All posts by Admin

Delapan Perusahaan Dinyatakan Halal oleh MUI Sulsel

delapan-perusahaan-dinyatakan-halal-oleh-mui-sulsel

Makassar, muisulsel.or.id – Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel tetapkan 8 perusahaan halal bersama Lembaga Penjaminan, Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) di Kantor MUI Sulsel pada Jumat (14/7/2023).

Turut hadir Ketua Umum MUI Sulsel Prof Dr KH Nadjamuddin Abd Shafa Lc MA , pengurus Fatwa yang hadir , Dr KH Ruslan Wahab MA, Prof Dr KH Rusdi Khalid MA,Dr KH Shaifullah Rusmin Lc M Th I , Dr KH Syamsul Bahri Abd Hamid Lc MA dan DR KH Yusri Arsyad MA.

Dalam penetapan halal perusahaan ini ada 9 yang diajukan oleh LPPOM.Ada 8 yang telah ditetapkan Kehalalanya karena telah memenuhi persyaratan, hanya 1 yang belum ditetapkan kehalalannya karena masi menunggu kelengkapan berkasnya.

Sejak di lantik LPPOM MUI Sulsel semakin mendapat kepercayaan masyarakat hingga hingga ke instansi pemerintahan.

Hal ini diketahui setelah direktur LPPOM MUI Sulsel Raudhatul Jannah S TP mengatakan mengatakan kedepannya akan bekerjasama dengan Dinas Perindustrian Kabupaten Bulukumba.

“Jadi sudah ada tawaran dari Dinas Perindustrian, Insha Allah dalam waktu dekat ini kita akan mengaudit sekitar 300 perusahaan,” katanya.

Ketua Umum MUI Sulsel Prof Dr KH Nadjamuddin Abd Shafa Lc MA Sangat mengapresiasi LPPOM yang menurutnya sangat membantu pengusaha untuk memudahkan jualannya.

“Saya berharap kedepannya lebih banyak lagi perusahaan yang mengajukan audit halalnya,” katanya.

KH Nadjamuddin juga mengatakan kedepannya lebih lancar lagi karena sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan usahanya.

Berikut nama 8 nama perusahaan yang sudah lulus sertifikasi halalnya.

1. Delicate Society (restoran)
2. PT Investama Menara Bagus ( dapur hotel Four Point by Sheraton Makassar).
3. PT AKL Ryuma Ramen (catering)
4. PT Glory Mandiri Lestari (catering)
5. PT Sejahtera Haji Lolo Foods (daging dan produk daging olahan).
6. PT Mitraguna Pangan Snackindo (makanan ringan)
7. Andalam Kuliner (restoran)
8. PT Berkah Wakaf (AMDK)

Turut hadir Pengurus LPPOM , Andi Mutiah Anwar S T (Manager Keuangan) Nisa (Staf) dan Ridwan (staf)

Irfan Suba Raya

The post Delapan Perusahaan Dinyatakan Halal oleh MUI Sulsel appeared first on MUI Sul Sel.



Awal Tahun Ajaran, Ini yang Wajib Diketahui Para Pelajar dan Mahasiswa

awal-tahun-ajaran,-ini-yang-wajib-diketahui-para-pelajar-dan-mahasiswa

Makassar, muisulsel.or.id – Memasuki tahun ajaran baru 2023/2024 mulai pendidikan sekolah hingga perguruan tinggi, banyak pelajar dan mahasiswa saat ini telah mempersiapkan dirinya untuk menerima pelajaran baru.

Prof Dr KH Muammar Bakry Lc MA mengingatkan para pelajar dan mahasiswa untuk memperbaiki niat dalam menuntut ilmu.

“Niat belajar itu bukan menyaingi orang atau lebih pintar dari orang lain bahkan Allah swt melaknat orang niat seperti itu. Tetap merendah diri dalam menuntut ilmu, ” katanya pada Kamis (13/7/ 2023).

Sekertaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel ini mengutip ayat dalam Alquran Surah Al-Mujadalah ayat 11 “Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Dalam ayat tersebut seharusnya dipahami bahwa hanya Allah swt yang mengangkat derajat seorang yang berilmu bukan manusia yang mengangkat derajat dirinya sendiri, jelasnya.

Selain memperbaiki niat KH Muammar juga mengingatkan kepada penuntut Ilmu agar senantiasa berdoa saat keluar menuntut ilmu maksimal dengan membaca basmalah.

“Jika kita sudah memperbaiki niat dan membaca doa sebelum keluar maka malaikat akan membentangkan sayapnya kerena rela dengan penuntut Ilmu. Sebagaimana dalam hadis nabi : “Terhadap Orang yang menuntut ilmu malaikat akan membentangkan sayapnya (menaungi), karena malaikat rela dengan ilmu yang dicari orang tersebut, ” jelasnya.

Selain mengingatkan pelajar dan mahasiswa ,orang tua juga harus berperan penting dalam membimbing anaknya agar tulus dalam menuntut ilmu,harapnya.

Irfan Suba Raya

 

The post Awal Tahun Ajaran, Ini yang Wajib Diketahui Para Pelajar dan Mahasiswa appeared first on MUI Sul Sel.



Umamah binti Abu Al-Ash: Cucu Perempuan Kesayangan Rasulullah SAW

JAKARTA— Berbicara mengenai cucu Rasulullah SAW, yang pertama tebersit di hati kita biasanya hanya cucu laki-lakinya. Itupun Sayyidina Hasan dan Husain saja. Padahal Rasulullah SAW memiliki tujuh orang cucu, di antaranya empat orang cucu laki-laki dan tiga orang cucu perempuan.

Salah satu cucu perempuan yang amat disayangi Nabi ialah sayyidah Umamah. Nama lengkapnya Umamah binti Abul ‘Ash bin Rabii’ bin Abdu al-Uzza bin Abdu asy-Syams bin Abdu Manaf bin Qushay. Ibunya adalah Zainab binti Rasulullah SAW. Umamah merupakan cucu perempuan pertama Rasulullah.

Diceritakan dalam satu riwayat, saking sayangnya Rasulullah SAW kepadanya, Umamah kecil sering dibawa Rasululullah shalat berjamaah. Bahkan ketika shalat, Nabi menggendongnya dan meletakkannya saat rukuk dan sujud. (Ibn al-Atsiir, Asad al-Ghabah, juz 7, hal 20)

Dalam riwayat lain, dikisahkan Rasulullah mendapatkan hadiah berupa perhiasan kalung. Rasul bersabda, “Sungguh aku akan menyerahkan hadiah ini kepada anggota keluarga yang paling aku sayangi”. Kemudian, istri-istri Nabi menyangka orang tersebut adalah Aisyah, istri Rasulullah. Ternyata Nabi memanggil Umamah, dan mengalungkan perhiasan tersebut ke lehernya. (Ibn Abd al-Barr, al-Istii’aab fi Ma’rifah al-Ashaab, juz 4, hal. 1789)

Lalu dalam riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad bin Hanbal, Rasul pernah menghadiahkan cincin emas pemberian Raja Najasyi kepada Umamah.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ قَدِمَتْ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِلْيَةٌ مِنْ عِنْدِ النَّجَاشِيِّ أَهْدَاهَا لَهُ فِيهَا خَاتَمٌ مِنْ ذَهَبٍ فِييهِ فَصٌّ حَبَشِيٌّ قَالَتْ فَأَخَذَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعُودٍ مُعْرِضًا عَنْهُ أَوْ بِبَعْضِ أَصَابِعِهِ ثُمَّ دَعَا أُمَامَةَ ابْنَةَ أَبِي الْعَاصِ ابْنَةَ ابْنَتِهِ زَيْنَبَ فَقَالَ: “تَحَلَّيْ بِهَذَا يَا بُنَيَّةُ”.

Dari ‘Aisyah radhiallahu’anha ia berkata, “Nabi SAW mendapat kiriman perhiasan dari Raja Najasyi sebagai hadiah. Di antara perhiasan tersebut terdapat sebuah cincin emas yang mata cincinnya dari Habasyah. ‘Aisyah berkata, “Rasulullah SAW lalu mengambilnya dengan sebatang kayu, atau sebagian jarinya karena tidak suka (sebab emas hanya diperbolehkan untuk perempuan). Beliau kemudian memanggil Umamah binti Abu Al Ash, anak perempuan dari putrinya Zainab, seraya bersabda, “Berhiaslah dengan ini wahai gadis kecilku.” (HR Abu Dawud no 3697, Ibnu Majah no 3634, dan Ahmad no 23734)

Uniknya, perlakuan Rasulullah SAW kepada cucunya ini sebenarnya terkesan tidak lazim pada masyarakat Arab waktu itu. Karena hubungan kakek dan cucu kala itu biasanya kaku dan keras. Ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW telah memberikan teladan kepada kita bagaimana memperlakukan cucu dengan baik dan penuh kasih sayang.

Menginjak remaja, Umamah dinikahi oleh Ali bin Abi Thalib setelah wafatnya Sayyidah Fatimah al-Zahrah. Fatimah sendiri yang memberi wasiat kepada Ali agar sepeninggalnya ia menikahi keponakannya, Umamah. Akan tetapi dari pernikahannya tersebut, Umamah tidak mempunyai keturunan.

Saat Ali terluka dan mendekati waktu wafatnya, Ali berwasiat kepada Mughirah bin Naufal agar menikahi Umamah sepeninggalnya. Akhirnya setelah Ali wafat dan masa ‘iddah Umamah telah habis, ia dinikahi Mughirah bin Naufal.

Ia mempunyai seorang anak dari pernikahannya dengan Mughirah yang diberi nama Yahya. Umamah wafat setelah melahirkan anaknya Yahya, tepat di masa kekhalifahan Mu’awiyah bin Abu Sufyan. (Ibn al-Atsiir, Asad al-Ghabah, juz 7, hal 20)

Itulah kisah dan biografi Umamah binti Abu al-Ash, cucu perempuan kesayangan Rasulullah SAW. (Shafira Amalia, ed: Nashih).



Milad ke-48 MUI, Kiai Masyhuril Khamis: Harus Jadi Penyambung Lidah Umat

JAKARTA— Ketua Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa (PD PAB) Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Dr Masyhuril Khamis, berpesan dan berharap agar MUI dapat menjadi penyambung lidah umat, pemutus semua persoalan umat, serta menjadi pemimpin terbaik bagi umat di Indonesia.

“Majelis Ulama Indonesia harus menjadi penyambung lidah umat, MUI harus menjadi pemutus semua persoalan umat, dan kita berada pada posisi harus menjadi the best leader of Indonesia, insya Allah. Selama ulang tahun MUI,” papar Kiai Masyhuril yang juga Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al-Jam’iyatul Washliyah itu dalam Silaturahmi dan Seminar Virtual Akhlak Bangsa II pada Selasa (11/7) malam, Pukul 19.30 – 21.30 Waktu Indonesia Barat (WIB), melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting.

Lebih lanjut, Kiai Masyhuril juga menyatakan bahwa menjadi Duta Akhlak Bangsa adalah bagian dari kebutuhan kita hari ini. Dengan seminar virtual malam hari ini, tentu PD PAB merasa bahagia.

“Berarti, kami sudah punya partner yang banyak, teman yang banyak. Kita setuju dan sepakat bahwa dakwah di tingkat milenial atau di generasi alpha ini harus menjadi concern (perhatian penuh) kita,” ucapnya.

Dia menjelaskan, bonus demografi Indonesia 60 persen ialah mereka yang berusia rata-rata 6 – 39 tahun, dari mulai Sekolah Dasar (SD) sampai Strata 3 (S3).

“Artinya apa? Memang kebijakan yang kita ambil hari ini adalah berdakwah di kalangan generasi milenial, karena adik-adik inilah nanti yang akan menjadi generasi emas di 2045 yang akan datang,” ungkapnya.

Selain itu, dia mengingatkan kepada segenap generasi muda Muslim di Indonesia, khususnya peserta seminar virtual ini, pesan-pesan dari Syeikhul Akbar (Grand Syeikh) Al-Azhar, Syeikh Muhammad Syaltout.

“Syeikh Muhammad Syaltout pernah mengatakan bahwa: ‘Berbahagialah Al-Azhar jika memberikan syahadah kepada seorang sarjana yang berakhlakul karimah. Tetapi, menangislah Al-Azhar ketika memberikan syahadah kepada seorang sarjana tetapi tidak berakhlakul karimah’. Nah, itu jawaban yang sangat luar biasa,” ungkapnya.

Seminar virtual ini istimewa karena diselenggarakan dengan tujuan menyambut Milad MUI Ke 48 Tahun. Bahkan seluruh pengisi acaranya ialah generasi muda, para alumni Training Penguatan Akhlak Bangsa Bagi Milenial Angkatan 1 dan Angkatan 2.

Dalam seminar virtual yang konsisten membahas problematika akhlak bangsa di kalangan generasi milenial ini, turut hadir dua orang narasumber secara daring, yakni Ilham Taufik dari Santri Mendunia dan Anisa Nurhakim, S.H., dari Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA0 Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Ilham Taufik memaparkan materi berjudul “Dakwah Digital”, sedangkan Anisa Nurhakim memaparkan materi berjudul “Akhlak Bangsa”. Adapun moderator dalam seminar virtual ini ialah Neng Nurhasanah. Sedangkan penanggap terhadap materi kedua narasumber ialah Apt. Fithriana Rachmawati, S.Farm.

Lalu qari yang membacakan ayat-ayat suci Alquran ialah Slamet Miftahul Abror, S.Hum., yang juga staf di PD PAB MUI. Beliau membacakan firman Allah SWT dalam Surat Al-Fath ayat 1-2.

Sedangkan host atau pembawa acara ialah Wakil Sekretaris PD PAB MUI, Muhammad Ibrahim Hamdani. Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua PD PAB MUI, KH Dr Masyhurill Khamis serta ditutup dengan pembacaan doa oleh Sekretaris PD PD PAB MUI, KH Nurul Badruttamam, M.Ag. (Muhammad Ibrahim Hamdani, ed: Nashih)



Tinggi Peminat, Pendidikan Kader Ulama Diperpanjang

tinggi-peminat,-pendidikan-kader-ulama-diperpanjang

Makassar, muisulsel.or.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan Komisi pendidikan dan pengkaderan ulama khusus putri memperpanjang waktu penerimaan peserta kader hingga sepuluh hari mendatang.

Pendidikan Kader Ulama (PKU) ini adalah sebuah program intensifikasi unggulan MUI Sulsel dalam mencetak sumber daya manusia, sehingga program ini banyak diminati masyarakat khususnya di Sulawesi Selatan.

Program ini yang seyogyanya sudah akan berakhir pada 15 Juli esok, namun karena tingginya peminat sehingga Sekretaris MUI Sulsel Prof Dr Muammar Bakry, Lc MA, memperpanjang masa penerimaan peserta kader baru khusus putri ini.

Hal itu disampaikannya melalui pesan Whatsapp yang di tujukan ke staf kantor MUI agar memperpanjang masa penerimaan, di mana saat ini sudah terdaftar hampir 30 orang calon peserta pengkaderan dari berbagai daerah.

“Dengan melihat minat masyarakat dan masukan-masukan dari masyarakat agar memperpanjang masa pendaftaran, sehingga kita mengulur waktu hingga sepuluh hari kedepan. Namun semua pendaftar tak bisa diterima karena kuota yang terbatas, jadi akan di seleksi dengan baik,” ungkap Prof Muammar via whatsapp.

Banyaknya peminat dari daerah, sehingga MUI Sulsel membuat keputusan untuk memperpanjang pendaftaran. “Perpanjangan ini diputuskan untuk mengakomodasi permintaan perwakilan daerah-daerah yang akan mengutus anggotanya untuk dapat mengikuti kegiatan tersebut,” ungkapnya.

Pada penyampaian sebelumnya, telah diinformasikan berbagai persyaratan atau kualifikasi bagi para peserta, di antaranya adalah calon peserta haruslah lulusan S1 agama Islam.

Persyaratan yang lain pun tidak berubah seperti batas umur, dapat membaca kitab dan memiliki hafalan minimal 3 juz persyaratan lainnya masih berlaku sebagaimana yang ditetapkan oleh panitia.

Dalam program pendidikan kader ulama khusus Putri ini pun telah disiapkan berbagai macam fasilitas, seperti halnya para peserta pengkaderan sebelumnya yakni akomodasi penginapan, konsumsi, sertifikat dan bahan pembelajaran lainnya disiapkan oleh komisi yang bersangkutan.

Dengan adanya program seperti ini MUI Sulsel mengharapkan dapat mencetak ulama-ulama perempuan generasi baru yang ahli dalam bidang keagamaan, dan dapat menjadi panutan masyarakat serta menjadi rujukan dalam persoalan-persoalan keumatan.

Untuk lebih mengetahui info detail dari perpanjangan waktu pendaftaran Pendidikan Kader Ulama (PKU) ini, dapat menghubungi kontak personnya.

Kontributor: Nur Abdal Patta

The post Tinggi Peminat, Pendidikan Kader Ulama Diperpanjang appeared first on MUI Sul Sel.



HIKMAH HALAQAH: Kajian Surat An Nisa Tentang Berbuat Baik

hikmah-halaqah:-kajian-surat-an-nisa-tentang-berbuat-baik

Makassar, muisulsel.or.id – Dalam Alquran telah dijelaskan bahwa terdapat beberapa kewajiban kita umat Islam untuk berbuat baik padanya.

Allah Swt berfirman dalam Alquran surat An-Nisa yang artinya adalah “Wahai orang-orang yang beriman sembahlah Allah dan jangan menyekutukannya dengan sesuatu apapun”, hingga akhir ayat.

Nah, penjelasan dalam Alquran ini mengatakan bahwa ada enam kategori yang senantiasa kita harus berbuat baik serta berbaik sangka kepadanya yang bahkan kita harus melakukannya.

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa perintah yang pertama yang harus kita wajib berbuat padanya adalah Allah, sebab ayat tersebut mengatakan bahwa Sembahlah Allah tanpa menyekutukannya dengan apapun, dalam artian bahwa kita dilarang melakukan syirik terhadap-Nya.

Hal berikutnya adalah perintah berbuat baik kepada kedua orang tua, apapun dan bagaimana pun keadaannya terkecuali jika mereka memerintahkan untuk berbuat dosa apa lagi dosa syirik, maka itu tidak ada kewajiban untuk menaatinya.

Sedangkan penjelasan berikutnya adalah berbuat baik kepada kerabat-kerabat terdekat seperti tetangga terdekat atau orang-orang terdekat dengan kita. Adapun selanjutnya adalah berbuat baik kepada anak yatim, dan kepada orang miskin serta yang terakhir adalah orang yang sedang berjuang dijalan Allah termasuk orang yang menuntut ilmu.

Pada pengajian rutin kita kali ini, dijelaskan tentang mengapa orang-orang ini harus kita senantiasa berbuat baik pada mereka.

Lalu apakah hikmah dibalik perintah berbuat pada ke enam kategori tadi ini? Simak penjelasannya dalam video link berikut ini.

 

Kontributor: Nur Abdal Patta

The post HIKMAH HALAQAH: Kajian Surat An Nisa Tentang Berbuat Baik appeared first on MUI Sul Sel.



Milad 48 Tahun MUI, PD-PAB Gelar Seminar Akhlak Bangsa

JAKARTA— Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa (PD PAB) Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyelenggarakan Silaturahmi dan Seminar Virtual Akhlak Bangsa II pada Selasa (11/7) malam, Pukul 19.30 – 21.30 Waktu Indonesia Barat (WIB), melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting.

Seminar virtual ini istimewa karena diselenggarakan dengan tujuan menyambut Milad MUI Ke 48 Tahun. Bahkan seluruh pengisi acaranya ialah generasi muda, para alumni Training Penguatan Akhlak Bangsa Bagi Milenial Angkatan 1 dan Angkatan 2.

Dalam seminar virtual yang konsisten membahas problematika akhlak bangsa di kalangan generasi milenial ini, turut hadir dua orang narasumber secara daring, yakni Ilham Taufik dari Santri Mendunia dan Anisa Nurhakim, S.H., dari Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA0 Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Ilham Taufik memaparkan materi berjudul “Dakwah Digital”, sedangkan Anisa Nurhakim memaparkan materi berjudul “Akhlak Bangsa”. Adapun moderator dalam seminar virtual ini ialah Neng Nurhasanah. Sedangkan penanggap terhadap materi kedua narasumber ialah Apt. Fithriana Rachmawati, S.Farm.

Lalu qari yang membacakan ayat-ayat suci Alquran ialah Slamet Miftahul Abror, S.Hum., yang juga staf di PD PAB MUI. Beliau membacakan firman Allah SWT dalam Surat Al-Fath ayat 1-2.

Sedangkan host atau pembawa acara ialah Wakil Sekretaris PD PAB MUI, Muhammad Ibrahim Hamdani. Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua PD PAB MUI, KH Dr Masyhurill Khamis serta ditutup dengan pembacaan doa oleh Sekretaris PD PD PAB MUI, KH Nurul Badruttamam, M.Ag.

Dalam sambutannya, KH Dr Masyhuril Khamis berpesan dan berharap agar MUI dapat menjadi penyambung lidah umat, pemutus semua persoalan umat, serta menjadi pemimpin terbaik bagi umat di Indonesia.

“Majelis Ulama Indonesia harus menjadi penyambung lidah umat, MUI harus menjadi pemutus semua persoalan umat, dan kita berada pada posisi harus menjadi the best leader of Indonesia, insya Allah. Selama ulang tahun MUI,” papar Kiai Masyhuril yang juga Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al-Jam’iyatul Washliyah itu.

Lebih lanjut, KH Dr Masyhuril Khamis juga menyatakan bahwa menjadi Duta Akhlak Bangsa adalah bagian dari kebutuhan kita hari ini. Dengan seminar virtual malam hari ini, tentu PD PAB merasa bahagia.

“Berarti, kami sudah punya partner yang banyak, teman yang banyak. Kita setuju dan sepakat bahwa dakwah di tingkat milenial atau di generasi alpha ini harus menjadi concern (perhatian penuh) kita,” ucapnya. (Muhammad Ibrahim Hamdani, ed: Nashih)



Milad ke-48 MUI, Komisi Fatwa Gelar Call For Paper Soroti Peran Fatwa

JAKARTA— Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyelenggarakan Call for Papers Annual Conference on Fatwa Studies ke-7 dalam semarak rangkaian perayaan Milad ke-48 MUI ke-48 mendatang.

“Majelis Ulama Indonesia insya Allah akan melaksanakan annual conference. Ini tahun ketujuh secara berturut-turut Komisi Fatwa melaksanakan call for paper,” kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI, KH Miftahul Huda, dalam perbincangannya dengan MUIDigital, Kamis (13/7/2023).

Menurut dia, tema yang diangkat kali ini adalah “Peran Fatwa dalam Membangun Peradaban Bangsa”. Tema utama tersebut kemudian dibagi menjadi empat sub-tema pembahasan.

“Sub bahasannya meliputi Kelembagaan dan Metodologi Fatwa, Fatwa Akidah dan Ibadah, Fatwa Sosial Kemasyarakatan dan Fatwa Produk Halal, serta Fatwa Ekonomi Syariah”, lanjutnya.

Kegiatan ini diperuntukkan bagi akademisi, peneliti, dan para paminat kajian fatwa Majelis Ulama Indonesia baik perorangan maupun mewakili secara kelembagaan.

Format penulisan menggunakan font Times New Roman 12pt dengan spasi tunggal. Ukuran kertas A4 dengan margin 4x3x4x3 dan maksimal makalah 15 halaman (tidak termasuk daftar pustaka). Peserta dapat mengirimkannya via email ke alamat komisi.fatwamui@gmail.com.

Menurut Miftah, antusias peserta terhadap pelaksanaan kegiatan ini terbilang cukup tinggi. Hal itu dilihat dari banyaknya makalah yang sudah diterima oleh Komisi Fatwa berjumlah 96 makalah.

Seharusnya, kata dia, timeline batas penerimaan makalah sejak tanggal 07 Juli kemarin, tetapi karena banyaknya permintaan dari sejumlah provinsi, terpaksa agendanya diperpanjang hingga 15 Juli mendatang.

“Sebenarnya batas penerimaan makalah itu kemarin (07 Juli), tapi karena banyaknya permintaan karena sebagian belum selesai, akhirnya diperpanjang sampai Sabtu (15 Juli),” paparnya.

Semua makalah yang diterima oleh Komisi Fatwa akan direview dan dinilai terlebih dahulu. Hasilnya akan diumumkan pada 20 Juli mendatang.

Peserta yang makalahnya memenuhi kreteria penilaian akan diundang ke Jakarta untuk melakukan presentasi di depan Pimpinan MUI dan akademisi. “Insya Allah presentasi akan digelar dari tanggal 26 hingga 28 Juli,” kata dia. (A Fahrur Rozi, ed: Nashih)



Salat Arbain Di Madinah Jadi Training Jemaah Haji Sebelum Pulang

salat-arbain-di-madinah-jadi-training-jemaah-haji-sebelum-pulang

Makkah, muisulsel.or.id – Puncak pelaksanaan haji telah selesai. Beberapa jemaah haji saat ini mulai kembali negara asalnya dan ada juga menuju kota Madinah dimana menjadi satu dari dua tanah haram yang memiliki keistimewaan yang luar biasa.

Jika kemuliaan Makkah atas permohonan Nabi Ibrahim as, maka kemuliaan Madinah yang dulu bernama Yatsrib karena permohonan Nabi Muhammad saw.

Begitu mulianya tempat ini, banyak riwayat yang menjelaskan fadilahnya, misalnya yang melakukan ibadah salat di Masjid Nabawi mendapat 1000 kali lipat kemuliaan. Bahkan pada riwayat lain dua kali lipat kemuliaannya dibanding Kota Makkah.

Di Madinah ada pahala umrah yg bisa diperoleh, misalnya yang salat sunat dua rakaat di Masjid Quba senilai pahala umrah.

Ada yang khas dilakukan jamaah terutama jamaah Indonesia yakni Arbain. Arbain artinya empat puluh, maksudnya empat puluh kali berjamaah tanpa terputus di Masjid Nabawi.

Beberapa riwayat yang menyebutkan bahwa yang melaksanakan salat berjamaah di Masjid Nabawi selama empat puluh kali terbebas dari sifat kemunafikan, karena itu juga bisa terbebas dari api neraka.

Terlepas dari polemik ulama hadis menilai hadis tersebut tentang kesahihannya, namun kegiatan itu sendiri sesuatu yang baik dan tidak ada membantahnya. Paling tidak menjadi training bagi jamaah bahwa dengan melaksanakan Arbain, akan menjadi kebiasaan untuk dirutinkan berjemaah setelah kembali ke tanah air.

Sudah tidak nyaman jika salat tanpa berjamaah. Demikian yang disampaikan oleh Prof Muammar Bakry dalam tausiyahnya di hadapan jamaah Ananda Nurul Haramayn yang sementara hadir di Madinah mengikuti Program Arbain.

Selain itu, Hal yang menarik pemandangan yang terjadi di Masjid Nabawi. Di Masjid difasilitasi guru mengaji bagi jamaah siapa saja yg ingin memperbaiki bacaan alqurannya terutama Surah Alfatihah. Dalam bentuk halaqah, jamaah dituntun dalam membaca alfatihah. Ini penting sebab bacaan yang wajib dlm salat.

Dalam penjelasan tausiyahnya, Muammar juga menyampaikan bahwa salah satu hikmah Nabi dimakamkan di Kota Madinah sebagai magnet bagi jamaah untuk bisa berziarah di Kota ini sehingga bisa menikmati fasilitas fadilahnya.

Namun hal yg paling utama, lanjutnya Muammar, adalah berziarah kepada Rasulullah saw sebagai Rahmat seluruh alam, Rahmat Allah yang dititip kepada Nabi menjadi cahaya bagi seluruh alam, maka tidak ada ziarah yg paling di muka bumi ini kecuali menziarahi Nabi Muhammad saw.

Ananda Haramain di Madinah memiliki banyak agenda, mulai ziarah kepada Nabi dan beberapa sahanat, ziarah sekitar Madinah, Museum Madinah, Percerakan mushaf dan lain sebagainya.

The post Salat Arbain Di Madinah Jadi Training Jemaah Haji Sebelum Pulang appeared first on MUI Sul Sel.



Milad ke-48 MUI, LSBPI akan Helat Kongres Budaya Umat Islam

JAKARTA— Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam (LSBPI) Majelis Ulama Indonesia punya hajat besar di akhir bulan ini. Yakni, menggelar acara Kongres Budaya Umat Islam Indonesia.

“Kongres Budaya Umat Islam Indonesia itu akan diadakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, pada 26 Juli 2023 pagi hingga sore hari. Kemudian pada malam harinya akan digelar acara tasyakur Milad MUI yang menurut rencana akan dihadiri langsung oleh Presiden Jokowi,” kata Wakil Ketua LSBPI MUI yang juga Ketua Kongres Budaya Umat Islam Indonesia, Ustadz Erick Yusuf, Rabu (12/7/2023).

Ustadz Erick menambahkan, Kongres tersebut akan membicarakan ihwal seni budaya Islam di Indonesia. “Karena ini adalah sebuah perjalanan panjang dari Ketua MUI yang sebelumnya, KH Ma’ruf Amin (kini Wapres) yang kemudian mengamanatkan bahwa dengan adanya berbagai masalah tentang seni budaya di keumatan, maka diperlukan sebuah kajian yang bisa menentukan arah bagaimana sebetulnya seni udaya Islam di Indonesia,” ujarnya.

Dia menyebutkan, Kongres Budaya Umat Islam Indonesia itu telah melewati perjalanan panjang yang telah dilakukan oleh LSBPI MUI dari mulai Munas, FGD-FGD Road to Kongres, serta Multaqo seniman dan budayawan Indonesia. Dari kegiatan FGD dan Multaqo itu menghasilkan rekomendasi-rekomendasi dari para ahli/ akademisi ekspert yang memberikan pandangan-pandangannya.

“Dan ini diharapkan menjadi sebuah oase di tengah dahaganya pembahasan-pembahasan yang bisa memberikan insight atau wawasan bahkan tuntunan kepada masyarakat, khususnya umat Muslim,” papar Ustadz Erick.
Lebih jauh, Ustadz Erick mengungkapkan, Kongres Budaya Umat Islam Indonesia akan melibatkan berbagai ahli dan orang-orang alim, dari berbagai daerah, yang akan terlibat dalam gagasan yang diwadahi oleh Kongres Budaya Umat Islam.

Kegiatan Kongres juga akan dimeriahkan dengan pagelaran seni budaya, pameran/eksibisi tentang bagaimana perjalanan seni budaya Islam, dan pameran kriya produk-produk keumatan.

“Kami mohon doa dan dukungan dari semuanya untuk meyukseskan acara ini supaya kita bisa memberikan sebuah resolusi, sebuah rekomendasi, sebuah blue print, arah yang bisa menjadi cahaya bagi para pemikir, para praktisi , para pemerhati, pegiat dan penikmat seni dan budaya Islam khususnya di Indonesia,” kata Ustadz Erick Yusuf. (Junaidi, ed: Nashih)



Malam ini, Ngaji Rutin Malam Sabtu Legi di Pesantren Sunan Ampel Totokaton Punggur

malam-ini,-ngaji-rutin-malam-sabtu-legi-di-pesantren-sunan-ampel-totokaton-punggur

Lampung Tengah: Bertempat di Masjid Pondok Pesantren Sunan Ampel Dusun Mulyokaton, Kampung Totokaton, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, malam ini, bakda Isya’, Jumat Kliwon (21/10/2022), bertepatan 25 Rabi’ul Awwal 1444 H, digelar agenda rutinan ngaji malam Sabtu Legi dan Majelis Dzikir Manaqib Syaikh Abdul Qodir Jailani.

Hal tersebut disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Ampel Dusun Mulyokaton, Kampung Totokaton, Gus Alie Fadhilah Musthofa, Jumat Kliwon (21/10/2022) petang.

Ketua PC NU Care – LAZISNU Lampung Tengah ini menambahkan, adapun rangkaian acara / amaliyah meliputi antara lain; mahallul qiyam, istighotsah dzikir manaqib, sholat sunnah hajat, sholat sunnah lidaf’il bala’, mauidhatul hasanah dan ditutup dengan doa.

Adapun mauidhatul hasanah akan disampaikan oleh Dr. KH. Andi Ali Akbar, M.Ag beliau adalah pengasuh Pondok Pesantren Darusy Syafa’ah Kotagajah, sekaligus Wakil Katib Syuriah PCNU Lampung Tengah, dan Ketua STISDA Lampung Tengah.

“Mari para muslimin dan muslimat di wilayah Kampung Totokaton dan sekitarnya, kita bermunajat memohon kepada Allah SWT melalui wasilah majelis ini untuk keberkahan bumi Nusantara Indonesia, dan kita dimudahkan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari” tambah alumni Pesantren Walisongo Sukajadi, Bumi Ratu Nuban ini.

Agenda istimewa selapanan ini juga disiarkan secara langsung / live streaming melalui channel youtube Media Sunan Ampel. (Akhmad Syarief Kurniawan)







Banjir Rendam Mushalla di Trenggalek, Pengeras Suara Hingga Karpet Rusak. Ayo Dibantu!

Trenggalek,-muijatim.or.id.

Banjir yang melanda 5 kecamatan di Trenggalek, berakibat rusaknya beberapa infrastruktur, termasuk fasilitas umum ibadah. Komisi Di Kecamatan Pogalan, pengeras suara di setidaknya tiga mushalla rusak dan tidak dapat berfungsi. Komisi Penanggulangan Bencana (KPB) MUI Jawa Timur mencatat kerusakan juga terjadi pada karpet mushalla yang tak bisa lagi pakai karena terendam lumpur dan sejumlah perangkat lain sebagaimana sarung dan mukena.

“Kami sudah menurunkan tim untuk melakukan asesment kebutuhan warga pasca banjir, dan mengupayakan penanganganan secepatnya,” kata Syaiful Amin, Sekretaris KPB MUI Jatim.

Amin yang juga ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PWNU Jawa Timur menyebutkan Mushalla-mushalla yang mengalami kerusakan pengeras suara, antara lain Musholla As Syafa’at RT 12 Desa Ngadirenggo dan Musholla Al Ikhsan RT 14 Desa Ngadirenggo. Satu lagi, Musholla Baitul Rohman RT 10 RW 04 Dsn Ngrayung Desa Ngadirenggo. “Tiga mushalla itu ada di kecamatan Pogalan, Trenggalek,” tambahnya.

Sementara itu, H. Noor Shodiq, Wakil Rektor II Universitas Islam Malang (UNISMA) mengajak masyarakat untuk peduli musibah banjir dan bencana alam lainnya dengan aksi nyata. Pihaknya dan beberapa komponen masyarakat bergerak bersama, membantu yang butuh sekali dibantu dengan membuat gerakam PEDULI BANJIR JAWA TIMUR yang melibatkan TV9 Peduli, Unisma Peduli, LPBI NU Jatim, Rumah Sedekah NU serta Komisi Penanggulan Bencana MUI Jatim. “Kami sepakat bekerjasama menggalang donasi dan memberikan bantuan yang dibutuhkan korban banjir,” ungkapnga.

Saluran donasi kepedulian, bisa dikirimkam melalui Rekening PEDULI BANJIR JAWA TIMUR di BCA 258 234 7272 An Yayasan TV9 Peduli Umat. Bantuan bisa juga berbentuk barang sesuai asesment yang dilakukan tim lapangan.

Gus Shodiq mencontohkan, Unisma Peduli misalnya, telah menyediakan 250 biji sarung, Minyak goreng 175 liter dan sembako. “Mari Sayangi Sesama di Bumi, Maka Engkau Akan Disayangi Yang di Langit,” tambahnya. (*)

Artikel Banjir Rendam Mushalla di Trenggalek, Pengeras Suara Hingga Karpet Rusak. Ayo Dibantu! pertama kali di publikasikan oleh MUI Jatim.



Marak Kasus Gagal Ginjal Anak, Wasekjen MUI Sarankan Bentuk Tim Investigasi

JAKARTA— Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, KH Arif Fahruddin menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas terkuak dan merebaknya kasus gagal ginjal misterius hingga merenggut banyak nyawa anak-anak Indonesia.

Kiai Arif meminta agar pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan dan stakeholder terkait seperti BPOM segera bertindak cepat untuk menanggulangi dan mencegahnya agar tidak semakin banyak jatuh korban anak-anak Indonesia.

Arif menyesalkan mengapa kandungan zat berbahaya dalam beberapa obat yang disinyalir berupa sirup anak-anak tidak terdeteksi sejak dini oleh institusi yang menanganinya.

Dia menyebut merebaknya kasus ini yang bersifat mengejutkan dan menimbulkan banyak korban jiwa anak-anak bisa dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Yang menjadi korban adalah anak-anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan untuk tumbuh kembang mereka sebagaimana amanat Undang-undang Perlindungan Anak,” kata dia kepada MUIDIgital, Sabtu (22/20/2022)

Meski pemerintah telah mengambil sikap berupa larangan sementara atas distribusi obat anak berbentuk sirup di pasaran, kata dia, namun korban anak-anak telah berjatuhan.

Dia mengingatkan Pemerintah hendaknya juga bertanggungjawab kepada keluarga korban jika jatuhnya korban jiwa anak-anak betul-betul dari konsumsi obat yang beredar di masyarakat.

Arif berpendapat, setelah kebijakan menghentikan untuk sementara peredaran obat anak-anak berbentuk sirup sampai ada penelitian lebih lanjut, pemerintah bisa mengambil kebijakan sektor hulu pra edar dalam hal izin produksi obat-obatan secara lebih teliti, halal, dan aman konsumsi. Rakyat memiliki hak penuh untuk mendapatkan pelayanan konsumsi obat-obatan yang halal, aman dan berkualitas.

Selain itu, kata dia, jika terbukti ada pelanggaran prosedur dalam produksi obat-obatan tersebut, maka pemerintah harus menjatuhkan sanksi tegas kepada semua pihak yang terlibat secara transparan dan akuntabel. Hal ini sebagai amanat UUD 1945 untuk melindungi segenap tumpah darah bangsa Indonesia.

Arif mengimbau agar jaminan keselamatan konsumen obat-obatan betul-betul terjamin dari sektor hulu hingga hilir. Jangan sampai jatuh korban jiwa lagi gegara ketidakseriusan dan ketidakprofesionalan penyelenggara jaminan kesehatan di negeri ini.

“Jika perlu segera dibentuk tim investigasi independen untuk mengungkap terjadinya keteledoran yang merenggut korban nyawa anak-anak Indonesia,” ujar dia.
Dia mengajak semua pihak harus membantu pemerintah untuk memenuhi hak anak-anak Indonesia untuk tumbuh kembang dengan sehat dan ceria.

Dalam pandangan Islam, kata Kiai Arif, menjaga kelangsungan hidup adalah salah satu fundamen agama. Hilangnya satu nyawa sama dengan hilangnya banyak nyawa.

Islam juga memandang, salah satu fungsi didirikannya negara adalah untuk memastikan tegaknya kehidupan yang religius (hirasatud diin) dan penyelenggaraan pemerintahan yang profesional dan bertanggungjawab (siyasatud dunya). (Hilman, ed: Nashih)



Opini: Santri Merupakan Duta Perdamaian

opini:-santri-merupakan-duta-perdamaian

Santri Merupakan Duta Perdamaian
Prof. Dr. H. A. Kumedi Ja’far, S.Ag., M.H.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M)
UIN Raden Intan dan Pengurus MUI Provinsi lampung

Hari ini merupakan hari santri nasional, di mana santri adalah seseorang yang menekuni pendidikan agama Islam, atau dengan kata lain santri bisa diartikan sebagai pribadi-pribadi yang menggeluti ilmu-ilmu agama Islam. Sehingga santri tidak musti seseorang yang belajar agama di Pondok Pesantren, tetapi semua orang yang mempelajari ilmu agama Islam bisa dinamakan santri. Dengan demikian berarti kita merupakan bagian dari keluarga santri, sebab kita juga bagian pribadi-pribadi yang mendalami ilmu-ilmu agama Islam.

Santri merupakan duta perdamaian yang senantiasa menebarkan kebaikan, santri merupakan garda persatuan yang senantiasa menjaga keutuhan,  santri merupakan kunci kesuksesan yang senantiasa menghargai perbedaan, dan santri juga merupakan penyokong bagi kemerdekaan bangsa Indonesia. Untuk itu tidaklah berlebihan apabila Presiden Jokowi menetapkan hari santri sebagai hari nasional, hal ini  sebagaimana berdasarkan keputusan Presiden No. 22 Tahun 2015 yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober sejalan dengan tercetusnya resolusi jihad oleh KH. Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 1945.

Mengapa Presiden Jokowi menetapkan hari santri sebagai hari nasional? Hal ini tentunya sebagai wujud pemberian penghargaan pemerintah terhadap perjuangan santri dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Lantas apa yang bisa kita lakukan dalam menyambut dan mengisi hari santri nasional? Tentunya dengan senantiasa meneladani akan sifat-sifatnya, yakni sebagaimana yang terhimpun dalam kata SANTRI:

Pertama, Saatirun ‘Anil’uyuub. Yaitu penutup dari kesalahan/aib. Ini artinya bahwa sebagai bagian dari keluarga santri kita harus mampu menutupi kesalahan/aib orang lain, bukan sebaliknya malah membuka-buka kesalahan/aib orang lain, apalagi mencari-cari kesalahan/aib orang lain. Ingat sabda Rasulullah SAW bahwa salah satu yang dapat merusak bahkan menghancurkan perbuatan seseorang adalah orang yang sibuk mencari aib/kesalahan orang lain. Untuk itu jangan pernah menyalahkan orang lain, membuka aib orang lain, apalagi mencari-cari kesalahan/aib orang lain, karena yang demikian itu bukan saja dapat merusak amal kebaikan seseorang, tetapi juga dapat merusak ukhullah islamiyah di antara kita.

Kedua, Naaibun ‘Anil’ulama. Yaitu pengganti para ulama, ini artinya bahwa sebagai bagian dari keluarga santri kita harus senantiasa mencontoh para ulama, mengikuti jejak para ulama, serta menjaga dan meneruskan perjuangan par alama, yakni dengan senantiasa menggelorakan amar nahi munkar, yaitu dengan senantiasa mengajak kepada kebaikan dan mencegah kepada kemungkaran. Ingat bahwa Al-Ulama Warasatul Anbiya’ , Ulama itu merupakan warisan para nabi. Dalam Firman Allah juga dijelaskan bahwa dan hendaklah ada segolongan di anatara kalian umat yang mengajak kepada yang ma’ruf dan mencegah kepda yang munkar. Ini artinya bahwa kita mempunyai kewajiban untuk senantiasa mengajak kepada yang baik dan mencegah dari yang munkar.

Ketiga, Taaibun ‘Anidzdzunuub, yaitu bertaubat dari dosa/kesalahan. Ini artinya bahwa sebagai bagian dari keluarga santri, kita harus pandai bertaubat manakala melakukan suatu kesalahan/dosa. Jangan pernah kita menganggap bahwa diri kita yang paling benar, paling sempurna dan  tidak pernah merasa berbuat salah/dosa, tetapi kita harus sadar bahwa manusia itu tidak akan pernah luput dari kesalahan dan dosa, hal ini sebagaimana hadis Rasulullah SAW: “Al-Insaanu Mahaal al-Khotho’ Wa al-Nisyaan”(manusia itu tempat salah dan lupa). Maka ketika kita melakukan suatu kesalahan/dosa, segera mungkin kita bertaubat/memohon ampun. Ingat Allah SWT berfirman dalam surat Ali Imron Ayat 135 yang intinya apabila kalian melakukan suatu keburukan/dosa kepada Allah, maka  beristighfarlah/memohon ampunlah kepada Allah, demikian juga apabila melakukan kesalahan/dosa terhadap sesama manusia, maka segeralah meminta maaf.

KeempatRaaghibun ‘Aninnaas. Yaitu berbuat baik terhadap sesama manusia, ini artinya bahwa sebagai bagian dari keluarga santri, kita harus senantiasa berbuat baik terhadap sesama manusia, bahkan kita harus berusaha untuk selalu bermanfaat untuk orang lain. Ingat sabda Rasulullah SAW yang berbunyi: “Khoirunnaas Anfa’ahum Linnaas“ Sebaik-baik di antara kalian (manusia) adalah yang bermanfaat untuk orang (manusia) lain. Dengan demikian jelas bahwa kita harus selalu berusaha untuk dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain, jangan sebaliknya menjadi beban orang lain, apalagi menjadi musuh orang lain.

Mudah-mudahan kita betul-betul menjadi santri yang sejati yang akan senantiasa menjaga dan menutupi kesalahan orang lain, mencontoh dan meneruskan perjuangan para ulama, memaafkan kesalahan orang lain dan memberikan sesuatu yang terbaik untuk orang lain. Sehingga kedamaian dan kebahagiaan dapat terwujud dengan baik.  Wallahu alam Bishawab.

 







Sekretaris Komisi Fatwa MUI Sulsel Hadiri Maulid Nabi di Mapolda Sulsel

sekretaris-komisi-fatwa-mui-sulsel-hadiri-maulid-nabi-di-mapolda-sulsel

Makassar, muisulsel.com – Hampir seluruh instansi baik dari pemerintahan maupun dari TNI POLRI berama-ramai melaksanakan acara Maulid Nabi, walaupun ada yang mengadakannya secara luring maupun daring.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Sulawesi Selatan Dr. KH. Syamsul Bahri, Lc., MA mewakili Ketua Umum MUI Sulsel hadir dalam acara Maulid Nabi tingkat Mabes Polri secara virtual yang dilaksanakan di Aula Mappaoddang Polda Sulsel.

Kegiatan dirangkaikan juga dimana Polri telah mencanangkan program Pembinaan Minset dan Culture untuk seluruh anggota polri yang ada di Indonesia.

Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo memberikan sambutan pada peringatan Maulid Nabi saw

Acara Maulid yang dilaksanakan oleh Mabes Polri yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Sigit Prabowo dan diikuti oleh 34 Polda seluruh Indonesia dan 200 Polres yang diadakan secara virtual dengan mengangkat tema Keteladanan dan Kepemimpinan Nabi Besar Muhammad SAW Diwujudkan dan Dicontoh untuk Mencapai Polri yang Presisi.

Dalam sambutan Kapolri mengatakan bahwa perlunya ikhtiar yang besar dan kerja keras dalam menghadapi tantangan secara global dan keteladanan akhlak. “Bangsa kita ini menghadapi tantangan yang besar dampak dari perubahan global terutama dalam dampak perang Rusia-Ukraina, maka Polri juga berupaya dalam berbenah diri dan berusaha agar lebih kuat dan lebih baik lagi dengan istilah upaya menjadi emas 24 karat yang tentunya hal itu bisa tercapai dengan kerja keras dari seluruh jajaran polri,“ ungkap mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo didampingi Gus Muwafiq saat wawancara dengan media

Hikmah Maulid yang dibawakan oleh KH. Ahmad Muwafiq l menceritakan bahwa umat manusia seluruhnya akan kembali kepada Allah swt. “Manusia ini sebenarnya adalah makhluk pendatang atau alien di bumi ini sebab manusia sebenarnya adalah penduduk surga. Oleh karena makhluk mulia, ia menjalani proses yang panjang sejak dari bayi hingga dewasa dengan bimbingan sehingga nilai-nilai agama itu tertanam dalam benaknya karena akan kembali kepada Rab-nya,” ulasnya.

Ia pun menambahkan agar kedepannya Kapolri tidak hanya melaksanakan acara hikmah Maulid namun juga acara Isra Mi’raj dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

Suatu hal yang sangat menarik dalam perayaan Maulid adalah pada seremonial ini pihak polri juga mengadakan nyanyian Islami an Nasyid yang indah dan berisi tentang pujian-pujian kepada Nabi beserta shalawat-shalawat yang dilakukan oleh para anggota polri. Paling menonjol dari acara tersebut adalah pembacaan ayat al Quran sebanyak tiga orang yang bacaannya sangat merdu dimana yang melantunkan ayat-ayat tersebut adalah seorang polisi yang berpangkat Kombes dengan suara yang bertaraf internasional sehingga membuat Gus Muwafiq dibuat terkagum-kagum dengan lantunan ayat itu.

Hal ini tentunya menjadi suatu image untuk membantah pada masyarakat bahwa di jajaran Polri itu tidak bisa melantunkan ayat Alquran. Semua itu menjadi terbantahkan dengan penampilan-penampilan para anggota polri dalam perayaan ini.

Tampak hadir dalam perayaan Maulid di Mapolda Sulsel tersebut diantaranya Wakapolda Brigjen Patoppoi bersama seluruh jajarannya dimana Brigjen Patoppoi yang memimpin secara langsung perayaan tersebut, juga dihadiri oleh perwakilan dari Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama dan perwakilan Ormas-ormas lainnya. (NAP)

The post Sekretaris Komisi Fatwa MUI Sulsel Hadiri Maulid Nabi di Mapolda Sulsel appeared first on MUI Sul Sel.



Dirangkai Maulid Nabi, Ketum MUI Sulsel Hadiri Pelantikan KKMB 

dirangkai-maulid-nabi,-ketum-mui-sulsel-hadiri-pelantikan-kkmb 

Wajo, muisulsel.com – Sebagai masyarakat perantau kita biasanya mencari kawan yang satu daerah dengan kita. Oleh karenanya, orang-orang yang merantau membuat suatu perkumpulan agar mereka bisa saling mengenal dengan orang lain yang berasal dari daerah yang sama.

Ketua MUI Sulawesi Selatan Prof. Dr. KH. Najamuddin Abdul Safa, Lc., MA menghadiri acara pelantikan Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) Kabupaten Wajo di ruang pola Kantor Bupati Wajo yang dirangkaikan dengan Peringatan Atas Kelahiran Nabi Muhammad Saw yang lebih dikenal dengan istilah Maulid Nabi. Senin, (17/10/2022)

Ketua Umum MUI duduk bersama para pejabat Forkopimda Wajo di ruang VIP sebelum pelantikan

Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) yang dilantik pada acara pelantikan tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud dan disampingi oleh Wakil Bupati Wajo Amran, SE. Bupati Waji sangat mengapresiasi karena acara tersebut juga dihadiri langsung oleh Ketum MUI Sulsel dan sekaligus membawakan hikmah Maulid Nabi.

Bupati bersama Ketua Umum MUI disambut dengan tarian adat Bugis “Angngaru”

Pada kegiatan ini, Ketum MUI dalam tausyiah Hikmah Maulid mengatakan bahwa kita sebagai umat Nabi haruslah meneladani dan mengambil pelajaran-pelajaran tentang perjuangan dakwah Nabi dalam menyebarkan agama Islam. “Kita sepatutnya meniru dan meneladani kisah-kisah perjuangan Nabi dalam mendakwahkan Islam karena seandainya Nabi tidak berjuang, mungkin saja kita yang ada disini tidak merasakan nikmat beragama,” ulasnya.

“Dari kisah perjalanan dakwah ini kita dapat memetik hikmah bahwa Nabi adalah manusia yang sangat mulia akhlaknya sebab walaupun umatnya sering memperolok-olok dan menghina namun ia tetap mendoakan untuk kebaikan dan keselamatan umatnya,” tutur mantan Dekan Fakultas Sastra Unhas ini.

Ketua Umum MUI duduk bersama Bupati Wajo dan Wakil Bupati Wajo saat Pelantikan

Tampak hadir dalam acara pelantikan dan Maulid itu Ketua dan Sekretaris KKMB Kabupaten Wajo terpilih beserta para pengurus lainnya yang dilantik, hadir juga dari unsur Forkopimda Kabupaten Wajo. (NAP)

The post Dirangkai Maulid Nabi, Ketum MUI Sulsel Hadiri Pelantikan KKMB  appeared first on MUI Sul Sel.



Gerakan Sedekah Sampah, Kiat Masjid Raya Bintaro Jadi Percontohan Ramah Lingkungan

JAKARTA— Masjid Raya Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, punya cara unik untuk menjadi Masjid ramah lingkungan. Masjid ini memiliki program Eco Masjid dalam mewujudkan masjid ramah lingkungan. Ada empat program dalam program Eco Masjid mulai dari hemat air, sumur resapan, pembangunan landscape, dan pengelolaan sampah.

Diksi Sedekah Sampah ini sebenarnya hanya slogan atau nama program saja karena dari sudut pandang agama, segala sesuatu yang disedekahkan adalah sesuatu yang berharga. Bahkan Islam mengajarkan menyedahkan apa yang paling kita cintai.

“Inti dari program GGS ini adalah Eco Masjid pengelolaan sampah, ” ujar Pembina Masjid Raya Bintaro Jaya, Bambang Supriyadi, dalam Diskusi Panel Penerapan Masjid Ramah Lingkungan yang digelar Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumberdaya Alam (LPLH SDA MUI), Rabu (19/10) secara daring.

Dia menyampaikan, program sedekah sampah di Masjid Raya Bintaro ini dilaksanakan oleh remaja Masjid. Mereka terdiri dari 60 orang dan diharapkan bisa menjadi bagian dari regenerasi kepemimpinan Masjid di masa mendatang.

“Hasil gerakan sedekah sampah ini dimanfaatkan remaja untuk program Sahabat Qur’an (Saqura). Nantinya akan ada proses belajar mengajar dan tahsin (memperbaiki bacaan) Al-Quran kepada anak-anak, ” ujarnya.

Meskipun terlihat sederhana, pengelolaan gerakan sedekah sampah ini membutuhkan usaha lebih. Pengurus Masjid dan Remaja Masjid perlu mengupayakan manajemen masjid yang konsisten serta kerjasama dengan berbagai pihak yang terkait.

“Usaha-usaha itu untuk meningkatkan atau memberikan nilai tambah pada program GSS ini, ” ujar dia.

Selain itu, ada aturan penting dalam program ini. Setiap warga diwajibkan memilah sampah ke dalam tiga jenis kantong atau kotak sampah. Ketentuannya, warna kuning khusus untuk botol plastik, coklat untuk kertas kardus atau karton, dan warna merah untuk sampah plastik.

“Kita berharap, melalui gerakan ini, Masjid bisa menjadi agen perubahan, ” ungkapnya. (Ratna/Azhar)



Ketum MUI Sulsel Konsolidasi Program Kerja Dengan MUI Wajo

ketum-mui-sulsel-konsolidasi-program-kerja-dengan-mui-wajo

Wajo, muisulsel.com – Pada dasarnya mengurus umat adalah suatu pekerjaan yang sangat mulia oleh karena hal itu membutuhkan tenaga serta mencurahkan segenap jiwa dan keikhlasan dalam mengurus persoalan umat dan ganjarannya adalah pahala yang sangat besar di sisi Allah Swt.

Ketua Umum MUI Sulsel Prof. Dr. KH. Najamuddin, Lc., MA melakukan silaturahmi dan konsolidasi program kerja pada MUI Wajo beberapa waktu yang lalu di Kota Sengkang Kabupaten Wajo.

Ketua Umum nampak mendengarkan uraian permasalahan yang terjadi di kabupaten Wajo yang disampaikan oleh peserta rapat

Pada pembukaan awal konsolidasi MUI Wajo dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Umum menyampaikan beberapa laporan program kegiatan yang telah dilaksanakan oleh para pengurusnya pada tahun ini.

Selanjutnya beberapa pengurus MUI Wajo diantaranya dari Dewan Pertimbangan dalam pertemuan tersebut menyampaikan beberapa persoalan keumatan yang dialami oleh masyarakat Wajo. “Kita masih terus berjuang dan mensosialisaikan program-program kerja MUI terkait keumatan diantaranya persoalan yang masih menjadi pembicaraan umum tentang fatwa uang panaik, hukum domino dan persoalan LGBT serta persoalan-persoalan lainnya,“ ungkap anggota dewan pertimbangan ini.

Beberapa Pengurus MUI Wajo menghadiri Rapat Konsolidasi di Aula IAI As’adiyah

Ketua Umum MUI Sulsel dalam sambutannya mengapresiasi program-program kerja MUI Wajo yang telah dilaksanakan dengan baik, “Kami dari pengurus MUI Wilayah berpesan agar teruslah semangat dalam melayani umat karena itu adalah tugas yang sangat mulia meskipun kita tidak mendapatkan gaji, namun keikhlasan dari kita semua akan berbuah pahala yang sangat besar dan insya Allah, Allah pasti akan membalasnya baik itu di dunia terlebih di akhirat nanti,“ pungkas mantan Dekan Fakultas Sastra Unhas ini.

Lebih jauh lagi Ketum mengatakan bahwa sebagai ulama maka ada tugas-tugas pokok yang harus dipegang yakni, ulama adalah Khadimul Ummah yang artinya pelayan umat dimana ulama bertugas dalam mengurusi persoalan keumatan dan terlibat langsung di dalamnya, yang kedua adalah Shodiqul Hukumah yang artinya adalah mitra pemerintah dimana ulama berperan dalam program-program pemerintah dan bersinergi dalam program tersebut.

Foto bersama Ketua Umum MUI Sulsel bersama Pengurus MUI Wajo usai Rapat Konsolidasi

Acara silaturahmi dan konsolidasi ini dilaksanakan di Aula Pesantren As’adiyah Sengkang Kabupaten Wajo, 16 oktober 2022. Tampak hadir dalam acara tersebut mendampingi Sekretaris Umum MUI Wajo yakni Dewan Pertimbangan beserta Pengurus Harian dan Pengurus Komisi. (NAP)

The post Ketum MUI Sulsel Konsolidasi Program Kerja Dengan MUI Wajo appeared first on MUI Sul Sel.



Gelar Konsinyering dan Pleno, Komisi Fatwa Tetapkan 4 Fatwa Terkait Zakat

JAKARTA – Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar Konsiyering dan Pleno Komisi Fatwa MUI terkait masalah zakat di Hotel Sari Pasific, Jakarta, Rabu (20/10/2022) lalu.

Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorun Ni’am Sholeh, menyampaikan konsolidasi komisi fatwa yang digelar tidak sekadar momentum silaturahim, akan tetapi juga untuk membangun koordinasi, sebagai komitmen tansiqul harakah.

“Kami menerima uluran dan ajakan sinergi secara luas, walaupun hal itu sudah disampaikan Baznas ke MUI, ketika dukungan operasional dari pemerintah belum optimal,” jelas Kiai Ni’am, kepada MUIDigital Jumat (21/10/2022).

Dalam forum yang sama, Komisioner Baznas, KH Achmad Sudrajat menuturkan, kini terdapat perhatian besar terhadap pergerakan zakat di Indonesia. Oleh karenanya, Dewan Pengawas Syariah (DPS) mengambil peran penting dalam pengelolaan keuangan agar sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
“Selain pengawalan optimal terhadap tata kelola keuangan, masih banyak hal lain perlu kita kuatkan, di antaranya dalam pespektif hukum fikih dan fatwa atau kajian fikih,” katanya.

Tak hanya kehadiran KH Achmad Sudrajat selaku Pimpinan Baznas, hadir pula Wakil Ketua Baznas Dr M Nadratuzzaman Hosen. Dalam kesempatan itu, dia menyatakan kerja Komisi Fatwa MUI harus didukung Baznas.
“Saya lebih dari tiga kali memohon ada kerja sama yang konkret antara Baznas dan MUI, tidak hanya di pusat tapi di seluruh Indonesia. Forum ini merupakan kesempatan untuk mewujudkan dan memantapkannya,” tegasnya.

Agenda yang berlangsung dua hari, yakni sejak 19-20 Oktober 2022 tersebut menetapkan empat fatwa terkait zakat.

Pertama, fatwa zakat fitrah dengan uang.
Kedua, zakat untk penanggulangan bencana dan dampaknya. Ketiga, fatwa tentang qardh hasan. Keempat, zakat harta yang digadai.

“Pentingnya keberadaan fatwa MUI yang mengatur terkait zakat sebagai panduan bagi pengelola zakat. Setiap pengelola zakat harus mendasarkan diri dalam proses syar’i, tapi dari proses perizinan harus memperoleh izin Baznas. Tak hanya itu, Baznas dalam memberi aturan, harus melampirkan rekomendasi dari MUI. Sekalipun sederhana tapi sangat penting,” kata Kiai Asrorun. (Isyatami Aulia, ed: Nashih)



Kiai Masduki Ungkap Isu Krusial Pemberitaan Media Timur Tengah Terkini

JAKARTA — Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi, KH Masduki Baidlowi mengungkapkan sejumlah isu krusial yang menjadi peta politik pemberitaan bagi media di Timur Tengah.

Hal ini kiai Masduki sampaikan dalam Halaqah Mingguan Infokom MUI bertajuk: Peta Politik Redaksi Media Timur Tengah Terkini.

“Ada beberapa negara yang menjadi faktor kunci bagi perkembangan politik bagi Timur Tengah, satu contoh perkembangan terbaru Arab Saudi,” ujar kiai Masduki, Rabu (19/10/2022).

Arab Saudi, kata kiai Masduki, melakukan langkah yang sangat mengagetkan bagi dunia Barat yakni Amerika Serikat dan Eropa.

Kiai Masduki menjelaskan, langkah Arab Saudi terbaru ini tidak mau di dikte oleh Amerika Serikat dan Eropa dalam konteks kouta minyak. Hal ini menjadi pertama kalinya setelah terakhir kali dilakukan oleh Raja Faishal.

Kiai Masduki menilai, isu ini menjadi hal yang penting, bahkan Arab Saudi sampai dituduh Negara yang membela Rusia.

Kiai Masduki juga mengungkapkan, tidak tunduknya Arab Saudi dengan Amerika serikat dipengaruhi oleh konstelasi politik antara Partai Republik dan Demokrat.

Menurutnya, para kader di Partai Republik di AS banyak yang menguasai perusahan-perusahan minyak. Sehingga, hal inilah yang menjadi pemecah antara Partai Republik dan Demokrat.

“Partai Demokrat tidak banyak yang menguasai minyak di AS. Karena konstelasi di internal pecah, itulah yang membuat Arab Saudi punya nyali, melawan (Presiden AS) Joe Bidden, karena didukung oleh tokoh-tokoh di Republik,” ungkapnya.

Kedua, ungkap kiai Masduki, isu Iran yang menjadi sebuah Negara Timur Tengah yang paling konsisten membela Negara Palestina.

“Ketiga adalah Israel, kita tau Israel ini perkembangan terbaru hubungannya dengan Arab Saudi sangat mesra,” ujarnya.

Meskipun, secara resmi, sampai saat ini belum ada hubungan diplomatik antara Israel dengan Arab Saudi. Tetapi secara de facto, hubungannya sangat dekat.

Terutama, jelas kiai Masduki, kedekatan pangeran Arab Saudi Muhammad bin Salman (MDS), yang juga sering melakukan pertemuan dengan para petinggi Israel di Kota Neom.

“Kota tersebut berdekatan dengan Israel dan Iran. Ini saya kira konstelasi yang sangat menarik,” jelasnya.

Apalagi, Israel juga telah membuka hubungan diplomatik dengan Negara Uni Emirat Arab (UEA) dan berhubungan dengan Qatar.

Sementara Arab Saudi, kiai Masduki memprediksi, hubungan diplomatik antara Arab Saudi dan Israel, tinggal menunggu pasca Raja Salman.

“Begitu juga Arab Saudi sedang merayu Negara seperti Indonesia dan Malaysia supaya ada hubungan diplomatik dengan Israel,” ungkapnya.

Kemudian, kata kiai Masduki, isu di Timur Tengah yang masih menjadi peta politik pemberitaan adalah soal isu Palestina.

“Semakin hari makin habis dan kepepet. Umat Islam dan pemimpin Islam tidak ada yang kompak untuk membela Palestina,” tutupnya.

(Sadam Al-Ghifari/Fakhruddin)



Lampung Tengah, Juara 2 Nasional Lomba Posyantek Desa Berprestasi Tahun 2022

lampung-tengah,-juara-2-nasional-lomba-posyantek-desa-berprestasi-tahun-2022

Lampung Tengah: Bertempat di Aston Cirebon, Jawa Barat Hotel dan Covention Ketua Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Maju Bersama, Kampung Tanggulangin, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung mengikuti penyerahan pemenang Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional (GTTGN) ke-XXIII Tahun 2022, Rabu, (19/10/2022) siang ini.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Kabupaten (Korkab) Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Lampung Tengah, Nanang Susanto, M.Pd, Rabu, (19/10/2022) siang, disela-sela pengumuman pemenang Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional (GTTGN) ke-XXIII Tahun 2022 ini dilaksanakan oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia dalam hal ini secara spesifik adalah Badan Pengembangan dan Informasi Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

“Dan Alhamdulillah, kita bersyukur Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Maju Bersama, Kampung Tanggulangin, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung mendapatkan Juara 2 Nasional kategori Lomba Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Desa Berprestasi,” imbuh mantan Ketua Umum PMII Cabang Metro ini.

“Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Dr. H. Abdul Halim Iskandar, diserahkan kepada Ketua Posyantek Maju Bersama, Kampung Tanggulangin, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, Achtiar Eko Sudarmono yang didampingi Bupati Lampung Tengah, H. Musa Ahmad, S.Sos, M.M,” tutup Wakil Sekretaris PCNU Lampung Tengah.

Bupati Lampung Tengah H. Musa Ahmad, S.Sos, M.M disela-sela agenda tersebut menyampaikan, menyambut baik acara ini, dimana acara ini sangat strategis dalam penyebaran dan pemerataan informasi teknologi, karena event ini merupakan tempat bertemunya para investor, creator, dan innovator teknologi, dari berbagai daerah di tanah air. Gelar Teknologi Tepat Guna menjadi penting untuk, mempromosikan berbagai produk kepada masyarakat, sekaligus sebagai ajang tukar menukar informasi dan promosi.

Dalam agenda istimewa tahunan tersebut dari rombongan Kabupaten Lampung Tengah yang hadir antaralain; Asisten Pemerintahan dan Kesra, tim Dinas PMK Kabupaten Lampung Tengah, TAPM Kabupaten Lampung Tengah, Pendamping Lokal Desa (PLD), Kepala Kampung Tanggulangin, Hj. Rumiyati, S.E, dan lain-lain.

Kita mafhumi bersama, selain Kabupaten Lampung Tengah, Juara I Gelar Teknologi Tepat Guna Nusantara kategori Teknologi Tepat Guna Unggulan diperoleh Kabupaten Tulang Bawang Barat, dan Juara III Gelar Teknologi Tepat Guna Nusantara kategori Inovasi teknologi tepat guna diperoleh Kabupaten Tulang Bawang.

Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional (GTTGN) adalah agenda rutin tahunan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, dengan 3 (tiga) kategori lomba Teknologi Tepat Guna Nasional, yakni ; pertama, Lomba Inovasi TTG, kedua, Lomba TTG Unggulan dan ketiga, Lomba Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Desa Berprestasi. (Akhmad Syarief Kurniawan)







Antisipasi Potensi Intoleransi Ekonomi, Direktur PINBAS MUI Pusat Ajak Umat Islam Perkuat Kemandirian

antisipasi-potensi-intoleransi-ekonomi,-direktur-pinbas-mui-pusat-ajak-umat-islam-perkuat-kemandirian

Surabaya, MUIJatim.or.id Keberadaan MUI (Majelis Ulama Indonesia) tentunya bertujuan memberikan peran aktif membangun kemaslahatan untuk masyarakat. Diantaranya yang dilakukan oleh PINBAS MUI Pusat dan MUI Jawa Timur, yaitu dengan melakukan Monitoring dan Evaluasi (monev) atas program MUI, terutama berkaitan dengan perekonomian. Itulah yang terjadi pada Senin, (17/10), di Kantor MUI Jatim, yaitu acara monev yang […]

Artikel Antisipasi Potensi Intoleransi Ekonomi, Direktur PINBAS MUI Pusat Ajak Umat Islam Perkuat Kemandirian pertama kali di publikasikan oleh MUI Jatim.



GORESAN PAGI: Empat Dosa Besar

goresan-pagi:-empat-dosa-besar

Makassar, muisulsel.com – Larangan keras itu selalu beriring dosa besar. Hal itu juga akan mendatangkan mudharat besar bagi manusia yang tidak menjauhi larangan Allah swt. Pada akhirnya, setiap orang memilih hal mana yang harus ia prioritaskan hindari dalam dirinya, Rasul saw bersabda:

(إنَّ اللهَ تَعَالَى حَرَّمَ عَلَيْكُمْ: عُقُوقَ الأمَّهَاتِ، وَمَنْعًا وَهَاتِ، وَوَأْد البَنَاتِ، وكَرِهَ لَكُمْ: قِيلَ وَقالَ، وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ، وَإضَاعَةَ المَالِ)). مُتَّفَقٌ عَلَيهِ

Allah swt haramkan melawan orang tua, Allah juga tetapkan larangan yang harus dijauhi dan larangan bagi seorang mukmin meminta hal yang bukan haknya, dan Allah melarang mengubur anak wanita (perbuatan jahiliyah), sementara Allah juga makruhkan omongan tak baik, banyak bertanya yang tak perlu dan membuang buang harta pada hal yang tak bermanfaat. 

Qatadah rahimahullah berkata perhatikanlah orang-orang yang tak mematuhi larangan Allah swt. Mereka berani tumpahkan darah sesama manusia. Mereka juga berani memutuskan hubungan shilaturrahmi diantara mereka dan berani berbuat keburukan dan maksiat.

Perilaku yang tak mengindahkan perintah Allah dan tidak menjauhi larangan ini dapat membawa pada kutukan bagi mereka terus semena mena pada diri mereka. Kutukan itu berlaku di dunia dan berlaku juga di akhirat.

قَالَ الله تَعَالَى: {فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ أُولَئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَى أَبْصَارَهُمْ} [محمد: 22، 23].

Apakah kalian inginkan terjadi bila saja kalian itu berbuat kerusakan di bumi, dan berbuat memutus hubungan persaudaraan antara sesama? Mereka yang melakukan hal tersebut mendapat kutukan, mereka dibisukan oleh Allah swt dan dibutakan pandangan mereka. (QS. Muhammad 22:23)

Induk-induk dosa besar itu bisa meliputi siapapun diantara kita, bila tidak berhati hati dan tidak menghindarinya. Hal penting bagi semua adalah menjauhi larangan Allah swt, wallahu a’lam, shobahul iman. (RZ)

The post GORESAN PAGI: Empat Dosa Besar appeared first on MUI Sul Sel.



Jelang Konferensi Nasional, LPLH dan SDA MUI Gelar Diskusi Penerapan Masjid Ramah Lingkungan di Indonesia

Jakarta – Lembaga Pemulihan Lingkungan Hidup dan Sumberdaya Alam (LPLH & SDA) MUI menyelenggarakan diskusi panel tentang penerapan masjid ramah lingkungan Indonesia.Kegiatan itu digelar jelang konferensi nasional masjid ramah lingkungan pada bulan November mendatang.

Pembahasan terkait masjid ramah lingkungan sebenarnya bukanlah hal yang baru. Masjid ramah lingkungan sangat erat kaitannya dengan isu perubahan iklim yang terjadi di setiap daerah. Indonesia sendiri merupakan wilayah yang sangat rentan dengan perubahan iklim.

Menurut Ketua LPLH dan SDA MUI, Hayu Prabowo, perubahan iklim dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.

“Saat ini, bencana yang terjadi di Indonesia telah mencapai 80 persen,” ujar Hayu Prabowo, (19/10/2022).

Hayu berpendapat, perubahan iklim dapat memberikan dampak dan risiko yang cukup besar, diantaranya adalah kelangkaan air, kerusakan ekosistem lahan, kerusakan ekosistem laut, penurunan kualitas kesehatan hingga kelangkaan pangan.

“DKI Jakarta setiap tahunnya mengalami penurunan antara 0,1 – 8 cm, di Bandung berkisar 0,1 – 4,3 cm, di Cirebon berkisar 0,28 – 4 cm per tahun, di pekalongan berkisar 2,1 – 11 cm pertahun, di Semarang berkisar 0,9 – 6 cm per tahun, dan di Surabaya berkisar 0,3 – 4,3 per tahun,” imbuhnya.

Menanggapi berbagai perubahan iklim yang terjadi, Ketua LPLH dan SDA MUI mengingatkan bahwa masjid harus siap menghadapinya. Salah satu bentuk kesiapan itu, dengan menjadi masjid yang ramah lingkungan.

Untuk menjadi masjid yang ramah lingkungan, terdapat beberapa strategi yang harus diterapkan, yakni harus bisa beradaptasi melakukan penyesuaian umat dengan perubahan iklim saat ini dan mendatang. Selain itu, juga intervensi umat untuk mengurangi emisi dan meningkatkan penyerapan gas rumah kaca.

Selaras dengan hal tersebut, beliau juga menyampaikan bahwa masjid yang ramah lingkungan itu mencakup tiga hal. Pertama,idarah/pengurus, yang meliputi dakwah bil lisan dan bil hal serta penguatan kapasitas dan jejaring.
Kedua, Imarah/jamaah, dalam hal ini meliputi tuntutan agama, life skill dan jejaring sosial.
Sedangkan yang ke tiga adalah Riayah/Bangunan, dalam hal ini meliputi simpan air, hemat air, jaga air dan standar operasional.

“Masjid berkelanjutan atau masjid yang ramah lingkungan adalah masjid yang siap dan mampu mengurangi dampak dan mampu menghadapi risiko bencana serta dampak perubahan iklim. Selanjutnya masjid suci dan sehat yang menjamin akses air bersih , tata kelola sampah dan air limbah yang berkelanjutan. Kemudian masjid yang saling terhubung dalam konektivitas dan jejaring dai, jamaah dan masyarakat umum,” pungkasnya.

(Dhea Oktaviana/Angga)