah internasional. Hal ini membuktikan bahwa “produk lokal” tidak boleh dipandang sebelah mata karena faktanya mampu menjadi rujukan dunia internasional. Dalam banyak kesempatan, para pemimpin negara Islam, seperti Bosnia, Rusia, Pakistan, dan lain-lain pernah dengan terus terang ingin belajar dengan Indonesia. Berkali-kali tokoh dunia Barat menyampaikan bahwa Islam Indonesia merupakan masa depan dunia Islam. Dan itu salah satunya diperjuangkan oleh sosok fenomenal Kyai Hasyim Muzadi yang saat ini telah meniggalkan kita semua.

    Terima kasih pak Kyai atas inspirasi, dedikasi dan wisdom-nya yang engkau persembahkan untuk bangsa ini. Wallahu a’lam.

    Tobib
    Dr. Thobib Al-Asyhar, M.Si.
    Anggota Komisi Infokom MUI, Dosen Sekolah Kajian Stratejik dan Global, Universitas Indonesia.

  • Pelajaran dari Wafatnya Abu Thalib (2/3)

    Di tulisan sebelumnya, telah dibahas bagaimana peristiwa wafatnya paman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Thalib. Bagaimana Nabi berusaha mendakwahi sang paman di akhir hayat. Dan bagaimana pula tokoh-tokoh kekufuran, Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah, tak mau kalah menyerukan kekufuran untuk teman mereka. Orang pertama yang akan kita
  • 100% Bisnis 100% Amal

    100% Bisnis 100% Amal

    Dari sebuah akun di facebook, saya menyalinkan ini untuk kawan semua…  (Bunda Saffa)

    Seorang lelaki tua, pakaian lusuhnya menampakkan jelas kefaqiran yang ia alami, ia memasuki sebuah toko megah untuk membeli selimut, ia membutuhkan 6 buah selimut untuk keluarganya di musim dingin ini, tapi uang yang ia miliki hanya 100 riyal

    Pemilik toko berkata :

    Oh ada pak, saya punya selimut bagus buatan Turki, harganya juga murah, hanya 20 riyal per buah. Kalau bapak beli 5 buah akan mendapat bonus 1 buah

    Lega ..
    Terpancar diwajah lelaki tua itu

    Segera ia mengulurkan lembaran uang 100 riyal miliknya, dengan wajah berseri sambil membawa selimut ia berlalu pergi

    Teman si pedagang yang sedari tadi duduk memperhatikan ini berkata :

    Engkau ini aneh sekali, bukankah kemarin engkau mengatakan selimut itu jenis selimut termahal di tokomu ini, kalau tidak salah kemarin engkau menawarkan nya padaku seharga 350 riyal per helainya

    Pedagang itu menjawab :

    Benar sekali, kemarin aku menjual padamu 350 riyal tidak kurang sedikitpun, kemarin aku berdagang dengan manusia, hari ini aku berdagang dengan ALLAH

    Aku ingin keluarga laki-laki tua tadi dapat terhindar dari dingin di musim dingin yang akan datang sebentar lagi dan aku berharap ALLAH menghindarkanku serta keluargaku dari panas nya api neraka di akhirat nanti

    Demi ALLAH, kalaulah tidak karena menjaga harga diri laki-laki tua tadi, aku tidak ingin menerima darinya uang sedikitpun, aku tidak ingin ia merasa menerima sedekah sehingga merasa malu di hadapan kita disini

    Saudaraku, sungguh untuk bermuamalah yang benar kepada ALLAH, butuh seni dan akhlaq yang tinggi, semoga kita bisa mencontoh akhlaq dari pedagang tersebut ..

    Karena usaha bukan hanya tentang uang dan dunia saja ..
    Kita lebih butuh focus dan yang jauh lebih lagi .. ridho Allaah ..

    100%BISNIS 100%AMAL

  • Khutbah Wada’ Rasulullah SAW

    Khutbah Wada’ Rasulullah SAW

    * Khutbah yang disampaikan pada saat haji wada Rasulullah SAW

    Imam Muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari Jabir ra, ia berkata:

    Rasulullah saw berkata,

    ”Tahukah kalian, bulan apa ini?”

    Mereka serentak menjawab, ”Bulan Haram” …..

    Rasulullah saw mengulangi lagi kalimatnya,,,,

    “Wahai manusia, dengarkanlah apa yang hendak kukatakan. Mungkin sehabis tahun ini, aku tidak akan bertemu lagi dengan kalian di tempat ini untuk selama-lamanya….

    Hai manusia, sesungguhnya darah dan harta benda kalian adalah suci bagi kalian (yakni tidak boleh dinodai oleh siapapun juga) seperti hari dan bulan suci sekarang ini di negeri kalian ini.

    Ketahuilah, sesungguhnya segala bentuk perilaku dan tindakan jahiliyah tidak boleh berlaku lagi.

    Tindakan menuntut balas atas kematian seseorang sebagaimana yang berlaku di masa jahiliyah juga tidak boleh berlaku lagi.

    Tindak pembalasan jahiliyah seperti itu pertama kali kunyatakan tidak berlaku ialah tindakan pembalasan atas kematian Ibnu Rabi‘ bin al Harits.

    Riba jahiliyah tidak berlaku, dan riba yang pertama kunyatakan tidak berlaku adalah riba Abbas bin Abdul Muthalib.

    Sesungguhnya segala macam riba tidak boleh berlaku lagi ……

    Hai manusia, di negeri kalian ini, setan sudah putus harapan sama sekali untuk dapat disembah lagi. Akan tetapi masih menginginkan selain itu. Ia akan merasa puas bila kalian melakukan perbuatan yang rendah. Karena itu hendaklah kalian jaga baik-baik agama kalian!….

    Hai manusia sesungguhnya menunda berlakunya bulan suci akan menambah besarnya kekufuran. Dengan itulah orang-orang kafir menjadi tersesat. Pada tahun yang satu mereka langgar dan pada tahun yang lain mereka sucikan untuk disesuaikan dengan hitungan yang telah ditetapkan kesuciannya oleh Allah. Kemudian mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah dan mengharamkan apa yang telah dihalalkan Allah.

    Sesungguhnya jaman berputar seperti keadaannya pada waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun adalah dua belas bulan. Empat bulan diantaranya adalah bulan-bulan suci. Tiga bulan berturut-turut : Dzul Qa‘dah, Dzul Hijjah, dan Muharram. Bulan Rajab adalah antara bulan Jumadil Akhir dan bulan Sya‘ban…“

    Takutlah Allah dalam memperlakukan kaum wanita, karena kalian mengambil mereka sebagai amanat Allah dan kehormatan mereka dihalalkan bagi kalian dengan nama Allah.

    Sesungguhnya kalian mempunyai hak atas para istri kalian dan mereka pun mempunyai hak atas kalian. Hak kalian atas mereka ialah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang tidak kalian sukai ke dalam rumah kalian. Jika mereka melakukan hal itu maka pukullah mereka dengan pukulan yang tidak membahayakan. Sedangkan hak mereka atas kalian ialah kalian harus memberi nafkah dan pakaian kepada mereka secara baik.

    Maka perhatikanlah perkataanku itu, wahai manusia, sesungguhnya Aku telah sampaikan. Aku tinggalkan sesuatu kepada kalian, yang jika kalian pegang teguh, kalian tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.

    Wahai manusia, dengarkanlah taatlah sekalipun kalian diperintah oleh seorang hamba sahaya dari Habasyah yang berhidung gruwung, selama ia menjalankan Kitabullah kepada kalian.

    Berlaku baiklah kepada para budak kalian….. berilah mereka makan apa yang kalian makan dan berilah pakaian dari jenis pakaian yang sama dengan kalian pakai. Jika mereka melakukan sesuatu kesalahan yang tidak bisa kalian ma‘afkan maka juallah hamba-hamba Allah itu dan janganlah kalian menyiksa mereka.

    Wahai manusia, dengarkanlah perkataanku dan perhatikanlah!

    Kalian tahu bahwa setiap orang Muslim adalah saudara bagi orang-orang Muslim yang lain, dan semua kaum Muslimin adalah saudara. Seseorang tidak dibenarkan mengambil sesuatu dari saudaranya kecuali yang telah diberikan kepadanya dengan senang hati, karena itu janganlah kalian menganiaya diri sendiri …

    Ya Allah sudahkah kusampaikan?

    Kalian akan menemui Allah maka janganlah kalian kembali sesudahku menjadi sesat, sebagian kalian memukul tengkuk sebagian yang lain.

    Hendaklah orang yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir, barangkali sebagian orang yang menerima kabar (tidak langsung) lebih mengerti daripada orang yang mendengarkannya (secara langsung).

    Kalian akan ditanya tentang Aku maka apakah yang hendak kalian katakan?”

    Kaum Muslimin menjawab: “Kami bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan (risalah), telah menunaikan dan memberi nasehat.“ Kemudian seraya menunjuk ke arah langit dengan jari telunjuknya,”

    Rasulullah saw bersabda:

    “Ya Allah, saksikanlah, saksikanlah, saksikanlah”

  • Pelajaran dari Wafatnya Abu Thalib (1/3)

    Saat Abu Thalib mendekati akhir usia, berkumpullah tokoh-tokoh besar di sekitarnya. Penghulu manusia, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan tokoh kekafiran juga pemuka Quraisy, Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah. Kehadiran para tokoh yang kontradiktif inilah, membuat peristiwa wafatnya Abu Thalib memuat banyak pelajaran. Ketika ajal Abu Thalib telah
  • Kata al-Walid bin al-Mughirah Tentang Alquran

    KisahMuslim.com – Al-Walid bin al-Mughirah adalah tokoh kafir Quraisy. Ia seorang yang terpandang lagi memiliki kekayaan. Dan memiliki putra yang terpandang pula, yaitu Khalid bin al-Walid radhiallahu ‘anhu. Putranya adalah tokoh sebelum ia memeluk Islam. Dan menjadi tokoh pula setelah memeluk Islam. Sedangkan al-Walid tetap dalam kekufurannya. Dan menjadi musuh
  • Kata Abu Jahal Tentang Pribadi Nabi Muhammad

    Al-Masur bin Mukhramah, keponakan Abu Jahal, anak dari saudari perempuannya, bertanya kepada Abu Jahal tentang pribadi Muhammad bin Abdullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Wahai pamanku, apakah kalian menuduh Muhammad itu berdusta sebelum ia mengatakan apa yang dia katakan sekarang ini -yakni risalah kenabian-?” “Wahai anak saudariku, demi Allah! Sungguh sewaktu
  • Imam Muslim, Imam Para Ahli Hadits

    Salah satu ulama dan imam yang terkenal di kalangan kaum muslimin adalah Imam Muslim penyusun Shahih Muslim. Umat Islam banyak membaca hadits-hadits yang beliau riwayatkan. Walaupun tidak semua orang merasa ingin tahu lebih jauh tentang nama yang mereka baca itu. Berikut ini biografi singkat dari Imam Muslim, mudah-mudahan menambah rasa
  • Mendidik bukan Mengajar

    Mendidik bukan Mengajar

    oleh: Harry Santosa

    Mendidik fitrah anak itu bukan “too much teaching” atau terlalu banyak mengajarkan (outside in), namun lebih banyak menumbuhkan dan menyadarkan gairah anak untuk belajar dan bernalar (inside out).

    Anak yg gairah fitrah belajar dan bernalarnya tumbuh hebat akan belajar sepanjang hidupnya, namun anak yang banyak diajarkan akan meminta diajarkan sepanjang hidupnya.

    Anak yang suka dan bergairah pada buku akan membaca sepanjang hidupnya, namun anak yang dipaksa bisa segera membaca sebelum cinta buku barangkali akan membenci membaca buku sepanjang hidupnya.

    Anak yang fitrah imannya tumbuh dalam wujud bergairah cintanya kepada Allah, kepada Rasulullah SAW, kepada Islam, kepada alQuran akan menjalani perintah Allah sepanjang hidupnya, meneladani Rasulullah SAW sepanjang hayatnya, mendalami dan mengamalkan alQuran dengan antusias sampai ajalnya.

    Namun anak yang ditargetkan ini dan itu sebelum cintanya tumbuh bisa jadi akan membuang Syariahnya ke tempat sampah ketika dewasa kelak. Anak yang terlalu cepat diadabkan sebelum gairah cintanya tumbuh kelak akan berpeluang membenci adab dan menjadi tidak beradab

    “Dont too much teaching”. Rileks dan optimislah. Yakinlah anak anak kita punya cukup semua yang dibutuhkan untuk menjalani maksud penciptaannya sebagai Hamba Allah dan Khalifah Allah di muka bumi. Anak anak kita telah Allah instal kebaikan sejak lahir, yaitu fitrah.

    Maka sekali lagi “Dont Too Much Teaching”, fasilitasi saja, temani saja, arahkan saja, tunjuki saja, dampingi saja. Allahlah Murobby atau pendidik bagi anak anak kita, Allahlah Yang paling Tahu fitrah anak anak kita, karenanya ikuti saja fitrah Allah

    Tugas kita hanyalah mengaktifasi fitrah ini dengan merawat, menguatkan konsepsi ketika bawah usia tujuh tahun, kemudian menumbuhkan dan menyadarkan potensi ketika usia 7-10 tahun, lalu mengokohkan dan menguji eksistensi perannya dengan kehidupan nyata ketika menjelang aqilbaligh sehingga akhirnya mengantarkan anak anak kita pada peran peran peradaban terbaik dengan adab mulia.

    Salam Pendidikan Peradaban

    Sumber: https://www.facebook.com/harry.hasan.santosa/posts/10211987896082863?pnref=story