NGOPI dengan MUI, Dokter Aisyah Dahlan Sampaikan Kiat Mengelola Emosi di Tengah Pandemi

JAKARTA – Aisyah Dahlan, dokter yang pernah mendapatkan penghargaan sebagai woman health activist menyampaikan kiatnya dalam mengatasi permasalahan hidup yang muncul karena adanya situasi dan kondisi tertentu seperti pandemi Covid-19. Menurutnya, situasi dan kondisi seperti pandemi seperti sekarang ini tidak bisa diubah dalam waktu singkat, tapi emosi yang timbul karenanya bisa dikelola.

“Situasi dan kondisi pandemi ini (adalah) sesuatu yang tidak mudah diubah dengan cepat. Yang dapat diubah dengan cepat itu emosi. Jadi, emosi negatif kita angkat menjadi emosi positif. Emosi itu ada di otak manusia,” kata Aisyah Dahlan saat mengisi Program Ngobrol Pintar (NGOPI) di TV MUI, Rabu (09/07) malam.

Pada otak manusia, kata dia, ada sistem emosi yang jumlahnya sepuluh. Emosi paling bawah sampai paling atas itu terdiri dari: apatis, sedih, takut, nafsu, marah, sombong, semangat, menerima, damai, dan pencerahan.

Semua emosi itu, ujar dia, tidak bisa hilang karena sudah tertanam di otak manusia sesuai kehendak Allah SWT. Allah SWT memberikan itu semua agar manusia bisa mengelolanya dengan sebaik-baiknya.

“Kalau misalnya kita takut di situasi seperti sekarang wajar, misalnya kita lagi marah, ini lazim, karena memang ada di otak kita. Allah SWT meminta kita cepat-cepat naik ke tangga atas, supaya semangat lagi,” katanya.

Dia menambahkan, emosi di otak itu juga mempengaruhi kadar keimanan yang membuatnya naik turun. Saat seseorang memiliki emosi negatif, ia akan lupa semuanya, termasuk bahwa Allah SWT maha melindungi. Pada saat tidak memiliki uang dan sebagainya, seringkali manusia takut dan lupa bahwa Allah SWT maha pemberi rizki.

Kiat paling mujarab menghadapi kondisi seperti itu, ujarnya, adalah dengan memperbanyak istighfar. Istighfar yang dilafadzkan berulang-ulang, kata dia, bisa mengubah emosi ke level lebih atas yang lebih baik dan positif.

“Situasi dan kondisi dan emosi negatif itu kan masalah. Sekarang situasi dan kondisi yang sama plus emosi positif, itu membuat masalah bisa terselesaikan,” katanya. (Azhar/Anam)



Leave a Reply

Waqaf Foundation: for Education & Society Development