Membentuk Manusia Anti Teror

Ditengah teror yang terus bergejolak, tentu muncul rasa was-was yang menyebabkan kita khawatir dan kehilangan rasa aman, maka seyogyanya kita berdoa agar Allah memberikan rasa aman dan menenangkan hati kita, karena Allah sebaik-baik pemberi rasa aman.

Dalam banyak kajian pendidikan karakter disebutkan banyak hal tentang moral, karakter yang akan mencegah kita untuk melakukan hal yang menyakiti selain diri kita. Membentuk manusia anti teror artinya kita berusaha membentuk manusia yang bermanfaat, yang menjadi rahmat bagi sekitarnya.

Dalam Kitab Al-Iman Ibn Taimiyyah menyebutkan tiga perangkat agama, yang juga sesuai dengan hadits kedua dalam Arbain Annawawiyah, yakni tentang Iman, Ihsan, dan Islam. Jika masuk dalam skala prioritas, banyak ulama menjelaskan yang mana harus didahulukan maka disebutkan dalam urutan dalam hadits yang lain adalah Iman, dan dalam kerangka hal pengembangan diri maka yang berkembang terlebih dahulu adalah Islam, Iman kemudian Ihsan.

Hal ini menarik bagaimana dalam bahasan yang lain ulama-ulama pemikir menyebutkan bagaimana hubungan Islam, Iman dan Ihsan ini tidak sejelas bagaimana dalam hadits kedua arbain menjelaskan apa yang menjadi rukun dalam Islam, Iman dan Ihsan.

Hal ini menarik untuk kita gali lebih dalam dan memaknai kembali hikmah-hikmah diatas dengan kondisi kekinian untuk menjadikan kita bermental produktif, memberikan keselamatan bukan hanya diri kita, juga orang lain, bukan hanya keselamatan dunia, juga keselamatan akhirat yang diridhai oleh Allah, bukan hanya memajukan diri kita juga tidak mendzalimi orang lain.

Dalam kerangka kekinian banyak penjelasan dari kompetensi yang sebenarnya jika kita pahami adalahturunan dari penjabaran tiga perangkat diatas, yakni SpiritualQ, EmotionalQ dan IntelligenceQ, atau Skill, Knowledge, Attitude menariknya dalam pembelajaran saya baru-baru ini saya mendapatkan ibrah dan memahami perpaduan kompetensi tersebut dapat dijelaskan dalam grafik pengembangan SIMPLE kompetensi yang dikembangkan oleh Dr Eddy Iskandar, yang insyaallah akan coba dikembangkan kedepan dalam Worldclass Ummah sebagai kerangkan pengembangan kompetensi Ummah.

Kompentensi MORAL adalah integrasi antara kompetensi kehanifan akan Ihsan dan keteguhan akan Iman, atau secara umum dapat disampaikan adalah antara integrasi kompetensi antara SpiritualQ dan EmosionalQ. Kompentensi antara keteguhan atas apa yang manusia percayai dan kompetensi hati yang sehat, ketika emosional (Ihsan) dan spiritual (Iman) dibangun bersama-sama maka muncullah turunan dari kompetensi tersebut yang juga memperluas dari sekedar kompetensi indivual ke kompetensi manfaat (sosial), yakni MoralQ (Akhlak).

Dalam banyak kajian MoralQ (Akhlak) umumnya adalah tentang pembahasan pengetahuan akan akhlak, hal ini tidak sepenuhnya salah, dan dengan pemahaman yang diatas ini, dapatlah kita sampaikan pemahaman sangat kurang tepat, MoralQ adalah implementasi dari kompetensi SpiritualQ (Iman) dan EmosionalQ (Ihsan), MoralQ bersifat bentuk nyata implementasi dari amal yang didasari oleh keyakinan, jika MoralQ coba untuk dijelaskan maka hal ini dalam kerangka mengidentifikasi.

Dari uraian diatas untuk membentuk manusia yang anti teror, yang tidak mendzalimi orang lain, maka yang perlu kita kuatkan adalah SpiritualQ (Iman) dan EmotionalQ (Ihsan), semoga kita dapat membentuk mental dan karakter-karakter ini sebagai kompetensi untuk sukses, bermanfaat dan berwawasan, menjadi Ulul Albab.

wallahualam,



Wakaf Darulfunun – Aamil Indonesia