All posts by Admin

Malam ini, Ngaji Rutin Malam Sabtu Legi di Pesantren Sunan Ampel Totokaton Punggur

malam-ini,-ngaji-rutin-malam-sabtu-legi-di-pesantren-sunan-ampel-totokaton-punggur

Lampung Tengah: Bertempat di Masjid Pondok Pesantren Sunan Ampel Dusun Mulyokaton, Kampung Totokaton, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, malam ini, bakda Isya’, Jumat Kliwon (21/10/2022), bertepatan 25 Rabi’ul Awwal 1444 H, digelar agenda rutinan ngaji malam Sabtu Legi dan Majelis Dzikir Manaqib Syaikh Abdul Qodir Jailani.

Hal tersebut disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Ampel Dusun Mulyokaton, Kampung Totokaton, Gus Alie Fadhilah Musthofa, Jumat Kliwon (21/10/2022) petang.

Ketua PC NU Care – LAZISNU Lampung Tengah ini menambahkan, adapun rangkaian acara / amaliyah meliputi antara lain; mahallul qiyam, istighotsah dzikir manaqib, sholat sunnah hajat, sholat sunnah lidaf’il bala’, mauidhatul hasanah dan ditutup dengan doa.

Adapun mauidhatul hasanah akan disampaikan oleh Dr. KH. Andi Ali Akbar, M.Ag beliau adalah pengasuh Pondok Pesantren Darusy Syafa’ah Kotagajah, sekaligus Wakil Katib Syuriah PCNU Lampung Tengah, dan Ketua STISDA Lampung Tengah.

“Mari para muslimin dan muslimat di wilayah Kampung Totokaton dan sekitarnya, kita bermunajat memohon kepada Allah SWT melalui wasilah majelis ini untuk keberkahan bumi Nusantara Indonesia, dan kita dimudahkan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari” tambah alumni Pesantren Walisongo Sukajadi, Bumi Ratu Nuban ini.

Agenda istimewa selapanan ini juga disiarkan secara langsung / live streaming melalui channel youtube Media Sunan Ampel. (Akhmad Syarief Kurniawan)







Banjir Rendam Mushalla di Trenggalek, Pengeras Suara Hingga Karpet Rusak. Ayo Dibantu!

Trenggalek,-muijatim.or.id.

Banjir yang melanda 5 kecamatan di Trenggalek, berakibat rusaknya beberapa infrastruktur, termasuk fasilitas umum ibadah. Komisi Di Kecamatan Pogalan, pengeras suara di setidaknya tiga mushalla rusak dan tidak dapat berfungsi. Komisi Penanggulangan Bencana (KPB) MUI Jawa Timur mencatat kerusakan juga terjadi pada karpet mushalla yang tak bisa lagi pakai karena terendam lumpur dan sejumlah perangkat lain sebagaimana sarung dan mukena.

“Kami sudah menurunkan tim untuk melakukan asesment kebutuhan warga pasca banjir, dan mengupayakan penanganganan secepatnya,” kata Syaiful Amin, Sekretaris KPB MUI Jatim.

Amin yang juga ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PWNU Jawa Timur menyebutkan Mushalla-mushalla yang mengalami kerusakan pengeras suara, antara lain Musholla As Syafa’at RT 12 Desa Ngadirenggo dan Musholla Al Ikhsan RT 14 Desa Ngadirenggo. Satu lagi, Musholla Baitul Rohman RT 10 RW 04 Dsn Ngrayung Desa Ngadirenggo. “Tiga mushalla itu ada di kecamatan Pogalan, Trenggalek,” tambahnya.

Sementara itu, H. Noor Shodiq, Wakil Rektor II Universitas Islam Malang (UNISMA) mengajak masyarakat untuk peduli musibah banjir dan bencana alam lainnya dengan aksi nyata. Pihaknya dan beberapa komponen masyarakat bergerak bersama, membantu yang butuh sekali dibantu dengan membuat gerakam PEDULI BANJIR JAWA TIMUR yang melibatkan TV9 Peduli, Unisma Peduli, LPBI NU Jatim, Rumah Sedekah NU serta Komisi Penanggulan Bencana MUI Jatim. “Kami sepakat bekerjasama menggalang donasi dan memberikan bantuan yang dibutuhkan korban banjir,” ungkapnga.

Saluran donasi kepedulian, bisa dikirimkam melalui Rekening PEDULI BANJIR JAWA TIMUR di BCA 258 234 7272 An Yayasan TV9 Peduli Umat. Bantuan bisa juga berbentuk barang sesuai asesment yang dilakukan tim lapangan.

Gus Shodiq mencontohkan, Unisma Peduli misalnya, telah menyediakan 250 biji sarung, Minyak goreng 175 liter dan sembako. “Mari Sayangi Sesama di Bumi, Maka Engkau Akan Disayangi Yang di Langit,” tambahnya. (*)

Artikel Banjir Rendam Mushalla di Trenggalek, Pengeras Suara Hingga Karpet Rusak. Ayo Dibantu! pertama kali di publikasikan oleh MUI Jatim.



Marak Kasus Gagal Ginjal Anak, Wasekjen MUI Sarankan Bentuk Tim Investigasi

JAKARTA— Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, KH Arif Fahruddin menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas terkuak dan merebaknya kasus gagal ginjal misterius hingga merenggut banyak nyawa anak-anak Indonesia.

Kiai Arif meminta agar pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan dan stakeholder terkait seperti BPOM segera bertindak cepat untuk menanggulangi dan mencegahnya agar tidak semakin banyak jatuh korban anak-anak Indonesia.

Arif menyesalkan mengapa kandungan zat berbahaya dalam beberapa obat yang disinyalir berupa sirup anak-anak tidak terdeteksi sejak dini oleh institusi yang menanganinya.

Dia menyebut merebaknya kasus ini yang bersifat mengejutkan dan menimbulkan banyak korban jiwa anak-anak bisa dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Yang menjadi korban adalah anak-anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan untuk tumbuh kembang mereka sebagaimana amanat Undang-undang Perlindungan Anak,” kata dia kepada MUIDIgital, Sabtu (22/20/2022)

Meski pemerintah telah mengambil sikap berupa larangan sementara atas distribusi obat anak berbentuk sirup di pasaran, kata dia, namun korban anak-anak telah berjatuhan.

Dia mengingatkan Pemerintah hendaknya juga bertanggungjawab kepada keluarga korban jika jatuhnya korban jiwa anak-anak betul-betul dari konsumsi obat yang beredar di masyarakat.

Arif berpendapat, setelah kebijakan menghentikan untuk sementara peredaran obat anak-anak berbentuk sirup sampai ada penelitian lebih lanjut, pemerintah bisa mengambil kebijakan sektor hulu pra edar dalam hal izin produksi obat-obatan secara lebih teliti, halal, dan aman konsumsi. Rakyat memiliki hak penuh untuk mendapatkan pelayanan konsumsi obat-obatan yang halal, aman dan berkualitas.

Selain itu, kata dia, jika terbukti ada pelanggaran prosedur dalam produksi obat-obatan tersebut, maka pemerintah harus menjatuhkan sanksi tegas kepada semua pihak yang terlibat secara transparan dan akuntabel. Hal ini sebagai amanat UUD 1945 untuk melindungi segenap tumpah darah bangsa Indonesia.

Arif mengimbau agar jaminan keselamatan konsumen obat-obatan betul-betul terjamin dari sektor hulu hingga hilir. Jangan sampai jatuh korban jiwa lagi gegara ketidakseriusan dan ketidakprofesionalan penyelenggara jaminan kesehatan di negeri ini.

“Jika perlu segera dibentuk tim investigasi independen untuk mengungkap terjadinya keteledoran yang merenggut korban nyawa anak-anak Indonesia,” ujar dia.
Dia mengajak semua pihak harus membantu pemerintah untuk memenuhi hak anak-anak Indonesia untuk tumbuh kembang dengan sehat dan ceria.

Dalam pandangan Islam, kata Kiai Arif, menjaga kelangsungan hidup adalah salah satu fundamen agama. Hilangnya satu nyawa sama dengan hilangnya banyak nyawa.

Islam juga memandang, salah satu fungsi didirikannya negara adalah untuk memastikan tegaknya kehidupan yang religius (hirasatud diin) dan penyelenggaraan pemerintahan yang profesional dan bertanggungjawab (siyasatud dunya). (Hilman, ed: Nashih)



Opini: Santri Merupakan Duta Perdamaian

opini:-santri-merupakan-duta-perdamaian

Santri Merupakan Duta Perdamaian
Prof. Dr. H. A. Kumedi Ja’far, S.Ag., M.H.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M)
UIN Raden Intan dan Pengurus MUI Provinsi lampung

Hari ini merupakan hari santri nasional, di mana santri adalah seseorang yang menekuni pendidikan agama Islam, atau dengan kata lain santri bisa diartikan sebagai pribadi-pribadi yang menggeluti ilmu-ilmu agama Islam. Sehingga santri tidak musti seseorang yang belajar agama di Pondok Pesantren, tetapi semua orang yang mempelajari ilmu agama Islam bisa dinamakan santri. Dengan demikian berarti kita merupakan bagian dari keluarga santri, sebab kita juga bagian pribadi-pribadi yang mendalami ilmu-ilmu agama Islam.

Santri merupakan duta perdamaian yang senantiasa menebarkan kebaikan, santri merupakan garda persatuan yang senantiasa menjaga keutuhan,  santri merupakan kunci kesuksesan yang senantiasa menghargai perbedaan, dan santri juga merupakan penyokong bagi kemerdekaan bangsa Indonesia. Untuk itu tidaklah berlebihan apabila Presiden Jokowi menetapkan hari santri sebagai hari nasional, hal ini  sebagaimana berdasarkan keputusan Presiden No. 22 Tahun 2015 yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober sejalan dengan tercetusnya resolusi jihad oleh KH. Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 1945.

Mengapa Presiden Jokowi menetapkan hari santri sebagai hari nasional? Hal ini tentunya sebagai wujud pemberian penghargaan pemerintah terhadap perjuangan santri dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Lantas apa yang bisa kita lakukan dalam menyambut dan mengisi hari santri nasional? Tentunya dengan senantiasa meneladani akan sifat-sifatnya, yakni sebagaimana yang terhimpun dalam kata SANTRI:

Pertama, Saatirun ‘Anil’uyuub. Yaitu penutup dari kesalahan/aib. Ini artinya bahwa sebagai bagian dari keluarga santri kita harus mampu menutupi kesalahan/aib orang lain, bukan sebaliknya malah membuka-buka kesalahan/aib orang lain, apalagi mencari-cari kesalahan/aib orang lain. Ingat sabda Rasulullah SAW bahwa salah satu yang dapat merusak bahkan menghancurkan perbuatan seseorang adalah orang yang sibuk mencari aib/kesalahan orang lain. Untuk itu jangan pernah menyalahkan orang lain, membuka aib orang lain, apalagi mencari-cari kesalahan/aib orang lain, karena yang demikian itu bukan saja dapat merusak amal kebaikan seseorang, tetapi juga dapat merusak ukhullah islamiyah di antara kita.

Kedua, Naaibun ‘Anil’ulama. Yaitu pengganti para ulama, ini artinya bahwa sebagai bagian dari keluarga santri kita harus senantiasa mencontoh para ulama, mengikuti jejak para ulama, serta menjaga dan meneruskan perjuangan par alama, yakni dengan senantiasa menggelorakan amar nahi munkar, yaitu dengan senantiasa mengajak kepada kebaikan dan mencegah kepada kemungkaran. Ingat bahwa Al-Ulama Warasatul Anbiya’ , Ulama itu merupakan warisan para nabi. Dalam Firman Allah juga dijelaskan bahwa dan hendaklah ada segolongan di anatara kalian umat yang mengajak kepada yang ma’ruf dan mencegah kepda yang munkar. Ini artinya bahwa kita mempunyai kewajiban untuk senantiasa mengajak kepada yang baik dan mencegah dari yang munkar.

Ketiga, Taaibun ‘Anidzdzunuub, yaitu bertaubat dari dosa/kesalahan. Ini artinya bahwa sebagai bagian dari keluarga santri, kita harus pandai bertaubat manakala melakukan suatu kesalahan/dosa. Jangan pernah kita menganggap bahwa diri kita yang paling benar, paling sempurna dan  tidak pernah merasa berbuat salah/dosa, tetapi kita harus sadar bahwa manusia itu tidak akan pernah luput dari kesalahan dan dosa, hal ini sebagaimana hadis Rasulullah SAW: “Al-Insaanu Mahaal al-Khotho’ Wa al-Nisyaan”(manusia itu tempat salah dan lupa). Maka ketika kita melakukan suatu kesalahan/dosa, segera mungkin kita bertaubat/memohon ampun. Ingat Allah SWT berfirman dalam surat Ali Imron Ayat 135 yang intinya apabila kalian melakukan suatu keburukan/dosa kepada Allah, maka  beristighfarlah/memohon ampunlah kepada Allah, demikian juga apabila melakukan kesalahan/dosa terhadap sesama manusia, maka segeralah meminta maaf.

KeempatRaaghibun ‘Aninnaas. Yaitu berbuat baik terhadap sesama manusia, ini artinya bahwa sebagai bagian dari keluarga santri, kita harus senantiasa berbuat baik terhadap sesama manusia, bahkan kita harus berusaha untuk selalu bermanfaat untuk orang lain. Ingat sabda Rasulullah SAW yang berbunyi: “Khoirunnaas Anfa’ahum Linnaas“ Sebaik-baik di antara kalian (manusia) adalah yang bermanfaat untuk orang (manusia) lain. Dengan demikian jelas bahwa kita harus selalu berusaha untuk dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain, jangan sebaliknya menjadi beban orang lain, apalagi menjadi musuh orang lain.

Mudah-mudahan kita betul-betul menjadi santri yang sejati yang akan senantiasa menjaga dan menutupi kesalahan orang lain, mencontoh dan meneruskan perjuangan para ulama, memaafkan kesalahan orang lain dan memberikan sesuatu yang terbaik untuk orang lain. Sehingga kedamaian dan kebahagiaan dapat terwujud dengan baik.  Wallahu alam Bishawab.

 







Sekretaris Komisi Fatwa MUI Sulsel Hadiri Maulid Nabi di Mapolda Sulsel

sekretaris-komisi-fatwa-mui-sulsel-hadiri-maulid-nabi-di-mapolda-sulsel

Makassar, muisulsel.com – Hampir seluruh instansi baik dari pemerintahan maupun dari TNI POLRI berama-ramai melaksanakan acara Maulid Nabi, walaupun ada yang mengadakannya secara luring maupun daring.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Sulawesi Selatan Dr. KH. Syamsul Bahri, Lc., MA mewakili Ketua Umum MUI Sulsel hadir dalam acara Maulid Nabi tingkat Mabes Polri secara virtual yang dilaksanakan di Aula Mappaoddang Polda Sulsel.

Kegiatan dirangkaikan juga dimana Polri telah mencanangkan program Pembinaan Minset dan Culture untuk seluruh anggota polri yang ada di Indonesia.

Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo memberikan sambutan pada peringatan Maulid Nabi saw

Acara Maulid yang dilaksanakan oleh Mabes Polri yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Sigit Prabowo dan diikuti oleh 34 Polda seluruh Indonesia dan 200 Polres yang diadakan secara virtual dengan mengangkat tema Keteladanan dan Kepemimpinan Nabi Besar Muhammad SAW Diwujudkan dan Dicontoh untuk Mencapai Polri yang Presisi.

Dalam sambutan Kapolri mengatakan bahwa perlunya ikhtiar yang besar dan kerja keras dalam menghadapi tantangan secara global dan keteladanan akhlak. “Bangsa kita ini menghadapi tantangan yang besar dampak dari perubahan global terutama dalam dampak perang Rusia-Ukraina, maka Polri juga berupaya dalam berbenah diri dan berusaha agar lebih kuat dan lebih baik lagi dengan istilah upaya menjadi emas 24 karat yang tentunya hal itu bisa tercapai dengan kerja keras dari seluruh jajaran polri,“ ungkap mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo didampingi Gus Muwafiq saat wawancara dengan media

Hikmah Maulid yang dibawakan oleh KH. Ahmad Muwafiq l menceritakan bahwa umat manusia seluruhnya akan kembali kepada Allah swt. “Manusia ini sebenarnya adalah makhluk pendatang atau alien di bumi ini sebab manusia sebenarnya adalah penduduk surga. Oleh karena makhluk mulia, ia menjalani proses yang panjang sejak dari bayi hingga dewasa dengan bimbingan sehingga nilai-nilai agama itu tertanam dalam benaknya karena akan kembali kepada Rab-nya,” ulasnya.

Ia pun menambahkan agar kedepannya Kapolri tidak hanya melaksanakan acara hikmah Maulid namun juga acara Isra Mi’raj dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

Suatu hal yang sangat menarik dalam perayaan Maulid adalah pada seremonial ini pihak polri juga mengadakan nyanyian Islami an Nasyid yang indah dan berisi tentang pujian-pujian kepada Nabi beserta shalawat-shalawat yang dilakukan oleh para anggota polri. Paling menonjol dari acara tersebut adalah pembacaan ayat al Quran sebanyak tiga orang yang bacaannya sangat merdu dimana yang melantunkan ayat-ayat tersebut adalah seorang polisi yang berpangkat Kombes dengan suara yang bertaraf internasional sehingga membuat Gus Muwafiq dibuat terkagum-kagum dengan lantunan ayat itu.

Hal ini tentunya menjadi suatu image untuk membantah pada masyarakat bahwa di jajaran Polri itu tidak bisa melantunkan ayat Alquran. Semua itu menjadi terbantahkan dengan penampilan-penampilan para anggota polri dalam perayaan ini.

Tampak hadir dalam perayaan Maulid di Mapolda Sulsel tersebut diantaranya Wakapolda Brigjen Patoppoi bersama seluruh jajarannya dimana Brigjen Patoppoi yang memimpin secara langsung perayaan tersebut, juga dihadiri oleh perwakilan dari Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama dan perwakilan Ormas-ormas lainnya. (NAP)

The post Sekretaris Komisi Fatwa MUI Sulsel Hadiri Maulid Nabi di Mapolda Sulsel appeared first on MUI Sul Sel.



Dirangkai Maulid Nabi, Ketum MUI Sulsel Hadiri Pelantikan KKMB 

dirangkai-maulid-nabi,-ketum-mui-sulsel-hadiri-pelantikan-kkmb 

Wajo, muisulsel.com – Sebagai masyarakat perantau kita biasanya mencari kawan yang satu daerah dengan kita. Oleh karenanya, orang-orang yang merantau membuat suatu perkumpulan agar mereka bisa saling mengenal dengan orang lain yang berasal dari daerah yang sama.

Ketua MUI Sulawesi Selatan Prof. Dr. KH. Najamuddin Abdul Safa, Lc., MA menghadiri acara pelantikan Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) Kabupaten Wajo di ruang pola Kantor Bupati Wajo yang dirangkaikan dengan Peringatan Atas Kelahiran Nabi Muhammad Saw yang lebih dikenal dengan istilah Maulid Nabi. Senin, (17/10/2022)

Ketua Umum MUI duduk bersama para pejabat Forkopimda Wajo di ruang VIP sebelum pelantikan

Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) yang dilantik pada acara pelantikan tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud dan disampingi oleh Wakil Bupati Wajo Amran, SE. Bupati Waji sangat mengapresiasi karena acara tersebut juga dihadiri langsung oleh Ketum MUI Sulsel dan sekaligus membawakan hikmah Maulid Nabi.

Bupati bersama Ketua Umum MUI disambut dengan tarian adat Bugis “Angngaru”

Pada kegiatan ini, Ketum MUI dalam tausyiah Hikmah Maulid mengatakan bahwa kita sebagai umat Nabi haruslah meneladani dan mengambil pelajaran-pelajaran tentang perjuangan dakwah Nabi dalam menyebarkan agama Islam. “Kita sepatutnya meniru dan meneladani kisah-kisah perjuangan Nabi dalam mendakwahkan Islam karena seandainya Nabi tidak berjuang, mungkin saja kita yang ada disini tidak merasakan nikmat beragama,” ulasnya.

“Dari kisah perjalanan dakwah ini kita dapat memetik hikmah bahwa Nabi adalah manusia yang sangat mulia akhlaknya sebab walaupun umatnya sering memperolok-olok dan menghina namun ia tetap mendoakan untuk kebaikan dan keselamatan umatnya,” tutur mantan Dekan Fakultas Sastra Unhas ini.

Ketua Umum MUI duduk bersama Bupati Wajo dan Wakil Bupati Wajo saat Pelantikan

Tampak hadir dalam acara pelantikan dan Maulid itu Ketua dan Sekretaris KKMB Kabupaten Wajo terpilih beserta para pengurus lainnya yang dilantik, hadir juga dari unsur Forkopimda Kabupaten Wajo. (NAP)

The post Dirangkai Maulid Nabi, Ketum MUI Sulsel Hadiri Pelantikan KKMB  appeared first on MUI Sul Sel.



Gerakan Sedekah Sampah, Kiat Masjid Raya Bintaro Jadi Percontohan Ramah Lingkungan

JAKARTA— Masjid Raya Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, punya cara unik untuk menjadi Masjid ramah lingkungan. Masjid ini memiliki program Eco Masjid dalam mewujudkan masjid ramah lingkungan. Ada empat program dalam program Eco Masjid mulai dari hemat air, sumur resapan, pembangunan landscape, dan pengelolaan sampah.

Diksi Sedekah Sampah ini sebenarnya hanya slogan atau nama program saja karena dari sudut pandang agama, segala sesuatu yang disedekahkan adalah sesuatu yang berharga. Bahkan Islam mengajarkan menyedahkan apa yang paling kita cintai.

“Inti dari program GGS ini adalah Eco Masjid pengelolaan sampah, ” ujar Pembina Masjid Raya Bintaro Jaya, Bambang Supriyadi, dalam Diskusi Panel Penerapan Masjid Ramah Lingkungan yang digelar Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumberdaya Alam (LPLH SDA MUI), Rabu (19/10) secara daring.

Dia menyampaikan, program sedekah sampah di Masjid Raya Bintaro ini dilaksanakan oleh remaja Masjid. Mereka terdiri dari 60 orang dan diharapkan bisa menjadi bagian dari regenerasi kepemimpinan Masjid di masa mendatang.

“Hasil gerakan sedekah sampah ini dimanfaatkan remaja untuk program Sahabat Qur’an (Saqura). Nantinya akan ada proses belajar mengajar dan tahsin (memperbaiki bacaan) Al-Quran kepada anak-anak, ” ujarnya.

Meskipun terlihat sederhana, pengelolaan gerakan sedekah sampah ini membutuhkan usaha lebih. Pengurus Masjid dan Remaja Masjid perlu mengupayakan manajemen masjid yang konsisten serta kerjasama dengan berbagai pihak yang terkait.

“Usaha-usaha itu untuk meningkatkan atau memberikan nilai tambah pada program GSS ini, ” ujar dia.

Selain itu, ada aturan penting dalam program ini. Setiap warga diwajibkan memilah sampah ke dalam tiga jenis kantong atau kotak sampah. Ketentuannya, warna kuning khusus untuk botol plastik, coklat untuk kertas kardus atau karton, dan warna merah untuk sampah plastik.

“Kita berharap, melalui gerakan ini, Masjid bisa menjadi agen perubahan, ” ungkapnya. (Ratna/Azhar)



Ketum MUI Sulsel Konsolidasi Program Kerja Dengan MUI Wajo

ketum-mui-sulsel-konsolidasi-program-kerja-dengan-mui-wajo

Wajo, muisulsel.com – Pada dasarnya mengurus umat adalah suatu pekerjaan yang sangat mulia oleh karena hal itu membutuhkan tenaga serta mencurahkan segenap jiwa dan keikhlasan dalam mengurus persoalan umat dan ganjarannya adalah pahala yang sangat besar di sisi Allah Swt.

Ketua Umum MUI Sulsel Prof. Dr. KH. Najamuddin, Lc., MA melakukan silaturahmi dan konsolidasi program kerja pada MUI Wajo beberapa waktu yang lalu di Kota Sengkang Kabupaten Wajo.

Ketua Umum nampak mendengarkan uraian permasalahan yang terjadi di kabupaten Wajo yang disampaikan oleh peserta rapat

Pada pembukaan awal konsolidasi MUI Wajo dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Umum menyampaikan beberapa laporan program kegiatan yang telah dilaksanakan oleh para pengurusnya pada tahun ini.

Selanjutnya beberapa pengurus MUI Wajo diantaranya dari Dewan Pertimbangan dalam pertemuan tersebut menyampaikan beberapa persoalan keumatan yang dialami oleh masyarakat Wajo. “Kita masih terus berjuang dan mensosialisaikan program-program kerja MUI terkait keumatan diantaranya persoalan yang masih menjadi pembicaraan umum tentang fatwa uang panaik, hukum domino dan persoalan LGBT serta persoalan-persoalan lainnya,“ ungkap anggota dewan pertimbangan ini.

Beberapa Pengurus MUI Wajo menghadiri Rapat Konsolidasi di Aula IAI As’adiyah

Ketua Umum MUI Sulsel dalam sambutannya mengapresiasi program-program kerja MUI Wajo yang telah dilaksanakan dengan baik, “Kami dari pengurus MUI Wilayah berpesan agar teruslah semangat dalam melayani umat karena itu adalah tugas yang sangat mulia meskipun kita tidak mendapatkan gaji, namun keikhlasan dari kita semua akan berbuah pahala yang sangat besar dan insya Allah, Allah pasti akan membalasnya baik itu di dunia terlebih di akhirat nanti,“ pungkas mantan Dekan Fakultas Sastra Unhas ini.

Lebih jauh lagi Ketum mengatakan bahwa sebagai ulama maka ada tugas-tugas pokok yang harus dipegang yakni, ulama adalah Khadimul Ummah yang artinya pelayan umat dimana ulama bertugas dalam mengurusi persoalan keumatan dan terlibat langsung di dalamnya, yang kedua adalah Shodiqul Hukumah yang artinya adalah mitra pemerintah dimana ulama berperan dalam program-program pemerintah dan bersinergi dalam program tersebut.

Foto bersama Ketua Umum MUI Sulsel bersama Pengurus MUI Wajo usai Rapat Konsolidasi

Acara silaturahmi dan konsolidasi ini dilaksanakan di Aula Pesantren As’adiyah Sengkang Kabupaten Wajo, 16 oktober 2022. Tampak hadir dalam acara tersebut mendampingi Sekretaris Umum MUI Wajo yakni Dewan Pertimbangan beserta Pengurus Harian dan Pengurus Komisi. (NAP)

The post Ketum MUI Sulsel Konsolidasi Program Kerja Dengan MUI Wajo appeared first on MUI Sul Sel.



Gelar Konsinyering dan Pleno, Komisi Fatwa Tetapkan 4 Fatwa Terkait Zakat

JAKARTA – Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar Konsiyering dan Pleno Komisi Fatwa MUI terkait masalah zakat di Hotel Sari Pasific, Jakarta, Rabu (20/10/2022) lalu.

Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorun Ni’am Sholeh, menyampaikan konsolidasi komisi fatwa yang digelar tidak sekadar momentum silaturahim, akan tetapi juga untuk membangun koordinasi, sebagai komitmen tansiqul harakah.

“Kami menerima uluran dan ajakan sinergi secara luas, walaupun hal itu sudah disampaikan Baznas ke MUI, ketika dukungan operasional dari pemerintah belum optimal,” jelas Kiai Ni’am, kepada MUIDigital Jumat (21/10/2022).

Dalam forum yang sama, Komisioner Baznas, KH Achmad Sudrajat menuturkan, kini terdapat perhatian besar terhadap pergerakan zakat di Indonesia. Oleh karenanya, Dewan Pengawas Syariah (DPS) mengambil peran penting dalam pengelolaan keuangan agar sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
“Selain pengawalan optimal terhadap tata kelola keuangan, masih banyak hal lain perlu kita kuatkan, di antaranya dalam pespektif hukum fikih dan fatwa atau kajian fikih,” katanya.

Tak hanya kehadiran KH Achmad Sudrajat selaku Pimpinan Baznas, hadir pula Wakil Ketua Baznas Dr M Nadratuzzaman Hosen. Dalam kesempatan itu, dia menyatakan kerja Komisi Fatwa MUI harus didukung Baznas.
“Saya lebih dari tiga kali memohon ada kerja sama yang konkret antara Baznas dan MUI, tidak hanya di pusat tapi di seluruh Indonesia. Forum ini merupakan kesempatan untuk mewujudkan dan memantapkannya,” tegasnya.

Agenda yang berlangsung dua hari, yakni sejak 19-20 Oktober 2022 tersebut menetapkan empat fatwa terkait zakat.

Pertama, fatwa zakat fitrah dengan uang.
Kedua, zakat untk penanggulangan bencana dan dampaknya. Ketiga, fatwa tentang qardh hasan. Keempat, zakat harta yang digadai.

“Pentingnya keberadaan fatwa MUI yang mengatur terkait zakat sebagai panduan bagi pengelola zakat. Setiap pengelola zakat harus mendasarkan diri dalam proses syar’i, tapi dari proses perizinan harus memperoleh izin Baznas. Tak hanya itu, Baznas dalam memberi aturan, harus melampirkan rekomendasi dari MUI. Sekalipun sederhana tapi sangat penting,” kata Kiai Asrorun. (Isyatami Aulia, ed: Nashih)



Kiai Masduki Ungkap Isu Krusial Pemberitaan Media Timur Tengah Terkini

JAKARTA — Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi, KH Masduki Baidlowi mengungkapkan sejumlah isu krusial yang menjadi peta politik pemberitaan bagi media di Timur Tengah.

Hal ini kiai Masduki sampaikan dalam Halaqah Mingguan Infokom MUI bertajuk: Peta Politik Redaksi Media Timur Tengah Terkini.

“Ada beberapa negara yang menjadi faktor kunci bagi perkembangan politik bagi Timur Tengah, satu contoh perkembangan terbaru Arab Saudi,” ujar kiai Masduki, Rabu (19/10/2022).

Arab Saudi, kata kiai Masduki, melakukan langkah yang sangat mengagetkan bagi dunia Barat yakni Amerika Serikat dan Eropa.

Kiai Masduki menjelaskan, langkah Arab Saudi terbaru ini tidak mau di dikte oleh Amerika Serikat dan Eropa dalam konteks kouta minyak. Hal ini menjadi pertama kalinya setelah terakhir kali dilakukan oleh Raja Faishal.

Kiai Masduki menilai, isu ini menjadi hal yang penting, bahkan Arab Saudi sampai dituduh Negara yang membela Rusia.

Kiai Masduki juga mengungkapkan, tidak tunduknya Arab Saudi dengan Amerika serikat dipengaruhi oleh konstelasi politik antara Partai Republik dan Demokrat.

Menurutnya, para kader di Partai Republik di AS banyak yang menguasai perusahan-perusahan minyak. Sehingga, hal inilah yang menjadi pemecah antara Partai Republik dan Demokrat.

“Partai Demokrat tidak banyak yang menguasai minyak di AS. Karena konstelasi di internal pecah, itulah yang membuat Arab Saudi punya nyali, melawan (Presiden AS) Joe Bidden, karena didukung oleh tokoh-tokoh di Republik,” ungkapnya.

Kedua, ungkap kiai Masduki, isu Iran yang menjadi sebuah Negara Timur Tengah yang paling konsisten membela Negara Palestina.

“Ketiga adalah Israel, kita tau Israel ini perkembangan terbaru hubungannya dengan Arab Saudi sangat mesra,” ujarnya.

Meskipun, secara resmi, sampai saat ini belum ada hubungan diplomatik antara Israel dengan Arab Saudi. Tetapi secara de facto, hubungannya sangat dekat.

Terutama, jelas kiai Masduki, kedekatan pangeran Arab Saudi Muhammad bin Salman (MDS), yang juga sering melakukan pertemuan dengan para petinggi Israel di Kota Neom.

“Kota tersebut berdekatan dengan Israel dan Iran. Ini saya kira konstelasi yang sangat menarik,” jelasnya.

Apalagi, Israel juga telah membuka hubungan diplomatik dengan Negara Uni Emirat Arab (UEA) dan berhubungan dengan Qatar.

Sementara Arab Saudi, kiai Masduki memprediksi, hubungan diplomatik antara Arab Saudi dan Israel, tinggal menunggu pasca Raja Salman.

“Begitu juga Arab Saudi sedang merayu Negara seperti Indonesia dan Malaysia supaya ada hubungan diplomatik dengan Israel,” ungkapnya.

Kemudian, kata kiai Masduki, isu di Timur Tengah yang masih menjadi peta politik pemberitaan adalah soal isu Palestina.

“Semakin hari makin habis dan kepepet. Umat Islam dan pemimpin Islam tidak ada yang kompak untuk membela Palestina,” tutupnya.

(Sadam Al-Ghifari/Fakhruddin)



Lampung Tengah, Juara 2 Nasional Lomba Posyantek Desa Berprestasi Tahun 2022

lampung-tengah,-juara-2-nasional-lomba-posyantek-desa-berprestasi-tahun-2022

Lampung Tengah: Bertempat di Aston Cirebon, Jawa Barat Hotel dan Covention Ketua Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Maju Bersama, Kampung Tanggulangin, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung mengikuti penyerahan pemenang Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional (GTTGN) ke-XXIII Tahun 2022, Rabu, (19/10/2022) siang ini.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Kabupaten (Korkab) Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Lampung Tengah, Nanang Susanto, M.Pd, Rabu, (19/10/2022) siang, disela-sela pengumuman pemenang Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional (GTTGN) ke-XXIII Tahun 2022 ini dilaksanakan oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia dalam hal ini secara spesifik adalah Badan Pengembangan dan Informasi Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

“Dan Alhamdulillah, kita bersyukur Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Maju Bersama, Kampung Tanggulangin, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung mendapatkan Juara 2 Nasional kategori Lomba Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Desa Berprestasi,” imbuh mantan Ketua Umum PMII Cabang Metro ini.

“Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Dr. H. Abdul Halim Iskandar, diserahkan kepada Ketua Posyantek Maju Bersama, Kampung Tanggulangin, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, Achtiar Eko Sudarmono yang didampingi Bupati Lampung Tengah, H. Musa Ahmad, S.Sos, M.M,” tutup Wakil Sekretaris PCNU Lampung Tengah.

Bupati Lampung Tengah H. Musa Ahmad, S.Sos, M.M disela-sela agenda tersebut menyampaikan, menyambut baik acara ini, dimana acara ini sangat strategis dalam penyebaran dan pemerataan informasi teknologi, karena event ini merupakan tempat bertemunya para investor, creator, dan innovator teknologi, dari berbagai daerah di tanah air. Gelar Teknologi Tepat Guna menjadi penting untuk, mempromosikan berbagai produk kepada masyarakat, sekaligus sebagai ajang tukar menukar informasi dan promosi.

Dalam agenda istimewa tahunan tersebut dari rombongan Kabupaten Lampung Tengah yang hadir antaralain; Asisten Pemerintahan dan Kesra, tim Dinas PMK Kabupaten Lampung Tengah, TAPM Kabupaten Lampung Tengah, Pendamping Lokal Desa (PLD), Kepala Kampung Tanggulangin, Hj. Rumiyati, S.E, dan lain-lain.

Kita mafhumi bersama, selain Kabupaten Lampung Tengah, Juara I Gelar Teknologi Tepat Guna Nusantara kategori Teknologi Tepat Guna Unggulan diperoleh Kabupaten Tulang Bawang Barat, dan Juara III Gelar Teknologi Tepat Guna Nusantara kategori Inovasi teknologi tepat guna diperoleh Kabupaten Tulang Bawang.

Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional (GTTGN) adalah agenda rutin tahunan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, dengan 3 (tiga) kategori lomba Teknologi Tepat Guna Nasional, yakni ; pertama, Lomba Inovasi TTG, kedua, Lomba TTG Unggulan dan ketiga, Lomba Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Desa Berprestasi. (Akhmad Syarief Kurniawan)







Antisipasi Potensi Intoleransi Ekonomi, Direktur PINBAS MUI Pusat Ajak Umat Islam Perkuat Kemandirian

antisipasi-potensi-intoleransi-ekonomi,-direktur-pinbas-mui-pusat-ajak-umat-islam-perkuat-kemandirian

Surabaya, MUIJatim.or.id Keberadaan MUI (Majelis Ulama Indonesia) tentunya bertujuan memberikan peran aktif membangun kemaslahatan untuk masyarakat. Diantaranya yang dilakukan oleh PINBAS MUI Pusat dan MUI Jawa Timur, yaitu dengan melakukan Monitoring dan Evaluasi (monev) atas program MUI, terutama berkaitan dengan perekonomian. Itulah yang terjadi pada Senin, (17/10), di Kantor MUI Jatim, yaitu acara monev yang […]

Artikel Antisipasi Potensi Intoleransi Ekonomi, Direktur PINBAS MUI Pusat Ajak Umat Islam Perkuat Kemandirian pertama kali di publikasikan oleh MUI Jatim.



GORESAN PAGI: Empat Dosa Besar

goresan-pagi:-empat-dosa-besar

Makassar, muisulsel.com – Larangan keras itu selalu beriring dosa besar. Hal itu juga akan mendatangkan mudharat besar bagi manusia yang tidak menjauhi larangan Allah swt. Pada akhirnya, setiap orang memilih hal mana yang harus ia prioritaskan hindari dalam dirinya, Rasul saw bersabda:

(إنَّ اللهَ تَعَالَى حَرَّمَ عَلَيْكُمْ: عُقُوقَ الأمَّهَاتِ، وَمَنْعًا وَهَاتِ، وَوَأْد البَنَاتِ، وكَرِهَ لَكُمْ: قِيلَ وَقالَ، وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ، وَإضَاعَةَ المَالِ)). مُتَّفَقٌ عَلَيهِ

Allah swt haramkan melawan orang tua, Allah juga tetapkan larangan yang harus dijauhi dan larangan bagi seorang mukmin meminta hal yang bukan haknya, dan Allah melarang mengubur anak wanita (perbuatan jahiliyah), sementara Allah juga makruhkan omongan tak baik, banyak bertanya yang tak perlu dan membuang buang harta pada hal yang tak bermanfaat. 

Qatadah rahimahullah berkata perhatikanlah orang-orang yang tak mematuhi larangan Allah swt. Mereka berani tumpahkan darah sesama manusia. Mereka juga berani memutuskan hubungan shilaturrahmi diantara mereka dan berani berbuat keburukan dan maksiat.

Perilaku yang tak mengindahkan perintah Allah dan tidak menjauhi larangan ini dapat membawa pada kutukan bagi mereka terus semena mena pada diri mereka. Kutukan itu berlaku di dunia dan berlaku juga di akhirat.

قَالَ الله تَعَالَى: {فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ أُولَئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَى أَبْصَارَهُمْ} [محمد: 22، 23].

Apakah kalian inginkan terjadi bila saja kalian itu berbuat kerusakan di bumi, dan berbuat memutus hubungan persaudaraan antara sesama? Mereka yang melakukan hal tersebut mendapat kutukan, mereka dibisukan oleh Allah swt dan dibutakan pandangan mereka. (QS. Muhammad 22:23)

Induk-induk dosa besar itu bisa meliputi siapapun diantara kita, bila tidak berhati hati dan tidak menghindarinya. Hal penting bagi semua adalah menjauhi larangan Allah swt, wallahu a’lam, shobahul iman. (RZ)

The post GORESAN PAGI: Empat Dosa Besar appeared first on MUI Sul Sel.



Jelang Konferensi Nasional, LPLH dan SDA MUI Gelar Diskusi Penerapan Masjid Ramah Lingkungan di Indonesia

Jakarta – Lembaga Pemulihan Lingkungan Hidup dan Sumberdaya Alam (LPLH & SDA) MUI menyelenggarakan diskusi panel tentang penerapan masjid ramah lingkungan Indonesia.Kegiatan itu digelar jelang konferensi nasional masjid ramah lingkungan pada bulan November mendatang.

Pembahasan terkait masjid ramah lingkungan sebenarnya bukanlah hal yang baru. Masjid ramah lingkungan sangat erat kaitannya dengan isu perubahan iklim yang terjadi di setiap daerah. Indonesia sendiri merupakan wilayah yang sangat rentan dengan perubahan iklim.

Menurut Ketua LPLH dan SDA MUI, Hayu Prabowo, perubahan iklim dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.

“Saat ini, bencana yang terjadi di Indonesia telah mencapai 80 persen,” ujar Hayu Prabowo, (19/10/2022).

Hayu berpendapat, perubahan iklim dapat memberikan dampak dan risiko yang cukup besar, diantaranya adalah kelangkaan air, kerusakan ekosistem lahan, kerusakan ekosistem laut, penurunan kualitas kesehatan hingga kelangkaan pangan.

“DKI Jakarta setiap tahunnya mengalami penurunan antara 0,1 – 8 cm, di Bandung berkisar 0,1 – 4,3 cm, di Cirebon berkisar 0,28 – 4 cm per tahun, di pekalongan berkisar 2,1 – 11 cm pertahun, di Semarang berkisar 0,9 – 6 cm per tahun, dan di Surabaya berkisar 0,3 – 4,3 per tahun,” imbuhnya.

Menanggapi berbagai perubahan iklim yang terjadi, Ketua LPLH dan SDA MUI mengingatkan bahwa masjid harus siap menghadapinya. Salah satu bentuk kesiapan itu, dengan menjadi masjid yang ramah lingkungan.

Untuk menjadi masjid yang ramah lingkungan, terdapat beberapa strategi yang harus diterapkan, yakni harus bisa beradaptasi melakukan penyesuaian umat dengan perubahan iklim saat ini dan mendatang. Selain itu, juga intervensi umat untuk mengurangi emisi dan meningkatkan penyerapan gas rumah kaca.

Selaras dengan hal tersebut, beliau juga menyampaikan bahwa masjid yang ramah lingkungan itu mencakup tiga hal. Pertama,idarah/pengurus, yang meliputi dakwah bil lisan dan bil hal serta penguatan kapasitas dan jejaring.
Kedua, Imarah/jamaah, dalam hal ini meliputi tuntutan agama, life skill dan jejaring sosial.
Sedangkan yang ke tiga adalah Riayah/Bangunan, dalam hal ini meliputi simpan air, hemat air, jaga air dan standar operasional.

“Masjid berkelanjutan atau masjid yang ramah lingkungan adalah masjid yang siap dan mampu mengurangi dampak dan mampu menghadapi risiko bencana serta dampak perubahan iklim. Selanjutnya masjid suci dan sehat yang menjamin akses air bersih , tata kelola sampah dan air limbah yang berkelanjutan. Kemudian masjid yang saling terhubung dalam konektivitas dan jejaring dai, jamaah dan masyarakat umum,” pungkasnya.

(Dhea Oktaviana/Angga)



Bendum MUI Sulsel Hadiri Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi Sulsel ke-353

bendum-mui-sulsel-hadiri-rapat-paripurna-peringatan-hari-jadi-sulsel-ke-353

Makassar, muisulsel.com – Provinsi Sulawesi Selatan adalah salah satu provinsi yang ada di Indonesia yang telah berdiri sejak ratusan tahun yang lalu semenjak masih masa colonial Belanda.

Hari ini adalah puncak peringatan Hari Jadi Provinsi Sulawesi Selatan yang ke-353 dimana peringatan ini dirangkai dengan rapat paripurna yang dilaksanakan di Kantor DPRD Sulawesi Selatan di jln. Urip Sumoharjo Makassar, Rabu (19/10/2022) pada jam 09.30 Wita.

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sulsel dimana seluruh yang hadir memakai pakaian adat Sulawesi Selatan

Ketua Umum MUI Sulsel yang diwakili oleh Bendahara Umum MUI Sulsel Ir. H. A. Thaswin Abdullah menghadiri Acara Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi ke-353 Provinsi Sulawesi Selatan yang mengambil tema SULSEL Optimis, SULSEL Tangguh, Ekonomi Berdaulat. Rapat paripurna ini pun dihadiri oleh seluruh unsur FORKOPIMDA Sulawesi Selatan

Di puncak peringatan tersebut, Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika, S.H.I, M.Si memberikan sambutannya dengan mengatakan berdasarkan hasil rapat bersama para Dewan lalu memutuskan untuk mengadakan Rapat Paripurna puncak Peringatan Hari Jadi Provinsi Sulsel di Kantor DPRD Sulsel. Kegiatan ini dilakukan agar supaya tetap mengenang sejarah, sebab hal itu sangatlah penting karena dengan sejarah telah mengajarkan tentang arti dan makna kecintaan.

Andi Ina Kartika mengatakan, “Di dalam perjalanan kehidupan ini kita terus diperhadapkan dengan hal-hal baru dan keadaan terus berubah, dimana banyaknya kerikil-kerikil tajam dan ketidaknyamanan sehingga membuat kita harus merenung apa yang masih kurang dan belum tercapai dalam membangun dan memajukan daerah ini dan untuk selanjutnya menjadi bahan pertimbangan dalam rangka perbaikan kedepannya.”

Lebih jauh lagi Ketua DPRD Sulsel memaparkan terkait keberhasilan Pemerintah Provinsi dalam menanggulangi perkembangan pandemi Covid 19 dimana Sulsel termasuk penyumbang besar di Indonesia terhadap penderita covid 19 ini, tetapi dengan kerja sama dan kerja keras para Pemerintah serta bahu membahu akhirnya hal itu bisa diatasi secara perlahan-lahan dan melandai dengan cepat.

Dengan berpakaian adat Kajang, Gubernur Sulawesi Selatan menyampaikan sambutannya pada Hari Jadi Sulawesi Selatan

Sementaranya itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dalam sambutannya menyambung sambutan Ketua DPRD Sulsel terkait pertumbuhan ekonomi mengatakan bahwa Pemprov pada saat itu sedang berada di posisi minus progres ekonomi dan secara perlahan mengembalikan pemulihan keadaan ekonomi provinsi.

“Salah satu sektor ekonomi yang digenjot adalah meningkatkan sektor ekspor hingga 57%, seperti export kotoran kelelawar yang dijadikan sebagai pupuk. Ada juga ekspor rumput laut yang meningkat hingga 533% dan kita baru saja melepaskan produk halal yang jarang di ekspor ke luar negeri,“ ungkap alumni Unhas ini.

Lebih jauh lagi, Gubernur menjelaskan perihal keluhan-keluhan masyarakat terkait jalan-jalan protokol yang menjadi tanggung jawab Pemprov. “ dengan kondisi yang minus ini kami tahu bagaimana kondisi jalan di antang yang belum pernah diperbaiki sebelumnya, dan juga jalan-jalan di Hertasning yang sangat rusak berat namun karena kondisi yang dibawah minus ini hingga menyebabkan keterlambatan pembangunan dan kami mulai bangkit secara perlahan dan akhirnya semua sektor-sektor jalan mulai dibenahi,“ pungkasnya.

Foto bersama para Forkopimda usai Rapat Paripurna DPRD Sulawesi Selatan

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pun tak luput memberikan ucapan selamatnya melalui video yang di tayangkan pada layar dan mengatakan bahwa Sulsel adalah tempatnya para perantau dan pelaut tangguh yang memiliki prinsip TODDOPULI yakni keteguhan dalam memegang prinsip kebenaran dan memiliki sumber daya manusia yang baik dan sumber daya alam yang sangat berlimpah sehingga ia mengharapkan agar senantiasa meningkatkan potensi sumber daya manusia yang unggul dan terlatih.

Tampak hadir dalam acara puncak peringatan hari jadi sulsel tersebut adalah Menteri Dalam Negeri yang diwakili oleh Dirjen Bina Pemerintahan Desa Dr. Yusharto Huntoyungo, M.Pd dan juga perwakilan dari Konjend Australia beserta tamu-tamu undangan VIP lainnya dan di akhiri dengan foto bersama. (NAP)

The post Bendum MUI Sulsel Hadiri Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi Sulsel ke-353 appeared first on MUI Sul Sel.



TV MUI Gelar Pembekalan untuk Pengurus KBL dan MUI Jabodetabek

JAKARTA- Televisi Majelis Ulama Indonesia (TV MUI) menggelar pembekalan untuk pengurus KBL dan MUI Jabodetabek.

Pembekalan tersebut dihadiri oleh 30 peserta dari perwakilan Komisi, Badan dan Lembaga (KBL) MUI DKI Jakarta, Kota Tangsel, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, hingga Kota Bekasi.

Ketua MUI Bidang Komunikasi dan Informasi, KH Masduki Baidlowi mengatakan, peran TV MUI dan Infokom sangat lah penting dalam mengemban misi kenabian melalui konten dakwah.

Menurutnya, peran jurnalisme sangat sejalan dengan misi kenabian melalui dakwah, juga tidak akan pernah mati. Meskipun, platform media akan terus berganti.

“Tapi tujuan dalam dakwah sebagai misi kenabian untuk menyajikan duduk perkara lebih jernih, harus terus ditorehkan,” kata Kiai Masduki di Hotel Sofyan, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (15/10/2022).

Ulama yang juga Jurubicara Wakil Presiden ini menegaskan, MUI memiliki komitmen keorganisasian, bagaimana KBL bisa berjalan dengan baik dari berbagai lini.

“Bicara soal organisasi MUI. Maka orang berpandangan terhadap MUI itu sebenarnya apa. Orang melihat MUI butuh apa. Kendati belum ada survei. Tapi orang datang ke MUI untuk mengetahui fatwa agama,” ungkapnya.

Oleh karenanya, Kiai Masduki berharap, konten terkait dakwah harus dieksplorasi agar dapat disajikan dengan audiens kalangan muda.

“Dan fatwa sangat dilihat oleh masyarakat. Jika berbicara soal fatwa tidak lagi melihat ormas Islam, baik NU, Muhamadiyah dan lain-lain. Maka MUI adalah konfederasi yang mewakili seluruh aspek ormasi Islam,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur TV MUI Edy Kuscahyanto menilai, pelatihan ini sangat penting.

Mengutip hasil Survei Kominfo, ungkap Edy, bahwa televisi masih menempati posisi lebih tinggi dibanding handphone.

“Kenapa pelatihan ini menjadi penting. Survei Kominfo televisi masih menempati tertinggi 86 persen dan handphone 84 persen. Maka TV masih relevan untuk kita kembangkan,” ujarnya.

Pada pelatihan ini, para peserta mendapatkan pembekalan materi di antaranya mengenai Menulis Berita TV, Teknik Produksi Vidio Berita, dan Rambu-rambu Aturan Siaran TV.

Para pemateri dalam pelatihan ini antara lain Wasekjen Bidang Infokom KH Asrori S Karni, Wakil Ketua Komisi Infokom Idy Muzayyad, Ketua KPID DKI Jakarta 2018-2021 Kawiyan, dan Pemimpin Redaksi Beritasatu.com Syukri Rahmatullah. (Sadam Al-Ghidfary/Angga)



Gandeng PT Indomarco Prismatama, IDF-MUI Luncurkan Program Peduli Pendidikan, Tempat Ibadah, dan UMKM

TANGERANG – Islamic Dakwah Fund-Majelis Ulama Indonesia (IDF-MUI) bekerja sama dengan PT Indomarco Prismatama meluncurkan Program Peduli Pendidikan, Tempat Ibadah, dan Mitra UMKM.
Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa, Tangerang, Banten tersebut merupakan hasil kolaborasi yang dilakukan untuk menguatkan perekonomian, khususnya saat dan pascapandemi Covid-19.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua IDF-MUI, KH Nurrohman, menyampaikan krisis ekonomi di Indonesia dapat diminimalkan dampaknya dengan jalinan kerja sama dari berbagai pihak, salah satunya dengan penyaluran dana kepada penerima manfaat.
“Melihat kolaborasi yang terjalin saat ini, berharap dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam menghadapi krisis ekonomi,” ujarnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa ini juga menyatakan terdapat beberapa unsur sinergi yang tidak boleh hilang dalam membangun perekonomian bangsa.

Pertama, kehadiran para ulama, sebagai guru sekaligus contoh yang mampu djadikan rujukan masyarakat luas.

Kedua, kerja sama antara para stakeholder yang ada, seperti TNI, Polri, hingga pejabat pemerintahan lain. Ketiga, dukungan peran aktif masyarakat.

Sementara itu, Public Relation Manager PT Indomarco Prismatama, Bambang Triyanto, menyebut penyaluran dana sebesar Rp 2,8 miliar kepada IDF-MUI, diwujudkan dalam sarana pendidikan di 15 lembaga, 55 orang penerima manfaat dari UMKM dan pedagang kelontong, serta renovasi tempat ibadah.

“Kami harap bantuan dan kerja sama IDF-MUI dapat dipergunakan untuk pendidikan dan meningkatkan ekonomi UMKM, khususnya di saat dan pascapandemi,” katanya.

Lebih lanjut Bambang mengatakan dana yang terkumpul berasal dari dua sumber. Pertama, melalui hasil kembalian pelanggan Indomaret. Kedua, donasi dengan sekian nominal yang diberikan langsung di Indomaret.

Dia menjelaskan, sektor pendidikan anak dipilih karena kerja sama sejak 2018 dengan IDF-MUI, yang selama ini cenderung fokus pada aks ke pendidikan.

“Mengapa pendidikan? Ini karena karena pendidikan adalah hal yang penting untuk dapat mencerdaskan negara ataupun membentuk karakter menurut penerus bangsa yang unggul,” jelasnya.

Dalam cara tersebut, turut hadir pula di antaranya, perwakilan pengurus IDF-MUI, para pengurus PT Indomarco Prismatama, Kadis Kab Tangerang, alim ulama, camat Kecamatan Rajeg, hinga para santri.



HIKMAH HALAQAH: Kisah Pendeta Yahudi Masuk Islam Abdullah Bin Salam

hikmah-halaqah:-kisah-pendeta-yahudi-masuk-islam-abdullah-bin-salam

HIMAH HALAQAH: Kisah Pendeta Yahudi Masuk Islam Abdullah Bin Sala

Makassar, muisulsel.com – Terdapat banyak kisah-kisah para sahabat Nabi yang masing-masing memiliki cerita tersendiri, diantaranya ada sahabat yang dulunya seorang jawara yang sangat ditakuti seperti Umar bin Khattab, ada juga sahabat yang dulunya seorang penggembala kambing seperti Amru bin Ash, dan ada pula yang dulunya adalah seorang hamba sahaya seperti Bilal bin Rabah.

Kisah sahabat yang satu ini cukup menarik dimana dia dulunya adalah seorang pendeta yahudi yang sangat taat terhadap agamanya. Sepertiga hidupnya digunakan untuk beribadah, sepertiganya lagi digunakan untuk berkebun mencari nafkah dan sepertiganya digunakan untuk membaca dan menelaah serta mengkaji kitab Taurat.

Maka dari kegiatannya menelaah kitab Taurat ini Abdullah bin Salam menemukan sebuah sinyal akan kedatangan seorang Nabi yang terakhir yang akan diutus oleh Allah swt dan tempat yang akan menjadi sumber penyebarannya itu berada di Madinah sebagai pusat penyebaran dan berkembangnya sehingga ia pun mengetahui bagaimana sifat-sifat dan ciri seorang Nabi yang akan menjadi utusan Allah ini.

Ia pun senantiasa berdoa diberikan umur yang panjang agar bisa bertemu dengan Nabi Muhammad saw. Pada saat Nabi telah datang ke Madinah, ia pun merasakan suatu getaran yang hebat dalam dirinya dan sontak ia merasa yakin bahwa inilah Nabi yang di tunggu-tunggunya selama ini, walaupun sang bibinya mengatakan bahwa tidak mungkin itu seorang Nabi dan justru ia akan tertipu dan kecewa.

Setelah Abdullah bin Salam pergi menemui Nabi lalu memperhatikan dengan seksama semua ciri-ciri yang disampaikan dalam kitab Taurat, ia pun membaiat dirinya di hadapan Nabi dan menyatakan dirinya masuk Islam, dimana saat itu Abdullah bernama asli Husain bin Salam lalu Nabi mengganti namanya dengan Abdullah.

Ada sebuah kisah menarik dari cerita Abdullah bin Salam ini. Ia ingin mengungkap sifat-sifat asli dari orang Yahudi di hadapan Nabi yang mana hingga sekarang sifat itu masih melekat pada mereka. Bagaimana kisah yang menarik tersebut?, apakah benar sifat yang dikatakan oleh Abdullah bin Salam itu tetap masih melekat pada diri orang-orang yahudi pada umumnya?,

Simak selengkapnya dalam pengajian rutin MUI Sulsel.

The post HIKMAH HALAQAH: Kisah Pendeta Yahudi Masuk Islam Abdullah Bin Salam appeared first on MUI Sul Sel.



Laksanakan Umrah, KH. Ambo Asse Sempatkan Bersilaturahmi dengan Pelajar Sulsel di Madinah

laksanakan-umrah,-kh.-ambo-asse-sempatkan-bersilaturahmi-dengan-pelajar-sulsel-di-madinah

Madinah, muisulsel.com – Perkembangan Islam di Indonesia tak luput dari banyaknya pelajar-pelajar Indonesia yang menimbah ilmu di timur tengah. Selain Mesir, Kota Madinah juga saat ini menjadi salah satu pilihan untuk menuntut ilmu, utamanya pelajar asal Sulawesi Selatan.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan Prof. KH. Ambo Asse melaksanakan ibadah Umrah untuk kesekian kalinya ke tanah suci. Terbangnya ke tanah suci terdengar oleh beberapa pelajar Sulsel di sana.

Para pelajar tersebut meminta Ambo Asse yang juga merupakan Rektor Universitas Muhammadiyah untuk bisa bertemu dengan pelajar Sulsel yang sedang menuntut ilmu di kota Madinah. Pertemuan dengan pelajar Sulsel yang kuliah di Universitas Islam Madinah dilangsungkan di Hotel Dallah Taibah, Madinah, Sabtu (14/10/2022)

“Alhamdulillah bisa bersilaturrahim dengan anak-anak mahasiswa asal Sulawesi Selatan terutama yang pernah kuliah di Unismuh Makassar,” kata KH Ambo Asse yang juga Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel.

Ambo Asse mengungkapkan bahwa berada di Madinah dalam rangkaian ibadah umrah bersama keluarganya. Selain bertemu pelajar asal Sulsel, Ambo Asse juga bersilaturrahim dengan beberapa pengurus Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) yang ada di Madinah, diantaranya M Thariq Muttaqin (asal Kota Palopo), Hanif Abdullah (asal Kabupaten Gowa), Ashar Setiawan (asal Kabupaten Gowa), Masykur Al Abdi Madjidi SR (asal Kota Makassar), dan Erwin Febriadi Hamzah.

Ambo Asse sangat berbangga karena kelima orang tersebut adalah alumni Unismuh Makassar dan pernah belajar di Ma’had Al-Birr Unismuh Makassar walaupun dari kelimanya hanya Erwin Febriadi Hamzah yang sempat menyelesaikan studi hingga jenjang sarjana. Erwin menyelesaikan pendidikan pada Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Agama Islam (FAI) Unismuh. Sebelum ke Madinah, Erwin juga mengenyam perkuliahan di Sudan, dengan beasiswa dari Kementerian Agama.

Dalam perbincangan bersama pelajar Sulawesi Selatan, Ambo Asse mendengarkan curhatan para pelajar ibarat seorang ayah mendengar curhat anaknya saat datang menjenguk di Pondok Pesantren. Beberapa informasi pendidikan di Madinah pasca covid menjadi trend topik agar para pelajar lainnya yang ingin juga belajar di sini dapat mengetahuinya sebelum ke Madinah.

Ambo Asse merespons baik curhatan para pelajar Sulawesi Selatan di Arab Saudi. Ia menitip pesan khusus agar para pelajar yang berasal dari Sulsel, setelah menyelesaikan studi dapat kembali mengembangkan pesantren yang ada di Sulsel

Turut hadir pula Ketua PCIM Arab Saudi Muhammad Hamka, dan Pengurus Majelis Pustaka dan Informasi PCIM Arab Saudi Muhammad Zakiy Askarulloh. (Asnawin/RZ)

The post Laksanakan Umrah, KH. Ambo Asse Sempatkan Bersilaturahmi dengan Pelajar Sulsel di Madinah appeared first on MUI Sul Sel.



Komisi Fatwa MUI Sulsel Hadiri Rapat Koordinasi Komisi Penanggulangan HIV/AIDS

komisi-fatwa-mui-sulsel-hadiri-rapat-koordinasi-komisi-penanggulangan-hiv/aids

Makassar, muisulsel.com – Salah satu penyakit yang berbahaya dan mematikan serta sangat menular adalah HIV/AIDS. Hingga kini virus mematikan tersebut belum ditemukan obatnya di dunia ini.

Salah satu penyebab utama dari virus ini adalah pergaulan bebas yang bergonta-ganti pasangan serta hubungan sesama jenis sehingga seseorang bisa terpapar virus yang mematikan ini.

Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan dalam hal ini diwakili oleh anggota Komisi Fatwa Dr. H. Nasrullah, Lc., MM menghadiri Rapat Koordinasi yang dilaksanakan oleh Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Mercure Makassar. Kamis (13/10/2022)

Sambutan pertama yang dibawakan oleh Sekretaris KPAP Sulsel, Drs. Muharram Sahude, M.H

Kehadiran MUI sekaligus membawakan doa bersama pada sesi awal acara yang tujuan Rapat Koordinasi ini untuk membahas hal-hal apa saja yang harus dilakukan dalam menanggulangi penyebaran virus HIV/AIDS ini.

Sambutan pertama yang dibawakan oleh Sekretaris KPAP Sulsel, Drs. Muharram Sahude, M.H menjelaskan bahwasanya diharapkan dalam rapat koordinasi ini bisa terbentuk Komisi Penanggulangan HIV/AIDS kabupaten kota se Sulsel, dan adanya dukungan dana termasuk sekretariat KPA. Selain itu, adanya kesamaan kelembagaan dan identifikasi terkait permasalahan HIV/AIDS serta mencari solusi bersama.

Selanjutnya, sambutan Gubernur Sulsel yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Prov. Sulsel dr. Hj. Rosmini Pandin Mars menjelaskan bahwa kegiatan rapat koordinasi ini penting untuk melaksanakan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Sulsel. “Ide dasar dari rapat ini beranjak dari hasil survey internal yang dilakukan oleh KPAP Sulsel beberapa waktu yang lalu dan setelah melakukan roadshow di beberapa kabupaten/kota yang ada di sulawesi selatan. Ini penting untuk disampaikan bahwa dari hasil roadshow ternyata baru 8 daerah yang memiliki kepengurusan KPA,” jelas Kadis Dinkes dalam sambutan Gubernur.

sambutan Gubernur Sulsel yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Prov. Sulsel dr. Hj. Rosmini Pandin Mars

Lanjut, Gubernur mengatakan bahwa sebagai gambaran kasus HIV/AIDS di Sulsel ini dari tahun 2005-2021 jumlah kasusnya mencapai 20531 orang, dimana tidak satu pun daerah di Sulsel ini yang terbebas dari kasus ini. Setiap daerah membutuhkan dorongan dan dukungan secara kelembagaan untuk segera berfungsi secara cepat tepat dalam merespon epidemi dan HIV/AIDS. Kabupaten kota memegang posisi sentrum dalam mendinamisasikan gerak stakeholder untuk mengambil langkah-langkah terbaik dan strategis dalam penanggulangan virus ini.

Kepala Dinas Kesehatan Prov. Sulsel dr. Hj. Rosmini memaparkan secara panjang lebar terkait penyebaran virus yang sudah sangat memperihatinkan ini dihadapan para hadirin dan ia pun sangat mengharapkan pada setiap daerah membentuk organisasi penanggulangan HIV/AIDS ini. “Diharapkan dengan pertemuan ini setiap daerah itu mempunyai organisasi yang sudah ditetapkan, dan yang kedua kita segera melakukan screening semua oleh para pengurus mulai dari provinsi hingga kabupaten dalam rangka melaksanakan roadmap dan rencana kerja KPA untuk getting zero di tahun 2030, dimana data tertinggi saat ini adalah Makassar, Bone dan Palopo,” ungkap mantan Kepala Rumah Sakit Luwu Timur ini.

  • Foto bersama usai Rapat Koordinasi

Pada sesi wawancara khusus dengan awak media MUI Sulsel, Kadis Dinkes ini berkata agar adanya upaya-upaya memberdayakan kolaborasi Dinas Kesehatan, Kesra, serta Bupati/Walikota seSulsel, dan harapan-harapannya terhadap MUI. “Sekiranya dapat menghimbau kepada para muballig untuk lebih mensosialisikan bahaya virus ini dan meminta agar lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt itu adalah intinya, terkhusus pada generasi-generasi yang baru, karena dari angka penyebaran ini cakupannya cukup besar serta mengharapkan peran orang tua dan peran agama sangatlah penting untuk bisa mencegah dan menuntaskan program ini,” tutur Kadis Dinkes yang belum lama ini dilantik.

Lebih jauh lagi ia mengatakan bahwa peran media sangatlah penting dalam hal ini, dan juga perlunya himbauan untuk menjaga para generasi muda untuk lebih bersikap sopan dalam berbicara, terutama dalam hal cara berpakaian agar lebih sopan lagi terutama jika berada di tempat umum. (NAP)

The post Komisi Fatwa MUI Sulsel Hadiri Rapat Koordinasi Komisi Penanggulangan HIV/AIDS appeared first on MUI Sul Sel.



Hadiri Konferensi Fatwa Internasional di Mesir, Kiai Marsudi Perkenalkan Fatwa MUI

JAKARTA— Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud hadir dalam Konferensi Internasional ke-7 tentang Fatwa Sustainable Development Goals, yang diadakan oleh General Secretariat for Fatwa Authorities Worldwide yang diketuai Mufti Agung Republik Arab Mesir, Syekh Syauqy Ibrahim Alaam.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Almasa Kairo, Senin (18/10/2022) tersebut, Kiai Marsudi tampil sebagai pembicara kunci, di hadapan mufti- mufti se dunia.

Dalam pidatonya, Kiai Marsudi menyampaikan bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan ribuan fatwa yang di antaranya adalah fatwa yang berkaitan dengan Sustainable Development.

Dia menyebutkan, fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh MUI antara lain fatwa tentang aqidah sebanyak 19 fatwa, fatwa yang berkaitan dengan ibadah lebih dari 50 fatwa, fatwa tentang hukum- hukum sosial kemasyarakatan dan peradaban 50 fatwa, fatwa di bidang produk makanan, farmasi, kosmetik, ilmu pengetahuan dan technologi lebih dari 50 ribu fatwa. “Fatwa-fatwa tersebut di atas di keluarkan oleh Komisi Fatwa MUI,” katanya, dalam keterangannya kepada MUIDigital, Selasa (18/10/2022).

Dia menjelaskan, adapun Dewan Syariah Majlis Ulama Indnesia (DSN MUI) lembaga di bawah MUI yang menangani fatwa-fatwa berkaitan ekonomi syariah, seperti fatwa tentang transaksi di perbankan syariah, asuransi, dan produk-produk finance lainnya yang sekarang sudah mencapai 150 fatwa.
Kiai Marsudi menyampaikan bahwa fatwa-fatwa di atas adalah termasuk di dalamnya Fatwa-fatwa Sustainable Development yang mencakup tujuh belas item tujuan pembangunan berkelanjutan.

“Fatwa-fatwa tersebut sedang diterjemahkan ke bahasa Arab dan Inggris yang Kemudian diharapkan antarmufti se dunia dapat mengakses fatwa-fatwa yang dibutuhkan dari negara lain yang sudah mempunyai fatwa tersebut,” ujar dia.

Dalam sesi yang diikuti Kiai Marsudi Syuhud ada beberapa mufti yang juga menyampaikan pikiran pikiran dan pendapatnya seperti, Sekjen Majma Fiqhi of the Muslim World League Dr Abdul Rahman bin Abdullah bin Hamad Al Zaid, Mufti Nigeria Syekh Ibrahim Salih Al-Husseini, Mufti Checnya Syekh Salah Mejiyev, dan Kepala Ifta and Grievances Authority in Mauritania Syekh Aslimu walad Sayyid Al-Mustallaf

Hadir pula Mufti Uzbekistan, Syekh Nur al-Din Khaliq Nadouf, Kepala Justice of Palestine and Advisor to the President for Religious Affairs and Islamic Relations Dr Mahmoud Sidqi Al-Habbash, Mufti Lebanon Syekh Abdel Latif Derian, dan Mufti Kerajaan Hasyimiyah Yordania Syekh Abdul Karim Al-Khasawneh.
Selain itu, hadir Mufti Singapura Professor Dr Nazer Al-Din Muhammad, Presiden Japan Muslim Association Mr Toshio Endo, dan Sekjen General of the Abu Dhabi Peace Forum, Dr Khalifa Al Dhaheri. (Junaidi, ed: Nashih)



HIKMAH HALAQAH: Perintah Bersegera Dan Mengambil Shaf Pertama Dalam Shalat Berjamaah

hikmah-halaqah:-perintah-bersegera-dan-mengambil-shaf-pertama-dalam-shalat-berjamaah

Makassar, muisulsel.com – Salah satu rukun dalam agama Islam adalah perintah melaksanakan shalat lima waktu yang dikerjakan setiap harinya dalam sehari semalam sepanjang waktu. Hal itu telah menjadi kewajiban untuk seluruh umat Islam di seluruh dunia.

Dalam perintah melaksanakan shalat ini, kita diperintahkan untuk senantiasa melakukan shalat secara berjamaah utamanya di masjid. Hal tersebut memiliki banyak sekali keutamaan-keutamaan yang tidak di dapatkan jika dilakukan secara sendiri-sendiri.

Ketika kita hendak melaksanakan shalat berjamaah, sedapat mungkin kita bisa mendapatkan shaf pertama. Kita disunahkan untuk senantiasa menjaga agar mendapatkan takbir pertama imam dan ini adalah keutamaan tersendiri. Dianjurkan kepada kita untuk berada di dalam masjid sebelum waktu Iqamah dan ini adalah warisan dari para pendahulu-pendahulu ulama salaf.

Abdullah Ibnu Mas’ud selama hidupnya senantiasa konsisten dalam melaksanakan shalat berjamaah di masjid dan beliau berkata, “Bergegaslah dalam mendapatkan shalat itu, yang berarti sebelum imam bertakbir.” Hal ini disandarkan pada dalil dari Abu Hurairah ra bahwasanya Nabi Saw bersabda, “ Ketahuilah bahwa imam itu dijadikan imam untuk diikuti. Jika imam telah bertakbir, ikutlah bertakbir dibelakangnya.”

Pada bagian shaf-shaf itu ada masing-masinhg keutamaan dimana shaf terdepan itu lebih afdal dibanding shaf berikutnya. Namun shaf dikiri pun masih lebih afdal dibandingkan shaf sebelah kanan. Mengapa demikian?, lalu bagaimana keutamaan-keutamaan dari masing-masing shaf ini?.

Simak penjelasannya dalam tayangan berikut ini.

The post HIKMAH HALAQAH: Perintah Bersegera Dan Mengambil Shaf Pertama Dalam Shalat Berjamaah appeared first on MUI Sul Sel.



GORESAN HATI: Manfaat Belajar Kisah-kisah Bagi Orang Beriman, Rasulullah juga Melakukannya

goresan-hati:-manfaat-belajar-kisah-kisah-bagi-orang-beriman,-rasulullah-juga-melakukannya

Makassar, muisulsel.com – Nabi Muhammad saw ternyata sering mendengarkan kisah-kisah Nabi terdahulu. Hal itu karena Beliau saw juga membutuhkan pemantapan hati, nasehat-nasehat dan penerangan sebagai mana lazimnya hamba Allah swt lainnya.

Setiap orang senantiasa butuh dukungan psikologis guna memotivasi diri dalam menerima dan melaksanakan sebuah perjuangan besar. Hal itu dapat diperoleh melalui kisah-kisah kesuksesan orang-orang dan nabi-nabi terdahulu.

وَكُلًّا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ اَنْۢبَاۤءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهٖ فُؤَادَكَ وَجَاۤءَكَ فِيْ هٰذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَّذِكْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ ١٢٠

Semua kisah rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu (Nabi Muhammad), yaitu kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu. Di dalamnya telah diberikan kepadamu (segala) kebenaran, nasihat, dan peringatan bagi orang-orang mukmin. (Hud, 11: 120)

Orang-orang beriman kepada Allah swt dan rasulNya juga dituntut untuk mengenal secara dalam Nabi Muhammad saw yang mereka panuti itu.

اَمْ لَمْ يَعْرِفُوْا رَسُوْلَهُمْ فَهُمْ لَهٗ مُنْكِرُوْنَ ۖ ٦٩

Atau, mereka tidak mengenal Rasul mereka (Nabi Muhammad), karena itu mereka mengingkarinya? (Al Mukminun, 23;69)

Ibnu Abbas ra berkata, “Ayat ini menegaskan bahwa Nabi Muhammad saw harus dikenal. Mulai dari nasabnya, sifat-sifatnya, amanahnya dan segala sisi kehidupannya. Ayat ini ditujukan kepada orang-orang yang tidak beriman. Jika kepada yang tidak beriman demikian, tentu saja mereka yang beriman perlu lebih jauh mengenal rasulnya saw.

Para mufassir, semisal al Sa’diy, al- Baghawi bahkan at Thanthawi menegaskan bahwa pengenalan terhadap diri Nabi saw hingga kepada sifat dan perangainya perlu diketahui, agar mereka yang beriman kepadanya dapat menempatkan Nabinya sebagai teladan utama dalam hidupnya. Pengenalan terhadap Nabi juga akan mengantarkan seseorang memahami, sungguh begitu penting dan utamanya Nabi Muhammad saw bagi seorang mukmin.

Syekh Ratib al Nabulsiy ulama besar dunia Islam dari negeri Syam berkata memahami sirah Nabi saw adalah separuh iman. Hal itu ditegaskannya dengan argumentasi bahwa kalimat kedua dari kalimat syahadat adalah penegasan akan kerasulan Muhammad saw. Tidak sah syahadat seseorang tanpa meyakini itu, karenanya setiap orang mutlak mengenal nabinya, Muhammad saw.

Berdasarkan pemahaman tersebut, Syekh Yusuf al Qaradhawi Rahimahullah Ta’ala menyatakan bahwa seluruh umat muslim perlu menggaungkan kisah-kisah keteladanan Rasulullah saw di rumah-rumah, masjid-masjid, sekolah dan pada momen-momen penting lainnya. Sa’ad bin Abi Waqqas ra sering mengumpulkan anak cucunya lalu menceritakan kisah-kisah Nabi saw baik di dalam perang dan juga terkait dengan sifat-sifat dan ibadah rasul saw.

Karena itu pada generasi tabi’in dan tabi’ tabi’in, kisah dan magazi’ (peperangan) Rasulullah saw menjadi tema utama di masjid-masjid dan rumah-rumah. Hal itu dilakukan agar bisa menanamkan dan membangkitkan motivasi generasi-generasi muda dalam berjuang untuk meninggikan kalimat Allah.

Hal ini juga dilakukan agar kisah hidup dan keteladanan Nabi Muhammad saw, tidak hilang ditelan zaman. Wallahu A’lam shobahun Nuril Iman Jamian. (Irfan)

The post GORESAN HATI: Manfaat Belajar Kisah-kisah Bagi Orang Beriman, Rasulullah juga Melakukannya appeared first on MUI Sul Sel.



Upaya Internasionalisasi, Pasca dan Komjen RI Los Angeles Jalin Kerjasama Kolaborasi Riset

upaya-internasionalisasi,-pasca-dan-komjen-ri-los-angeles-jalin-kerjasama-kolaborasi-riset

Los Angeles: Upaya mendukung visi besar UIN Raden Intan Lampung menuju Perguruan Tinggi Islam yang menjadi rujukan Internasional dalam pengembangan ilmu keislaman integratif-multidisipliner berwawasan lingkungan tahun 2035. Wakil Direktur Pascasarjan UIN Raden Intan Lampung kunjungi Konjen RI Los Angeles, pada Selasa, (11/10) di Wilshire Blvd, Los Angeles CA 90010.

Dr. Heni Noviarita, Wakil Direktur Pascasarjana, menyatakan tujuan kunjungannya ke Los Angeles dalam upaya pengembangan sumber daya manusia dan kolaborasi riset Pasca Covid 19.

“Kemungkinan akan dijalin kunjungan akademik, baik seminar maupun riset dengan komjen Los Angeles, karena kita memiliki prodi S3 yakni PMI, HKI dan MPI. Begitupun, jika ada peneliti atau atase yang berminat belajar terkait masyarakat Islam di Indonesia, bisa ke UIN Raden Intan Lampung. Hal ini sesuai dengan tujuan UIN, yakni internasionalisasi, digitalisasi dan kemandirian,” ujar Dr. Heni.

“Insya Allah beberapa hari ke depan, tanggal 13, 14, 18, dan 21, kita ke Washington DC, KBRI DC, Hardvard Intl Univetsity Conecticut dan ke Organisasi Islam terkenal di DC yakni IIIT”, tambahnya.

Konjem RI di Los Angeles, Saud Krisnawan Purwanto, menyambut baik kedatangan para professor dan doktor yang hadir dalam sharing session untuk bisa bekerja sama baik bidang ekonomi, sosial, pendidikan, budaya, dan moderasi beragama.

Selain dari UIN Raden Intan Lampung, beberapa kampus juga ikut serta dalam kegiatan ini yakni IAIN Manado, Universitas Pancasila, Konsul Bidang Ekonomi, Budaya, Penelitian dan Pengembangan. (Abdul Qodir Zaelani)